Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Akibat Gesekan Masa Lalu


__ADS_3

SETELAH solat isa pak Panji dan bu Suamiati sama-sama menuju


ke ruang TV dengan berpakaian agak sopan. Tidak lama setelah mereka duduk di


kursi yang sama, Mia putrinya muncul. Ini bukan kebetulan. Tapi sebelumnya


mereka sudah membuat kesepakatan. Bahwa ada yang mau ditanyakan, tapi nanti


saja waktunya ba’da isa. Kata Mia tadi siang.


“Sekarang kita sudah sama-sama ada disini Mi? Laku mengenai apa


sebenarnya yang mau kamu tanyakan ketika itu sehingga kamu minta waktunya disaat


semua orang sudah mau istirahat?”


“Seperti apa kesalahan ayah dulu kepada pak Suherman


sehingga sekarang ayahnya Indra itu begitu membenci aku?” Tanya Mia tuthepoin.


Pak Panji dan bu Sumiati langsung saling tatap. Didalam benak keduanya lalu


melintas.


“Kita menikah itu sudah enam bulan ya Sum. Tapi selama ini


kita tidur terpish seperti bukan suami istri. Kalau malam ini aku tidur disini


boleh tidak?”


“Tapi aku masih belum siap tidur sebagai suami istri”


“Ya udah kalau kamu masih belum siap. Tapi mana bajumu yang


kotor? Besok aku nyucinya mau pagian. Soalnya baju yang mau disetrika sudah


numpuk. Terus kalau makan lauknya mau apa? Yang kamu mau besok aku pasakin ya?”


Ketika mengingat lagi masa lalu, air mata bu Sumiati


tiba-tiba berjatuhan. Pertanyaan Mia tadi lalu ia coba jawab mewakili suaminya.


“Kesalahan ayahmu kepada pak Suherman bisa dibilang cukup


besar Mi…Dulu ibu itu kekasihnya pak Suherman, tapi oleh ayahmu direbut dengan cara


minta bantuaan ayahnya yang sekarang jadi kakek kamu…Sebagai anak yatim yang di


urus hanya oleh seorang ibu dengan harta pas-pasan, pak Suherman mungkin sakit


hati oleh ayahmu anak kuwu jeneng yang waktu itu termasuk keluarga berada…Tapi


selama ini ayahmu sudah mendapat balasannya. Karena setelah ayah dan ibu


menikah, tiap hari ayahmu itu mencucikan baju ibu dan menyetrikanya…Kalau pagi


dan sore lalu masak. Setelah makanannya matang lalu diantar ke ibu yang terus


mengurung diri di kamar setelah menikah…Bukan cuma itu…Setelah berbulan-bulan

__ADS_1


menikah, ayahmu juga belum mendapatkan apa-apa dari ibu sebagai istrinya…Jadi


mohon Mi, kepada ayah jangan menuntut apa-apa…Dulu ibu juga menyesal karena


selama ini sudah mengabaikannya…Tapi ayahmu tetap sabar, dia tidak mengadukan


hal ini kepada orangtuanya…Padahal orangtuanya yang kini menjadi kakekmu itu


seorang kepala desa yang sangat disegani saat itu…Kakekmu itu dulu memberi kami


rumah…Rumahnya itu yang sekarang jadi rumah kontrakan MELISA HAPPY…Dulu ayahmu


dan pak Suherman itu dua sahabat. Waktu abg ibu dan mereka suka berburu pipit


di sawah…Rupanya waktu itu dua-duanya suka sama ibu… Sampai akhirnya terjadi


peristiwa yang membuat pak Suherman jadi dendam terhadap ayah kamu…”


“Sekarang kalau kamu mau menyalahkan ayah, silahkan Mi…Dulu


ayah memang bersalah kepada ayahnya Indra itu…Sebenarnya sudah lama ayah juga


mau minta maaf kepada Herman. Tapi setelah dia tinggal di kota, sampai sekarang


kita belum pernah bertemu...”  Pak Panji


melengkapi penuturan bu Sumiati. Setelah mendengar cerita dari kedua orangtua,


ternyata Mia bukannya marah. Ia malah ikut menangis dan merangkul ibunya yang sedang


berderai air mata.


“Bu ? Terimakasil dulu sudah memberikan cintanya kepada


akhirya bisa lahir kedunia ini. Tapi kak Indra…”


“Kenapa dengan Indra ?” Tanya pak panji dan bu Sumiati


bersamaan. Mia akhirnya menceritakan yang di pendamnya selama ini. Semua cerita


dari Galang, kini diceritakannya lagi dari awal sampai akhir.


“Ternyata gesekan yang terjadi dulu, kini berdampak kepada


keturunannya…Jadi sekarang Indra sedang tidak baik-baik saja kerena kena


bumerang yang mau dilakukan ayahnya untuk balas dendam kepada ayah…? Dia


stress?”


“Iya ayah. Kata mas Galang seterti itu…Untuk itu saya minta


izin kepada ayah dan ibu…Dalam waktu dekat saya mau pergi ke Medan untuk


menemui Indra”


“Tapi alamatnya kan kamu belum tahu ? Selain itu, terus


pekerjaanmu bagaimana ? Kamu mau mencari Indra di kota itu yang belum tahu

__ADS_1


alamatnya, pasti tidak akan sebentar. Jadi lebih baik kamu tidak harus sejauh


itu kalau pertatian kepada Indra…? Tunggu saja perkembangan berikutnya. Mungkin


nanti akan ada kabar lagi “


“Tidak ayah…Kalau hanya menunggu kabar yang belum tentu ada,


saya tetap akan teguh pendirian…Kalau soal pekerjaan, mungkin saya akan


mengundurkan diri saja supaya tidak menjadi beban”


Mendengar pendirian putrinya yang keukeuh mau pergi, air


mata bu Sumiati tambah deras. Meskipun laki-laki, pak Panji juga sama. Mia


sendiri kemudian mengambil HP nya. Terus melacak satu nomor. Mungkin orang ini


akan bisa jadi perantara atas maksud dan tujuannya. Pikr Mia.


“Assalamualaikum…” Setelah tersambung, orang disana uluk


salam.


“Wa’alaikumussalam…Mbak maaf mengganggu ya?”


“Tidak…Dik Mia itu memangnya ada perlu apa nelpon


malam-malam?”


“Kalau dibicarakan lewat telpon sebenarnya bakal lama.


Bagaimana kalau besok saya ke rumah mbak saja. Mbaknya tidak akan pergi


kemana-mana kan?”


“Oh tidak…Mbak selalu ada dirumah dik Mia”


“Kalau begitu besok insya Alloh saya mau kerumah mbak.


Sekarang HP nya mau saya tutupdulu ya? Selamat malam mbak. Assalamualaikum…”


“Wa’alaikumussalam…”


“Mau bicara apa sebenarnya Mia ya?”  setelah HP nya mati Wiwin bertanya pada diri


sendiri. Ketika masih dalam bingung sambil memegang HP, tiba-tiba Kamal


menghampiri.


“Siapa yang barusan nelpon bun?”


“Mia yah…Tapi entah mau apa…? Katanya besok dia mau kemari”


“Ya udah, ngak usah dibikin pusing. Mendingan sekarang


persiapan untuk tidur. Dani belum di pipisin dulu kan? Sekarang ayo kita suruh


berhenti dulu main game nya”    Maksud

__ADS_1


Kamal kalau sebelum tidur anaknya itu suka di suruh pipis dulu ke kamar kecil.


Itu bagian dari ihtiar supaya anak itu tidak pipis di tempat tidur.


__ADS_2