Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Skenario Untuk Ulang Tahun Perkawinan


__ADS_3

CAHAYA matahari sudah menyilaukan mata. Di depan toko buku langganan, Fajar memarkirkan motornya. Menjelang duhur, pengunjung toko tidak terlalu banyak. Ketika masuk, perhatian fajar langsung ke ujung dimana seorang perempuan sedang kesulitan mengambil buku yang di simpan paling atas. Tapi kali ini perempuan itu memegang perutnya


“Kenapa dengan perutnya?”


“Perut ini sepertinya sudah mau di isi”


“Di sebelah toko, ada rumah makan komplit. Kebetulan saya juga belum makan. Bagaimana kalau sekarang kita sama-sama makan dulu?”


“Terimakasih”


Dengan perempuan itu akhirnya Fajar keluar dari toko buku. Tapi sebelum pergi, Fajar pamit dulu ke pemiliknya “ Mas, nanti saya balik lagi ya ? Sekarang mau penjajakan dulu. Mencari persamaan fisi misi”   Untuk kalimat yang terakhir, fajar menempelkan telunjuk kanan dan kirinyanya. Ternyata pemilik toko yang sudah di kenalnya itu langsung angkat jempol. “Semoga berhasil” isyaratnya juga


Setelah di rumah makan, fajar dan perempuan itu lalu mencari meja yang kosong. Ternyata meja yang masih kosong adanya di sudut


“Silahkan…” Kata Fajar setelah kursi untuk perempuan itu ia bantu tarik.


“ Aa dan teteh mau pesan apa?” Setelah Fajar dan perempuan ini duduk, pelayan menghampiri


“Saya nasi dan ayam bakar, pakai sayur asam. Minumannya jus alpukat”


“Saya juga sama. Tapi minumannya jus leci” kata Fajar


“Sambil menunggu pesanan, bagaimana kalau kita kenalan dulu”


“O, iya baik”


Fajar mengulurkan tangannya. Oleh perepuan itu disambut


“Fajar Lembayung. Pekerjaan, masih kuliah di kedokterar”  Fajar  menyebutkan nama dan statusnya

__ADS_1


“Wiwin Winarti. Biasa dipanggil Wiwin”


Ternyata perempuan yang bersama Fajar itu Wiwin. Tapi waktu berkenalan tidak menyebutkanstatusnya


“Masih lajang atau…?”  akhirnya Fajar mengorek


“Saya sudah menikah, punya suami”


Karena menyesal Wiwin sudah menikah, Fajar langsung menghenyakkan tubuhnya ke sandaran kursi yang sedang diduduki. Ternyata perempuan yang tadinya akan kujadikan pengganti Mia di hatinya itu bukan single


“Oya, pesana sudah diantar tuh…” Fajar terselamatkan


“O iya..” Fajar akhirnya benah-benah lagi duduk


“Silahkan…Selamat menikmati “ kata pelayan setelah menurunkan semua pesanan. Setelah itu ia balik dan terus melayani pengunjung lain


“Sudah berapa lama mbak menikah?”


“Dua tahun kurang satu bulan. O, iya. Bulan depan mbak itu niat party pernikahan yang ke dua. Dik Fajar mau nggak bantu mbak yang mau membuat surprise untuk suami mbak ?” kata Wiwin sambil mengenyam


“Emang, sekenarionya bagaimana mbak?”  Tanya Fajar sambil ngenyam pula


“Begini. Suami mbak itu kan orangnya gila kerja. Suka pulangnya ke rumah itu sore hari. Tapi nanti yang menyambut kedatangannya itu akan ada kru. Mereka nanti, begitu suami mbak masuk akan langsung menabururinya dengan tepung. Kalau suami mbak sudah belopotan dan diberi ucapan selamat ulang tahun pernikahan, suami mbak pasti akan mencari mbak. Nah, nanti kita berdua ditaman itu mesra-mesraan seperti kayak lagi pacaran gitu. Kalau perlu, dik Fajar boleh bersandar sama mbak, atau sebaliknya. Untuk hasilnya, kita lihat saja nanti pada waktunya”


“Beruntung sekali yang menjadi suami mbak Win. Sudah istrinya cantik, dikasih party yang romantis pula “ gumam dalam hati Fajar sambil mengenyam. Karena Fajar lama belum memberi jawaban, Wiwin akhirnta mencari tahu. Ternyata orangnya sedang dalam menatap


“Dik Fajar..?”


“O, yaya mbak. Saya bersedia. Kebetulan saya juga mau kenal dengan suaminya mbak “

__ADS_1


“Kalau begitu ayo sekarang kita lanjutkan lagi makannya. Nanti setelah makan, mbak minta nomor dik Fajar ya, supaya nanti mudah menghubungi”


“Iya,iya “


Wiwin dan Fajar akhirnya melanjutkan lagi makannya. Setelah selesai makan, keduanya lalu mengeluarkan hp nya dari dalam tas masing-masing. Wiwin menyebutkan angka-angka nomor hp nya. Oleh Fajar di ketik. Setelah tersimpan, nomornya lalu di upload. Setelah itu nomornya ada di hp punya Wiwin


“Sudah dik. Nomor dik Fajar sekarang sudah masuk di hp mbak. Untuk semua pesana yang sudah kita makan, tagihannya biar mbak semua yang bayar”


“Jangan mbak. Utuk bayar, saya juga punya”


“Uang yang dik Fajar punya, biarlah untuk keperluan yang lain. Belakangan kita memang sering bersodakoh supaya kita cepat diberi momongan”


“Kalau begitu terimakasih mbak. Semoga mbak tidak akan lama lagi segera punya keturunan”


“Amiiin…” Wiwin mengangkat kedua tangannya. Setelah itu pelayan dipanggil. Wiwin lalu membayar seluruh jumlah tagihannya sesuai janji. Setelah itu mereka kembali lagi ke toko buku. Ternyata pemilik toko buku tidak lupa isyarat pelanggannya tadi


“Hai tampan. Gimana dinner’nya ?”


“ Kecuali perut jadi kenyang. Yang lainnya gatot mas”


“Ach massa ?”


“Ternyata dia sudah menikah. Punya suami “


“Kacian…”


“Kacian mas, atau kacian banget ?”


“Ya gitu deh “ Pemilik toko mengakhiri candaannya karena ia tahu Fajar sudah ditunggu oleh Wiwin yang akan membeli buku panduan sehat.

__ADS_1


__ADS_2