Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Beradaptasi


__ADS_3

BEKERJA di tempat baru, Mia terus beradaptasi dengan


lingkungan serta orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tujuannya supaya ia


betah dan tidak merasa sedang berada di perantauan. Hari ini pun setelah semua


pekerjaan selesai, Mia dengan teman-teman itu ngobrol di lobi belakang sambil


makan cemilan. Ternyata yang di ajak ngobrolnya sehati dan seperasaan. Itulah


poin positif untuk yang bernama lengkap Mia Mardiana ini.


“Yul ? Kamu sudah berapa lama kerja disini?”


“Baru setahun…Kalau Hana, sejak rumah bersalin ini berdiri


dia langsung kerja. Ya kan Han?”


“Iya Mi…Dulu waktu klinik ini dibuka, ketika itu aku


langsung melamar kerja…Eh, ternyata langsung diterima. Padahal waktu itu aku


baru lulus banget”


“Kayaknya kelulusan kamu dari kebidanan, seangkatan dengan


aku lulus dari STIkes ? Soalnya waktu aku bekerja di puskesmas juga, ketika itu


aku baru lulus banget…Dan seperti kamu juga, waktu itu aku langsung diterima”


“Mi…? Tadi sebelum dibawa berjemur ditaman, anak itu


dimandikannya sama kamu?”  Yang bernama


Yuli mengganti topik.


“Iya, tapi didampingi ibunya juga sambil ngobrol…Ternyata


anaknya belum dikasih nama karena menunggu dulu papanya yang lagi ke luar kota.


Memang tadi kamu kenapa datang kesiangan ?”  Mia balik bertanya sambil mengambil cemilannya.


“Biasa…Malamnya cattingan dengan gebetan sampai larut…Jadinya


bangun kesiangan “


“Eh Yul…? Tadi waktu sedang ditaman, aku baru melihat papan


nama tempat praktek ini deh…? Ternyata berbau-bau Sunda?”


“Memang bidan Leni asli sunda Mi, asal dari Bandung…Makanya


tempat praktek bersalin yang didirikannya diberi nama “Rumah Bersalin


Babarayaan”…Suaminya yang asli orang sini, nggak berani ngusik karena ini


mutlak gagasan istrinya sendiri”  Yuli


menjelaskan panjang lebar mengenai tempat bekerjanya ini.


“Oya Mi…? Kamu juga sebaiknya mencari jodohnya orang sini


aja biar nanti kerja bareng aku terus…?”  Yang bernama Hana kali ini membuka topik baru.


“Kalau soal yang satu ini, tergantung jodoh aja Han…Aku


nggak bisa tentukan”


“Mia benar Han…Kalau soal jodoh nggak usyah mau orang sini…?


Orang situ…? Gimana Yang Maha ngatur aja ya Mi…?”  Yang namanya Yuli nimbrung untuk soal yang


satu ini.


Mia langsung termenung. “Seandainya mereka tahu bahwa aku

__ADS_1


datang kekota ini karena sedang mencari Indra, pasti mereka tidak akan segencar


ini sampai menyuruh aku mencari jodoh orang sini segala…? Pikirnya. “Tapi


mengenai hal ini aku tidak akan memberitahu siapapun. Termasuk kepada tante


Wati yang sejak kedatanganku orangnya sudah baik benget…Mudah-mudahan mengenai


laratan Indra dan keluarganya cepat mendapat titik terang. Sehingga aku bica


cepat berencana lagi untuk kedepan”


“Mi ? Ayo krispinya dimakan lagi…? Setelah topic pembicaraan


habis ? Kok kamu malah termenung ?”


“Mm…Barusan aku itu tiba-tiba ingat keluargaku di kampung


halaman…Setelah adzan duhur, kita sama-sama solat dulu ya..?” Mia mengalihkan


perhatian temannya.


“Kalau kita biasanya suka giliran Mi…Kan jaga-jaga apabila


tiba-tiba ada psien datang…Kalau yang mau melahirkan, kan tidak bisa di ajak


kompromi?”


“O, iya ya…? Dasar biasanya aku bekerja di puskesmas…?


Jadinya tidak kepikiran ke situ…?”


“Ya sudah…Sekarang siapa nih yang mau solat duluan…? Di


masjid sudah ada yang azan tuh?”


Memang di masjid kali ini sudah ada yang mengumandangkan


azan. Dan yang memutuskan mau solat duluan, ternyata Mia.


Setelah solat duhur yang melaksanakannya gentian, ketiga


“Mi ? Sengah dua kita siap-siap lagi untuk meriksa pasyen”


“Kok ? Sering amat meriksanya ?”


“Bayarnya juga mahal Mi…Jadi pelayanannya juga harus


bagus…Begitu pesan bu Leni ke kita”


“Iya juga…Mungkin aku karena sudah terbiasa bekerja di


puskesmas…Tidak sebaik pelayanan disini wajar…Yang berobatnya juga setiap hari


lebih dari seratus…Belum lagi yang rawat inap…Paling sedikit ada dua puluh


orang”


Sambil ngobrol tidak terasa, kali ini sudah waktunya untuk memeriksa


pasien.


“Yul ? Kerjanya masing-masing atau bareng-bareng?”


“Pasiennya satu ruangan ini…? Bareng-bareng aja”


“Oh, iya…”


Mereka bertiga akhirnya masuk ke ruangan pasien bersama-sama.


“Asalamualaikum…?”  Mia yang jalan paling depan uluk salam.


“Wa’alaikumusalam…” Ketiga ibu yang ada di salnya


masing-masing, menjawab.

__ADS_1


“Bu…? Di lihat lagi tensinya ya ?”


“Baik sus…”


“Ada keluhan apa ?”


“Masih suka pusing “


“Ya sudah…Sekarang mau dilihat dulu tensinya ya?”


Mia memasangkan alat di lengan ibu itu. Setelah alatnya di


pompa. “Tensinya rendah bu…Terakhir di cek berapa ?”


“Hasil tensi bu Laras tadi pagi, seratus per sepuluh


sus…”  Jawab Hana setelah melihat buku


cacatan yang dibawanya.


“Ibu kalau makan bagaimana?”


“Masih belum ada nafsu sus”


“Itu dia penyebab keluhan ibu. Mulai hari ini makannya harus


banyak ya…? Tambah sayur bayam pula”


“Terimakasih sus “


“Sekarang saya mau lanjut meriksa yang lain”


“Silahkan..”


Setelah selesai meriksa pasien yang satu, Mia lanjut ke ibu


yang tadi anaknya dibawa berjemur di taman.


“Bagaimana nyusu asinya  kali ini bu?”


“Alhamdulillah sus…Sekarang tidak ada masalah.


Kalau kenyang, tuh tidurnya juga sekarang


pulas “


“Kalau ibu sendiri punya keluhan tidak ?”


“Kalau keluhan saya masih sakit di bagian pinggul karena


salah neden waktu melahirkan…Tapi setelah terus dirawat dinisi, jadi berkurang


rasa sakitnya karena bu bidan terus memantau”


“Kalau begitu semoga ibu cepat sembuh supaya bisa buru-buru


pulang ke rumah”


“Besok juga insyaalloh kami pulang, karena tadi suami saya


sudah menelpon katanya urusannya di luar kota sudah selesai”


“Alhamdulillah…Kalau begitu saya ikut senang bu…Sekarang


saya mau lanjut meriksa yang lain ya?”


“Iya-iya sus…Termakasih…Tapi besok jangan lupa anak saya


bawa berjemur lagi. Karena suami saya menjemputnya akan sore hari “


“Insyaalloh bu…Eh si dede…? Berjemur di tamannya bersama


tante hanya satu kali lagi…”  Sebelum


pergi, Mia mengelus dulu bayi yang sedang tidur pulas itu. Ibunya tersenyum

__ADS_1


karena senang bayinya di senengi perawat. Setelah itu Miapun melanjutkan lagi


tugasnya.


__ADS_2