KELIRU

KELIRU
JANJI SERAPAH


__ADS_3

"Saya Dany, kedatangan saya kesini ingin mengetahui keberadaan April," ucap Dany yang langsung to the point.


"April? ada hubungan apa kamu dengan dia?" tanya Sahrul yang meragukan Dany.


"Kamu tak perlu tau mengenai hal itu. Sekarang beritahu saya keberadaan April," tegas Dany sambil memberikan tatapan tajam kepada Sahrul.


April tidak bilang kalau dia memiliki kekasih atau apapun semalam. Hmm.. apa aku harus mengajaknya juga bertemu dengan April?


"Maaf, bagaimana untuk lebih jelasnya setelah ini ikut bersamaku dan juga istriku bertemu dengan April? namun sebelum itu alangkah lebih baik kita sarapan bersama," usul Sahrul dan Dany pun berpikir sejenak.


"Saya gak punya banyak waktu, sekarang tunjukkan kepada saya dimana April berada," ucap Dany dengan raut wajah dingin dan tatapan tajam yang mengarah pada Sahrul. Sedangkan Sahrul bersusah payah menelan salivanya karena mendapat tatapan tajam dari Dany.


"Baik jika kamu lebih butuh April, saya akan menuliskan alamatnya. Mohon tunggu sebentar," sahut Sahrul lalu berdiri dan berjalan menuju ruang kerjanya untuk mencari sebuah kertas dan juga pulpen.


Saat Sahrul telah selesai menulis alamat tempat April saat ini, ia pun langsung bergegas keluar dari ruang kerjanya. Sahrul menutup pintunya kembali, tiba-tiba Clarissa yang sedang mengendong Sea menghampiri Sahrul.


"Sayang siapa yang mencarimu?" tanya Clarissa.


"Namanya Dany, dia mencari keberadaan April. Aku sudah mencatatnya dikertas ini," jawab Sahrul yang terlihat terburu-buru.


"Ya sudah lebih baik aku segera memberikan alamatnya pada Dany. Untuk memastikannya, nanti kita menyusul aja ya setelah sarapan," sambung Sahrul sambil menggenggam sekilas tangan Clarissa dan Clarissa pun mengangguk paham. Sahrul kembali ke ruang tamu.


"Ini alamat tempat April sekarang. Maaf sebenarnya rumah yang April tempati dulu adalah rumah kontrakan saya dengan istri saya saat pertama kali kami menikah. Dan jika memang kamu mau membawa April pergi, silahkan tapi jaga dia baik-baik," ucap Sahrul sementara Dany hanya memicingkan matanya lalu tertawa kecil.


"Kamu tidak perlu meremehkanku, April akan aman bersamaku dan dia akan berubah menjadi lebih baik," timpal Dany sambil mengambil sebuah kertas dari tangan Sahrul.


"Terima kasih, kalau begitu saya permisi," pamit Dany sambil menundukkan sedikit kepalanya lalu pergi dari hadapan Sahrul.

__ADS_1


Semoga saja itu bukan sebuah janji serapah yang kamu katakan tuan Dany. Aku berharap memang April bisa berubah menjadi lebih baik.


"Tuan maaf tamunya kemana ya? saya ingin mengantarkan minuman," tanya pelayan rumah dengan membawa segelas teh hijau dan juga cookies.


"Sudah pulang bi, sini teh hijaunya buat aya aja. Daripada mubadzir kebuang," ucap Sahrul lalu meminum teh hijau tersebut hingga habis kemudian juga menghabiskan cookie yang berada di nampan tersebut. Pelayan itu tampak tercengang terhadap kelakuan Sahrul.


Tuan Sahrul lapar atau doyan ya? belum ada beberapa menit sudah habis semua.


"Terima kasih bi," ucap Sahrul lalu pergi dari hadapan pelayan tersebut dan berjalan menuju ruang makan.


Kontrakan Sahrul


Dany baru saja tiba di depan perumahan yang tertera di dalam kertas alamat yang ia dapat dari Sahrul. Kemudian Dany melajukan mobilnya dengan kecepatan lamban untuk mencari alamat yang sesuai di kertas tersebut. Dari kejauhan Dany melihat seorang wanita yang tak lain adalah April sedang menyapu halaman rumahnya.


Dany menambahkan sedikit kecepatan mobilnya. Dan mobil berhenti tepat di hadapan April. Sementara April langsung menghentikan aktivitasnya, ia menoleh kearah mobil yang berhenti dihadapannya.


April bergumam mencoba menerka-nerka laki-laki yang berada di dalam mobil itu. Dany pun membuka pintu mobilnya. Mata April langsung membulat dengan sempurna. Manik matanya mulai berkaca-kaca saat ia tahu seseorang yang ada di hadapannya saat ini.


"Mas Dany?" tanya April yang tidak percaya. Sosok yang ia rindukan sejak kemarin.


"Apa kamu tidak merindukanku?" tanya Dany dengan seulas senyum dikedua sudut bibirnya. Tanpa ragu April membuang sapu yang di tangannya ke sembarang arah. Ia berlari kecil lalu memeluk Dany dengan sangat erat.


"Aku merindukanmu mas, sangat merindukanmu," jawab April dengan air mata yang telah membasahi kedua pipinya. Dany pun membalas pelukan April sambil mengelus lembut kepala Sahrul.


Setelah cukup lama berpelukan karena merasa tidak enak hati dilihat banyak orang yang berlalu lalang, April pun melepaskan pelukannya dan mengajak Dany masuk ke dalam. Setelah keduanya duduk di ruang tamu, April tidak melepas genggaman tangannya pada Dany.


"Mas, bagaimana kamu bisa menemukanku disini? bukankah kamu bilang akan lama perginya?" tanya April sambil memasang wajah murung.

__ADS_1


Flashback on


Dany meminta pihak pemerintah Belanda untuk memutuskan perceraian Alka dan Kiran lewat jalur khusus. Dalam waktu 2 jam, permintaan Dany di kabulkan. Pemerintah Belanda pun langsung mengeluarkan sertifikat perceraian Alka dan juga Kiran. Dengan perasaan bahagia, Dany merasa lega karena dalam waktu yang singkat ia akan kembali ke Indonesia dan bertemu dengan April.


Dany langsung mencari keberadaan Alka di kediamannya. Namun menurut security kediaman Adidaryo bahwa pemilik rumah sedang berada di rumah sakit karena Nindya sakit. Dany langsung mengemudikan mobilnya ke rumah sakit.


Sesampai dirumah sakit tak lupa ia bertanya lebih dulu pada bagian administrasi mengenai ruang rawat inap Nindya. Setelah ia dapatkan informasi tersebut, Dany langsung bergegas pergi ke ruang rawat inap Nindya.


Setelah Dany menyerahkan berkas perceraian pada Alka, Dany pun diminta Adidaryo untuk kembali ke Indonesia dan memastikan bahwa April masih ada dalam kawasannya.


Setelah pulang dari rumah sakit tanpa ragu Dany langsung melajukan mobilnya ke bandara, ia pun memakai fasilitas yang telah ia dapat dari keluarga Adidaryo yaitu pesawat pribadi. Beruntung saat itu pesawat sudah stay dan siap untuk take off.


Dany langsung masuk ke dalam pesawat. Sepanjang jalan ia memantau CCTV yang ada di sekitar kawasan rumah yang berada di tengah jenggala dan kebun. Matanya langsung membulat dengan sempurna saat Dany melihat April berhasil keluar dari rumah itu. Hingga Dany menyuruh salah satu mata-matanya untuk mengikuti kemanapun April pergi. Namun sayangnya mata-mata Dany kehilangan jejak saat Sahrul telah melajukan mobilnya.


Beruntung orang suruhan Dany mencatat nomor polisi mobil Sahrul. Dany segera melacak alamat pemilik mobil tersebut. Tak butuh waktu yang lama, ia pun mendapat informasi yang ia butuhkan dengan kecekatannya.


Sesampai di Indonesia waktu menunjukkan masih dini hari. Dany memilih beristirahat sebentar di hotel sekitar bandara. Setelah ia rasa cukup segar kembali, Dany langsung melajukan mobilnya yang telah ia parkir sebelumnya di halaman parkir bandara tersebut sebelum ia berangkat ke Belanda.


Dan tujuan Dany pun langsung ke kediaman Kelly, tempat Sahrul berada.


Flashback off


April langsung tercengang setelah mendengar penuturan Dany.


"Sekarang ikut aku pergi dari sini. Karena tempatmu bukan disini tapi disana bersamaku," tegas Dany yang seketika wajahnya berubah menjadi dingin kembali. Yang kemudian bangkit dari duduknya.


April hanya pasrah, karena disatu sisi ia juga mencintai Dany dan disisi lain dirinya tak mungkin bisa kembali bersama dengan Sahrul. Sebab saat ini hidup Sahrul sudah bahagia. April pun menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam mobil Dany.

__ADS_1


Dari kejauhan Clarissa dan Sahrul menatap kepergian April dengan hati yang lega. Saat mobil yang di kendarai Dany telah hilang dari pandangan mereka, akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah.


__ADS_2