KELIRU

KELIRU
BERTEMU SAHABAT


__ADS_3

"Hai, kamu Donut kan ?" tanya Mega pada wanita itu.


"Hai, kamu Meles? iya kamu meles?" tanya wanita itu dan keduanya pun teriak sambil lompat-lompatan.


"Aaaaa.. Donut akhirnya kita bertemu lagi. Sudah lama sekali ya aku tidak kesini," jawab Mega sambil memeluk sahabat kecilnya.


Mengingat masa itu ....


Gadis kecil berusia tujuh tahun memakai seragam merah putih berjalan masuk kedalam ruang kelas, dia adalah Mega. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan sebayanya melihat Mega seperti sedang kebingungan mencari tempat duduk.


"Hai, aku Dona Utarini, kita bisa duduk bersama disini," ucap Dona sambil menepuk kursi di sebelahnya yang kosong.


"Terima kasih Dona, namaku Mega Lesmana," kata Mega sambil mengulurkan tangannya dan Dona pun membalas uluran tangan Mega.


Semenjak itu Dona dan Mega berteman sangat baik. Dona merupakan perempuan periang dan ramah, membuat Mega yang pendiam keluar dari dirinya sendiri yang sering menyendiri.


Dona merupakan anak dari salah satu asisten di kantor kakeknya Mega. Rumah mereka pun berdekatan.


Lima tahun kemudian, ada kejadian yang cukup bersejarah bagi mereka berdua.


"Dona awaaaaaas!" teriak Mega saat melihat Dona mengayuh sepedanya sangat kencang sehingga ia menambrak penjual donat yang ingin menyebrang.


BRUAAAAK!!


Aw! Sakit sekali rasanya. Yaampun tubuhku berselimut donat.


Dona memekik, sementara Mega tak kuasa menahan tawanya. Ia pun langsung menghampiri Dona.


"Nduk bagaimana ini donat jualan ibu tidak bisa dijual lagi. Kamu to kalau naik sepeda yo hati-hati, ojo kencang-kencang. Seperti sedang balapan saja," ucap ibu penjual donat.


"Maafin teman saya ya, Bu. Untuk donat jualan Ibu, biar saya yang ganti rugi. Ibu datang saja ke rumah yang ada di ujung jalan ini ya," kata Mega kepada ibu penjual donat.


"Memangnya itu rumah siapa Nduk?" tanya ibu itu memastikan.


"Rumah orang Bu," jawab Mega dengan memasang wajah serius.


"Loh ibu kira rumahmu to Nduk, lalu bagaimana ini jualan Ibu?" pekik ibu penjual donat kemudian bertanya pada Mega dan Dona.


"Hehe saya bercanda Bu, itu rumah saya. Ayok kalau Ibu gak percaya, ikut saya!" jawab Mega kemudian mengajak ibu penjual donat ke rumahnya.


Tubuh Dona banyak sekali stempel krim donat yang berbentuk bulat-bulat, sepanjang perjalanan Dona hanya menekuk wajahnya karena Mega tak henti-hentinya menertawakannya.


Sesampai di rumah Mega, mereka pun masuk ke dalam.

__ADS_1


"Ibu dan kamu, Don tunggu sebentar ya disini, aku mah panggilkan nenek lebih dulu," ucap Mega dan keduanya pun mengangguk.


"Rumahnya besar sekali ya Nduk," ucap ibu penjual donat.


"Nggih Bu, Mega ini anak orang terpandang di kota ini," kata Dona dan ibu penjual donat tersebut hanya ber oh ria.


Mega dan Nina pun menghampiri Dona dan ibu penjual donat.


"Yaampun Dona kalau dilihat seperti ini kamu mirip sekali dengan donat," ucap Nina sambil tertawa sementara Dona hanya mengerucutkan bibirnya.


"Nenek kenapa menertawakanku!" rengek Dona sambil mencebikkan bibirnya.


"Maaf.. maaf Nak, habisnya kamu terlihat lucu sekali," kata Nina sambil berusaha menghentikan tawanya dan mengatur nafasnya kembali.


"Ibu maafkan cucu-cucu saya ya, tadi Mega sudah cerita semuanya kepada saya. Ini sebagai ganti rugi untuk ibu," ucap Nina sambil memberikan sebuah amplop kepada ibu penjual donat.


Ibu itu pun mengambilnya dan ia pun melihat isi amplop tersebut. Matanya langsung membulat dengan sempurna.


"Maaf Nyonya, tapi ini terlalu banyak," ucap ibu penjual donat setelah menghitung uangnya berjumlah lima juta rupiah.


"Ini rezeki untuk Ibu, dan untuk kalian lain kali kalau bermain hati-hati ya terutama kamu, Dona!" ucap Nina kepada ibu penjual donat dan juga Mega serta Dona.


Ibu itu langsung pamit untuk pulang kerumahnya.


Setelah Nina pergi, Don langsung menatap tajam Mega.


"Don kamu kalau seperti ini lebih bagus dipanggil dengan sebutan Donut deh. Apalagi nama kamu itu Dona Utarini, jadi cocok kan Donut," ucap Mega terkekeh namun Dona semakin menatap tajam Mega.


"Uuh menyebalkan dasar Meles!" pekik Dona.


"Meles? apaan tuh?" tanya Mega sambil mengelus dagunya.


"Lemes! aku balik aja, kan nama kamu juga Mega Lesmana," jawab Dona dan keduanya langsung tertawa.


*******


"Semalam Nenek baru aja tiba dan sekarang lagi bersantai di rumah," ucap Donut saat keduanya berada dimobil sedang perjalanan menuju rumah Mega.


"Oh ya? ngomong-ngomong kamu setelah lulus SMA itu ngapain aja sekarang kegiatannya?" tanya Mega.


"Aku kuliah di Yogyakarta sudah semester tiga, tapi sekarang lagi libur terus dengar dari orangtuaku bahwa kamu akan ke sini. Aku seneng banget, aku langsung on the way deh," jawab Donut.


"Senangnya, aku juga lagi nyaman bekerja di butik milik mendiang ibuku," timpal Mega sambil mendesah pelan.

__ADS_1


"Oh ya? enak dong. Kapan-kapan boleh ya aku main ke butik kamu di Jakarta?"


"Tentu boleh dong."


"Oh iya, kamu lama kan disini?" tanya Donus dengan penuh antusias.


"Sepertinya begitu, kenapa Donut?" jawab Mega kemudian bertanya kembali pada Donut.


"Aku ingin berjalan-jalan denganmu Meles," jawab Donut.


"Baiklah tapi aku akan memperkenalkan sahabatku juga nanti denganmu. Dia juga kuliah di Yogyakarta dan sekarang sedang liburan disini. Eh tunggu bukankah kemarin dia akan menjemputku di bandara tapi kenapa aku hanya melihatmu ya?" ucap Mega kemudian langsung mengambil ponsel yang ada di dalam slingbag miliknya. "Parah! ternyata dia daritadi menelponku Donut ini ada lima belas kali panggilan tak terjawab," sambung Mega kemudian menunjukkan layar ponselnya kepada Dona.


"Coba kamu telepon balik Meles, kasihan loh dia," ucap Dona dan Mega pun mengangguk.


Mega menghubungi Pinkan.


"Hallo Pinkan?" sapa Mega saat Pinkan menjawab panggilan teleponnya.


"Mega kamu dimana? aku di Bandara dari satu jam yang lalu," tanya Pinkan yang terdengar gelisah.


"Pinkan maaf, aku menyusulmu sekarang ya. Aku sudah dijalan menuju ke rumah," jawab Mega hati-hati.


"Tidak usah! biar aku saja yang ke rumahmu, kirimkan alamatmu ya!" ucap Pinkan lalu mematikan sambungan teleponnya.


Mega hanya gigit jari karena Pinkan marah padanya. Mega pun langsung mengirimkan alamat rumahnya lewat pesan.


Tak lama Mega dan Dona sampai di kediaman Nina yang berada di kota Solo. Nina menyambut kedatangan Mega.


"Sayang, akhirnya kamu sampai juga, kamu apa kabar Nak?" ucap Nina kemudian bertanya pada Mega.


"Aku baik Nek, Nenek apa kabar?" jawab Mega kemudian bertanya kembali pada Nina.


"Nenek juga baik, yuk kita makan siang lebih dulu," ajak Nina pada Mega dan Dona lalu keduanya pun mengangguk.


Saat mereka sedang menikmati makan siang, salah satu pelayan menghampiri mereka di ruang makan.


"Permisi Nyonya, didepan ada seorang wanita yang mencari Non Mega," ucap pelayan itu. Mega dan Dona langsung bertukar pandang.


"Langsung masuk aja Bi," ucap Mega dan Dona bersamaan membuat Nina mengerutkan kedua alisnya.


"Apa kalian mengundang teman kalian ke sini?" tanya Nina dengan tatapan menyelidik.


"Apa kalian mengundang teman kalian ke sini?" tanya Nina dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


__ADS_2