
Alka menghampiri Albi yang masih duduk santai di kursinya.
"Albi bahaya!" ucap Alka.
"Apanya yang bahaya Alka?" tanya Albi santai.
"Mega mendengar pembicaraan kita barusan," jawab Alka sambil menaruh kedua tangannya di pinggang sambil mundar mandir di samping Albi.
"Ya sudah tenang sedikit kenapa Alka, mungkin dia hanya terkejut. Coba besok temui dia, kan kamu satu kampus dengan Mega," ucap Albi yang masih terlihat tenang kemudian berdiri dari duduknya.
"Ya sudah aku mau pulang, kasihan Nindya pasti sudah menungguku. Makanya kalau kamu ingin selesai dengan Kiran, ya selesaikanlah jangan digantung. Pernikahan macam apa itu," sambung Albi sambil berdecak.
"Kamu juga dengan Vanesha tidak jelas, terlebih Vanesha sampai berani berselingkuh dibelakang kamu," timpal Alka membuat Albi langsung mengepalkan kedua telapak tangannya.
"Alka! sudahlah kalau kamu gak tahu pasti soal hidupku dan perasaanku, gak usah ikut campur. Aku mau pulang," sahut Albi dengan amarah yang masih bisa ia tahan.
Albi pun keluar kafe tersebut dan berjalan menuju mobilnya. Alka mengejar Albi, ada rasa bersalah dihati Alka.
"Albi tunggu Albi!" teriak Alka sedangkan Albi masih terus berjalan.
Alka mengejar Albi lalu menarik tangan Albi.
"Lepasin Ka, apa-apaan sih! kamu membuatku kesal aja! udah sana lebih baik kamu pulang. Kakek pasti sudah menunggu kamu," ucap Albi lalu naik ke dalam mobilnya dan menutup pintunya lalu Albi pun melajukan mobilnya.
"Aaaaaaaargh!" teriak Alka saat mobil Albi sudah menghilang dari pandangannya.
Ya Tuhan bagaimana ini? aku takut Mega akan menjauhiku. Aku harus segera menyelesaikan pernikahanku dengan Kiran.
Alka pun langsung masuk ke dalam mobilnya lalu melajukannya kembali kerumah.
Kediaman Adidaryo
Alka baru saja sampai dihalaman rumahnya, ia pun turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Saat Alka berada diruang tamu, Alka begitu terkejut dengan kedatangan Kiran.
"Ki-Kiran!" ucap Alka sambil membulatkan kedua matanya dengan sempurna.
"Tak usah berlebihan, aku ke sini ingin menemui kakekmu. Aku ingin pernikahan kita diperjelas. Aku minta maaf kalau setahun belakangan ini aku pergi darimu tanpa persetujuanmu Alka. Dan sekarang aku ingin mempertahankan pernikahan kita," ucap Kiran membuat Alka naik pitam.
"Apa? mempertahankan? kemana aja kamu selama setahun ini? aku selama ini mencarimu tapi kamu tidak ada kabar sama sekali," kata Albi dengan amarah yang masih bisa ia tahan.
"Apa! pernikahan? jadi kalian menikah tanpa sepengetahuanku!" tanya Adidaryo yang tiba-tiba muncul di ruang tamu.
__ADS_1
"Ka-kakek aku bisa jelaskan semuanya," ucap Alka dengan kegugupan yang menguasai dirinya.
"Jelaskan padaku sekarang juga!" tegas Adidaryo.
Flashback on
Vondelpark
Alka sedang bersantai duduk dibawah pohon sambil membuka laptopnya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya di taman kota terluas di Amsterdam, Vondelpark. Banyak orang-orang yang beraktivitas di sekitar taman ini. Mulai dari berjalan-jalan, bersantai menikmati keindahan taman, bermain, berjemur, piknik, bersepeda hingga bermain skateboard.
Tanpa sengaja Alka melihat seorang wanita yang duduk tak jauh dari tempatnya bersantai.
Cantik dan menawan.
Itulah kesan pertama saat Alka melihat wanita itu. Tanpa ia sadari, wanita itupun memperhatikan Alka. Sesekali mereka saling melirik bergantian.
Sepetinya wanita itu sendiri, apakah aku mengajaknya untuk berkenalan aja ya?
Setelah menimbang-nimbang keyakinannya, Alka menutup laptopnya lalu berdiri. Begitupun dengan wanita itu.
Keduanya berdiri bersamaan, Alka melempar senyum kepada wanita itu lalu berjalan menghampirinya.
"Hai, aku Alka. Namamu siapa?" tanya Alka sambil mengulurkan tangannya.
Setelah pertemuan pertama, 2 bulan kemudian Alka menyatakan perasaannya pada Kiran dan Kiran pun menerima Alka menjadi kekasihnya. Perjalanan asmara keduanya berlangsung selama 4 bulan.
Tepat di anniversary keempat bulan, keduanya memutuskan untuk menikah. Namun ada satu yang menghalangi pernikahan mereka yaitu restu dari orangtua Kiran maupun Alka, perusahaan orangtua Kiran merupakan rival dari Adidaryo Grup.
Alka pun bingung, ia tidak bisa meninggalkan Kiran karena sudah terlanjur mencintai Kiran begitu pun dengan perasaan Kiran sendiri kepada Alka. Akhirnya mereka menikah secara diam-diam hanya Albi yang mengetahui pernikahan keduanya. Alka dan Kiran pun memilih tinggal bersama di apartemen milik Alka yang ia dihadiahkan untuk Kiran.
Setelah 5 bulan pernikahan Alka dan Kiran, Kiran mendapat tawaran job model dengan penghasilan yang fantastic di negeri Jiran. Bahkan Kiran tidak mengakui pernikahannya dengan Alka ketika di luar rumah. Pada saat itu Alka sangat melarang keras untuk Kiran pergi.
Namun tekad Kiran sangat kuat dan itu merupakan cita-citanya sejak kecil. Akhirnya Kiran pun pergi ke negeri Jiran tanpa sepengetahuan Alka.
Setelah Alka mengetahui Kiran pergi, Alka mencari Kiran kemana-mana namun ia tak kunjung menemukan Kiran. Hingga akhirnya Alka kembali ke kediaman Adidaryo dan meninggalkan apartemennya.
Setahun berlalu dan sekarang Kiran kembali lagi meminta untuk mempertahankan pernikahannya dengan Alka.
Flashback off
"Jadi kamu anak dari Samudera dan Monic?" tanya Adidaryo seketika menunjukkan raut amarah yang mulai menguasainya. Sementara Kiran hanya mengangguk lemah sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Alka! bagaimana bisa kamu bertindak bodoh hanya karena cinta!" bentak Adidaryo sambil memberi tatapan tajam kepada Alka.
Bagaimana ini, kakeknya sangat menakutkan. Aku tidak bisa membantu ayah kalau menghadapi orang seperti tuan Adidaryo.
Kiran begitu gelisah saat mendengar kemarahan Adidaryo.
"Kiran, mulai sekarang ku ceraikan dirimu. Dan aku akan segera mengurus perceraian kita," ucap Alka mantap membuat Kiran langsung menatap mata Alka dalam-dalam.
"Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi Alka?" tanya Kiran memasang raut wajah sendu dan air mata yang mulai berkaca-kaca.
"Kiran, maaf dulu aku sangat mencintaimu tapi sekarang aku sudah tidak mencintaimu lagi," jawab Alka dengan menurunkan nada bicaranya.
"Kenapa? apa kamu sudah memiliki wanita lain Alka?" tanya Kiran sambil melipat kedua tangannya di dada.
Namun Alka tidak bergeming. Sedangkan Adidaryo masih memperhatikan keduanya dengan sorot mata yang sulit diartikan.
Tidak mungkin aku bilang kalau sekarang aku mencintai Mega. Aku sendiri pun tidak tau perasaan Mega padaku itu seperti apa. Aku harus memastikan perasaan Mega padaku lebih dulu. Kali ini aku gak boleh gegabah.
"Tidak ada hubungannya dengan wanita lain, ini soal kita Kiran. Bahkan selama satu tahun, kamu tidak pernah mengabariku sama sekali. Wajar aja jika perasaanku telah hilang untukmu. Buat apa aku memperdulikan seseorang yang sama sekali tidak memperdulikanku," jelas Alka sambil menekankan kata-katanya.
Kiran pun menghela nafasnya begitu berat, meski sedikit masih ada rasa cinta di hati Kiran. Namun ia sadar akan kesalahannya.
"Baiklah, mulai saat ini kita bukan siapa-siapa lagi Alka. Semoga kamu bisa menemukan seseorang yang mampu menerima dan menghargai kamu sebagai seorang suami," ucap Kiran dengan pasrah.
Adidaryo mengukir senyuman yang hampir tak terlihat.
Baguslah wanita itu bisa menerima perceraiannya, tapi aku harus tetap waspada. Samudera pasti tidak akan tinggal diam.
Adidaryo pun akhirnya pergi dari hadapan Alka dan juga Kiran.
Akhirnya kakek tua itu pergi juga. Aku tidak akan tinggal diam setelah dicampakkan oleh Alka.
"Kalau begitu aku pergi, jaga dirimu baik-baik," pamit Kiran sambil memberikan senyum smirk kepada Alka.
Dari sorot matamu, tidak mungkin seorang Kiran hanya pasrah dengan keputusanku.
Alka pun membalas senyuman smirknya kepada Kiran. Kemudian Kiran pun pergi dari kediaman Adidaryo.
Aku harus segera menemui kakek untuk membuat rencana dan memastikan semuanya akan baik-baik aja.
Alka pergi dari ruang tamu dan menuju ruang kerja Adidaryo.
__ADS_1
Bersambung..