KELIRU

KELIRU
KENANGAN YANG TERTINGGAL


__ADS_3

Rumah Nina


Tak lama Mega pergi, Nina yang baru saja berbaring di tempat tidur kemudian mengingat sesuatu dan kembali memposisikan dirinya untuk duduk.


Astaga! aku baru ingat. Mega kan belum bisa bahasa Belanda. Semoga salon yang ia kunjungi bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.


Nina pun menepuk keningnya, lalu berbaring kembali.


🌾


Salon Kecantikan


Setelah 3 jam berada di salon kecantikan, akhirnya Mega merasakan tubuhnya menjadi fresh kembali. Mega pun memakai pakaiannya kembali setelah berendam sejak 1 jam yang lalu. Pelayanan yang nyaman dan juga ramah, membuat Mega menjadi lebih relaks.


Mega keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian. Ia pun menuju kasir dan membayarnya.


"Bedankt, wachtend op uw terugkeer," ucap pelayan kasir sambil tersenyum.


(Terima kasih, ditunggu kedatangannya kembali)


"Graag gedaan," kata Mega membalas senyuman pelayan kasir tersebut.


(Sama-sama)


Mega keluar dari salon kecantikan tersebut dan berjalan menuju mobil. Tiba-tiba seorang gadis kecil yang sedang berlari menabrak Mega. Gadis kecil itu pun terjatuh.


"Sorry, are you okay?" ucap Mega sambil berjongkok membantu gadis kecil itu berdiri kembali.


(Maaf, apa kamu baik-baik saja?)


"Not problem aunty, i'm okay. Because it was my fault," jawab gadis kecil itu dan Mega pun tersenyum.


(Tidak masalah tante, aku baik-baik saja. Karena tadi salahku)


"Okay, who are you here with?" tanya Mega yang masih berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan gadis kecil itu.


(Oke, dengan siapa kamu disini?)


"With my daddy, but i don't know where's my daddy?" jawab gadis kecil itu sambil menundukkan wajahnya dan Mega pun langsung tercengang mendengar jawaban dari anak tersebut.


(Dengan ayahku, tapi aku tidak tahu dimana ayahku?)


Bagaimana bisa anak kecil sendirian disini dan tidak didampingi orangtuanya? tega sekali orangtuanya. Aku aja yang bukan orangtuanya merasa tidak tega melihat anak seimut ini.


Mega memandangi wajah gadis kecil tersebut sambil tersenyum. Tiba-tiba Mega mendengar suara langkah berlari mendekat kearah mereka.


"My baby girl darimana aja kamu? daddy cariin ternyata ada disini dan bersama orang yang tidak kamu kenal," ucap seorang laki-laki sambil mengatur nafasnya kembali.

__ADS_1


Mega yang membelakangi laki-laki itupun langsung mematung ketika mendengar suara laki-laki itu. Suara yang tidak asing baginya.


Suara itu seperti suara kak Albi. Berarti gadis kecil ini sebenarnya bisa bahasa Indonesia. Tapi diusianya yang masih dibilang dini, bahasa Inggrisnya sudah cukup bagus.


Mega pun berdiri dan membalikkan tubuhnya. Sementara Nindya hanya tersenyum sambil menunjukkan barisan gigi putih yang bersih dan rapih.


"Me-Mega?" ucap Albi sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Mega.


"Kak Albi?" kata Mega sambil menunjukkan jari telunjuknya juga ke arah Albi dan Nindya secara bergantian.


"Daddy, apakah aunty ini teman daddy?" tanya Nindya.


"Yes, my baby girl. Ini teman daddy namanya Mega, kamu bisa memanggilnya dengan aunty Mega," jawab Albi pada Nindya sambil membungkukkan tubuhnya sejajar dengan Nindya, lalu Nindya pun tersenyum kepada Mega.


"Aunty Mega, my name is Nindya. Terima kasih tadi telah menolongku," sapa Nindya pada Mega.


"Hai Nindya, iya sama-sama, nice to meet you girl," ucap Mega sambil mengelus lembut pipinya yang chubby.


"Nice to meet you too aunty," ucap Nindya tersenyum.


"Daddy, I want an ice cream," sambung Nindya merengek pada Albi.


"Okey Nindya, come on. Mega apakah kamu mau ikut bersama kami memakan ice cream di kedai sebelah sana?" ajak Albi pada Nindya kemudian bertanya pada Mega sambil menunjuk ke arah kedai ice cream yang berada di seberang salon kecantikan.


"Yes, aku ikut," jawab Mega menoleh ke ara kedai ice cream lalu mengangguk dan Albi pun tersenyum.


Kedai Ice Cream


Sesampainya di kedai ice cream, Nindya tampak antusias untuk memilih ice cream kesukaannya.


"Daddy, I want an ice cream strawberry with oreo and cheese," ucap Nindya sambil menarik-narik ujung jas yang Albi kenakan.


"Keep calm my baby girl," kata Albi mencoba menenangkan Nindya. Sementara Mega melihat interaksi ayah dan anak yang ada dihadapannya hanya dapat tersenyum.


Sebenarnya aku ingin bertanya banyak pada kak Albi. Tapi entah kenapa aku merasa kalau sekarang bukan saatnya.


Tiba-tiba ponsel Mega pun berdering. Ia langsung mencari ponselnya didalam tas.


Nenek, ada apa ya?


"Kak maaf ya, aku mau angkat telepon, sebentar ya Nindya," ucap Mega tersenyum pada Albi dan juga Nindya.


"Iya," kata Albi sambil menganggukkan kepalanya.


Mega pun menjawab sambungan telepon Nina dengan sedikit menjauh dari Albi dan juga Nindya.


"Hallo nek," ucap Mega.

__ADS_1


"Sayang kamu dimana? malam sudah semakin larut loh," tanya Nina khawatir.


Mega pun melihat arloji yang melingkar di lengannya.


Sudah pukul 9 malam rupanya, pantas aja nenek sampai meneleponku.


"Iya nek maaf ya, Mega sedang berada di kedai ice cream yang berada di seberang salon nek. Mega pulang sekarang ya, bye nenek," jawab Mega lalu menutup sambungan teleponnya.


Mega menghampiri Albi dan juga Nindya yang sedang asik memakan ice cream nya.


"Kak aku pamit pulang lebih dulu ya, nenekku sudah menelepon," ucap Mega dan Albi pun mengangguk sambil tersenyum.


"Nindya, aunty pamit pulang lebih dulu ya. Next time kita bisa bertemu kembali," ucap Mega pada Nindya.


Nindya menganggukkan kepalanya, "bye aunty see you next time," kata Nindya sambil melambaikan kedua tangannya dan Mega pun membalas lambaian tangan Nindya.


Ninda melanjutkan makan ice cream kembali, sementara Albi menatap nanar kepergian Mega.


Mega, kamu adalah serpihan kenangan yang tertinggal di masalaluku.


Albi terus menatap Mega hingga Mega menghilang dari pandangannya. Sedangkan Mega telah masuk ke dalam mobil. Supir pun melajukan mobilnya menuju kediaman Nina.


🌾


Rumah Nina


Mobil yang Mega tumpangi baru saja sampai dan terparkir di halaman rumah. Mega langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Saat Mega baru saja sampai di ruang tamu, deringan pesan masuk berbunyi dari ponsel Mega. Mega pun mengambil ponselnya yang ada di tas lalu membuka layar kuncinya.


📩 Unknown Number


Selamat malam Mega, semoga mimpi indah. Sampai bertemu kembali.


Mega begitu terkejut dengan isi pesan tersebut, senyuman tipis terukir dari sudut bibirnya yang hampir tak terlihat. Ada rasa bahagia didalam hatinya. Namun dengan cepat Mega pun menampiknya.


Huss apaan sih aku, gak boleh gak boleh. Kak Albi sudah memiliki anak dan istri. Aku pasti menemukan seseorang yang lebih baik dari pernah singgah di masalaluku.


Mega menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia pun menghela nafasnya. Mega melihat sekeliling ruang keluarga dan juga ruang makan namun ia tidak menemukan keberadaan Nina.


Ah mungkin nenek sudah tertidur dikamarnya, lebih baik aku tidur aja. Toh besok pagi aku akan memulai hari pertama di kampus.


Mega naik ke lantai 2 melewati anak tangga sambil bersenandung riang. Sesampai di kamar, Mega langsung membersihkan dirinya di kamar mandi lalu setelah itu berganti pakaian tidur.


Aaah akhirnya aku bisa merebahkan tubuhku di kasur yang sangat nyaman sekali.


Mega mencari posisi nyaman sebelum tidur, dan tak lama akhirnya iapun pergi ke alam mimpi yang sangat indah.

__ADS_1


__ADS_2