Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Do'a Ibu


__ADS_3

“BENGSEK…!”    Indra menggeprak meja. Dilakukannya bertepatan disini orang yang sangat dicintainya menyerahkan sepenuh cintanya kepada laki-laki lain.


Hp yang digenggamnya masih menyala. Tampilannya yang di isi fhoto orang yang sangat dicintainya itu kini terancam rusak karena pemiliknya mulai tidak suka dengan orang yang sering dihubunginya itu. “Ada apa dengan kamu Win…?”  Sempat-sempatnya Indra mengajak dialog gadis cantik yang mirip artis sinetron dilayar kaca. “Kecantikanmu munafik ! Buat apa kamu bilang akan sering menjengukku kalau ternyata janjimu di ingkari !  Sekarang aku benci kamu…!”  Benci terhadap Wiwin, Indra tiba-tiba membenturkan hpnya . Dilemparkan keras mengenai kaca lemari, tentu saja suara kaca yang pecah hingga terdengar kemana-mana.


“Seperti ada benda yang pecah di kamar Indra pah ?”  kata bu Ranti dari kamarnya.


“Ayo kita lihat mah, siapa tahu anak kita kumat lagi .”     Maksud pak Suherman, kebiasaan buruk setelah anaknya itu mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya jadi cacat .


“Masa Alloh Indra….Kamu merusak lagi barang-barang milik kamu ?”  sesampainya dikamar Indra, bu Ranti langsung terperangah. Melihat mamanya seperti itu, ternyata Indra malah semakin kalap.


“Emangnya kenapa mah…?! Sekarang Indra sudah tidak butuh apa-apa lagi kecuali cintanya Wiwin !“


“Indra kamu harus tegar ! Kayak bukan laki-laki aja !  Sini sekarang kamu menenangkan diri dekat papa. Perempuan didunia itu bukan hanya dia !“  kata pak Suherman setelah Indra didekapnya.


“Sekarang Indra sudah jadi orang yang cacat pah. Ditambah ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintai, Indra itu jadi putus asa pah… Orang yang dulu dijodohkan sama papa itu benar-benar keterlaluan !” Meskipun sudah ditenangkan oleh ayahnya, Indra masih saja mendendami, mengingat penyebab emosinya.


“Sekarang mama keluar…. “  Akhirnya pak Suherman. “Ada yang mau papa bicarakan empat mata dengan Indra. “


“Mama keluar dulu ya In, kamu dengan papa “  kata bu Ranti sebelum keluar. Setelah diluar terus perempuan dua anak itu duduk dikursi yang ada diruangan TV.


“Kak Indra kenapa lagi mah ?”   Santi menghampiri mamanya.


“Kasihan kakakmu itu San. Kalau dia tetap suka ngamuk dan merusak barang-barang, kita harus membawanya ke psikiater.”


“Kalau begitu segera mah. Santi tidak sampai hati kalau harus melihat kak Indra jadi orang stres “


“Semua cobaan yang menimpa kakakmu itu jangan-jangan karma atas semua kesalahan mama San “


“Maksud mama ?”

__ADS_1


“Waktu mama mengandung kakakmu dua puluh lima tahun lalu, ibunya papa datang kesini memberitahu akan haolan ayahnya papa yang sudah almarhum. Ketika itu oma kalian meminta kami datang pada waktumuya. Tapi mama terang-terangan enggan pergi kedesa waktu itu. Oma kamu ternyata sakit hati dengan sikap mama yang tidak menghargainya…Akhirnya sejak saat itu silaturahmi dengan keluarga papa putus. Mama  melahirkan kakakmu pun oma tidak datang . Selama ini mama tidak ambil pusing dengan sikap oma kamu yang tetap tidak mau datang kerumah kita. Padahal mama sendiri sudah menyadari semua kesalahan mama. Dan untuk menebus semua kesalahan itu, mama sudah menyuruh papa agar mencukupi semua kebutuhan oma kamu, berapapun itu. Kalian pun kalau waktu masih kecil kadang-kadang ikut kan kalau papa pergi kedesa ? Dan terhadap kalian, ternyata oma itu sangat baik. Tapi yang diharap mama sekarang, oma kalian itu mau datang kesini untuk kakakmu.”


Mendengar kisah dari mamanya, Santi menangis. Pada saat yang bersamaan, Indra pun rupanya sedang diberi kisah yang sama oleh ayahnya. Tapi Indra tidak sesedih adiknya karena masalahnya sendiri lebih berat.


“Pah, apa Indra bakal bisa jatuh cinta lagi pada orang lain ?”


“Pasti bisa In, hanya butuh waktu. Pada suatu saat akan ada seorang gadis, lalu kamu jatuh cinta padanya. Papa akan menyuruh oma kemari supaya kamu ada teman ngobrol kalau kita sedang pergi ”


“Karena musibah ini, kuliah Indra jadi terbengkalai pah “


“Untuk saat ini jangan pikirkan dulu masalah itu In. Yang penting kamu harus sembuh dulu. Setelah kamu sembuh, nanti papa belikan mobil khusus untuk kamu pergi kuliah.”


Indra jadi diam, bukan karena ayahnya akan membelikan mobil. Tapi pikirnya, buat apa berduka terus. Badannya sekarang sudah direbahkan lagi. Kedua matanya juga mulai dipejamkan. Sedangkan kedua tangannya dilipat diatas perutnya seperti orang yang sedang solat.


                                                ***


KELUARGA banyak mendapat cobaan, pak Suherman bersimpuh didalam pangguan ibunya. “Atas nama pribadi dan keluarga, maafkan semua kesalahan kami bu. Hari ini saya mau menjebut ibu. Mohon ibu mengabulkannya demi Indra cucu ibu “


Ibunya pak Suherman yang bernama bu Sarah, ternyata diluar dugaan bubu-buru mengajak pergi. Karena itu yang sangat diharapkannya, pak Suherman pun akhirnya tidak lama berada didesa. Tapi kebiasaan terhadap para tetangga, tetap dilakukan seperti kebiasanya. Para jompo dan yatim, disuruh antri untuk dibagi amplop yang sudah di isi uang oleh pengusaha ini.


Mobil pak Suherman yang membawa ibunya, meluncur meninggalkan desa. Selama diperjalanan, pak Suherman yang tidak nyetir sendiri, ternyata melambung kemasa lalunya. Sebagai seorang pemuda desa, dulu pak Suherman menjalin cinta dengan seorang gadis. Tapi setelah keduanya merasa cocok dan sama-sama merencanakan masa depan, tiba-tiba dari keluarga pasangan, menjodohkan kekasihnya dengan anak seorang Kades. Sebagai seorang pemuda yang masih pengangguran, dulu pak Suherman  merantau kekota dengan membawa luka hatinya. Sambil membawa ijazah SMA nya, dulu pak Suherman kesana kemari melamar pekerjaan. Setelah sekian lama berjuang akhirnya  ayah dari Indra dan Santi itu dulu diterima disalah satu perusahaan.  Sebagai putri dari si pemilik perusahaan, dulu bu Ranti tertarik sekali oleh pak Suherman yang tampan. Setahun kemudian akhirnya mereka menikah. Tapi meskipun bu Ranti sangat mencinati pak Suherman, gengsinya sebagai keturunan ningrat, tetap tidak hilang. Itulah permasalahan yang terjadi antara bu Ranti dan ibu mertuanya selama ini. Rupanya sekarang pak Suherman di ingatkan pada masa lalunya yang mirip seperti yang dialami anak lelakinya itu.


“Kamu akan segera bertemu dengan oma kamu In. Papa yakin, setelah ada oma dirumah kita, kamu akan cepat sembuh, selain akan merasa terhibur.”


Tepat pukul satu siang, mobil pak Suherman tiba dirumah kediamannya. Ketika melihat bu Sarah turun dari mobil dipapah oleh suaminya, bu Ranti ternyata sudah menyambut diteras sambil bergenang air mata. Pas orang yang ditunggunya sampai.“Ibu, maafkan saya ya ?”   Ibunya Indra dan Santi ini langsung memeluk ibu mertuanya.


Bu Sarah pun mengelus-ngelus punggung menantunya disertai genangan air mata keharuannya.


“Oma ?”

__ADS_1


“Sebentar nak Ranti…Gadis yang cantik ini  siapa ?”


“Dia kan cucu ibu, namanya Santi”


“Masa Alloh….Besar sekali ternyata kesalahan ibu sama kalian. Anak kamu  itu ternyata sudah besar-besar  Herman. Mereka tumbuh sehat dan lucu-lucu itu pasti karena peranan istri kamu yang sangat cinta terhadap keluarga. Terimakasih ya nak Ranti ?”    air mata bu Sarah, tiba-tiba mengalir deras. Mungkin karena selama ini ia sendiri sudah kurang perduli terhadap mereka.


“Bu ? Sekarang kita langsung kekamarnya Indra saja ya ?  San, kalau kamu bikinkan minuman yang segar untuk oma. Langsung nanti bawa kekamar kakakmu. Papa kekamarnya Indra sekalian bawa barang-barangnya ibu .”


Ketika diajak kekamar Indra, ternyata bu Sarah lebih bersemangat lagi. Tapi sesampainya ditujuan sungguh diluar dugaan.


”Keluar semuanya !”  Indra mengusir orang-orang yang masuk kekamarnya. Terhadap neneknya sendiri belum sempat melihat karena posisinya tetap membelakang .


“Herman..,anak kamu seperti ini sudah berapa lama ?”


“Sejak cobaan itu bertubi-tubi menimpanya, sikap Indra memang begitu bu”


“Sekarang kalian tinggalkan kami berdua. Nggak keberatan kan ?”  kata bu Sarah. Ternyata Pak Suherman dan istrinya akhirnya meninggalkan bu Sarah dan Indra.


“In…? Sekarang kita hanya tinggal berdua. Apakah terhadap oma sikap kamu akan seperti terhadap mereka ?”  Setelah dikamar tinggal berdua, bu Sarah mengawali kata-katanya.


“Oma ingat kami ternyata ?”  Selain nyambar perkataan omanya, ternyata Indra membalikkan badannya. Air mata bu Sarah deras lagi dan keluarnya lebih kuat dari yang sebelumnya.


“Sekarang bangun In…Oma yakin  sebetulnya  kamu itu sangat kangen sama oma “


“Oma benar…Indra itu sangat kangen sama Oma. Tapi kalau bangkit, kaki Indra sakit sekali.”


“Ya Alloh…Cucuku ini masih muda. Tapi engkau tetah memberinya cobaan yang sangat berat… Semoga dia selalu diberi kekuatan dan ketabahan.”


“Amiiin….”  Diatas pembaringannya Indra tersenyum. “Kalau oma sering mendoakan Indra, Indra pasti akan cepat sembuh.”

__ADS_1


“Amiiin….Mudah-mudahan “   Yang mengamini dan tersenyum itu kini Pak Suherman dan bu Ranti. Setelah keduanya tadi keluar sebentar, kini sepasang suami istri itu ternyata pada masuk lagi. Karena menurutnya, situasi pasti sudah membaik. Dan ternyata benar.


__ADS_2