
"Sebenarnya, aku kesini karena ada suatu urusan yang harus aku selesaikan April," jawab Sahrul sambil menoleh lalu menunjukkan senyum tipisnya.
"Oh, lalu bagaimana dengan istrimu?" tanya April hati-hati membuat Sahrul menaikkan sebelah alisnya. Pandangan Sahrul masih tetap fokus menyetir mobil.
"Sejak kapan kamu perduli dengan istriku April?" tanya Sahrul dengan nada menyeleneh sementara April menahan nafasnya seolah terasa sesak dan begitu sulit untuk mengempaskan nafasnya.
"Baiklah tidak usah dijawab juga jika kamu keberatan Sahrul," jawab April yang menatap ke luar jendela mobil sedangkan Sahrul sesekali melirik ke arah April.
Oh hati yang terluka, haruskah aku harus tetap menahan dalam kesakitan ini? ditinggalkan oleh seseorang yang sudah benar-benar aku cintai dan sekarang bertemu kembali dengan seseorang yang pernah berada dalam hidupku dulu.
Bayangan April tertuju pada Dany yang telah pergi meninggalkan dirinya. Sahrul hanya menatap April dalam diam.
Sebenarnya aku ke sini sedang ada meeting dengan client. Tapi rasanya tak mungkin aku menceritakan padamu. Kita udah tak sama lagi, kita yang sekarang bukan kita yang dulu. Satu-satunya kebahagiaanku saat ini hanyalah Clarissa dan Sea.
Flashback on
Pagi pun tiba, Sea menangis karena merasa haus. Clarissa langsung menghampiri dan menggendong Sea, ia pun mencoba menenangkan Sea. Tak lama Sea pun tertidur kembali. Sahrul yang baru saja selesai mandi, langsung berjalan menghampiri Clarissa yang baru saja menaruh Sea ke dalam box baby.
"Apa Sea tertidur kembali?" tanya Sahrul sambil memeluk Clarissa dari belakang dan mengecup bahu Clarissa.
"Sudah sayang, kamu siap-siap dulu ya nanti keburu siang loh berangkat ke kantornya," jawab Clarissa sambil melepaskan pelukan Sahrul.
"Baiklah," ucap Sahrul lalu mengecup kening Clarissa, ia pun langsung bergegas ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya.
Setelah beberapa menit kemudian, Sahrul keluar sudah berpakaian rapih.
"Cla, sepertinya hari ini aku akan meeting di luar kota dan akan pulang malam. Apa kamu ingin dibelikan sesuatu?" ucap Sahrul lalu bertanya pada Clarissa.
__ADS_1
"Memangnya meeting dimana sayang?" tanya Clarissa, Sahrul sambil berkaca membenarkan dasinya kembali dan menyisir rambutnya.
"Ke Bandung Cla," jawab Sahrul yang kemudian menyemprotkan beberapa semprotan parfum ke jasnya.
"Oh, belikan aku Makuta ya. Tapi semua rasa sama cupcake nya juga," ucap Clarissa sambil menggelayut manja di lengan Sahrul. Kemudian Sahrul tersenyum sambil mencubit manja hidung Clarissa. Dan Clarissa pun terkekeh dengan cepat ia mengecup sekilas bibir Sahrul.
Setelah cukup lama bermanja-manja disaat Sea masih tertidur. Sahrul akhirnya pamit untuk berangkat lebih awal dan memilih sarapan di jalan.
🌾🌾🌾
Hari sudah semakin sore, Sahrul baru saja menyelesaikan meeting hari ini. Karena sebagian proyek perusahaan Stevan dipegang oleh Sahrul. Kelly maupun Stevan sudah mulai membuka diri dan menyambut hangat hadirnya Sahrul kembali untuk Clarissa dan juga cucu mereka, Sea. Sahrul kemudian melajukan mobilnya menuju sebuat outlet toko jajanan khas Bandung yang sangat terkenal . Sahrul masuk ke dalam dan membeli sesuai permintaan Clarissa.
Toko tersebut sangat ramai sekali membuat Sahrul harus menunggu 2 jam untuk mendapatkan pesanannya. Setelah 2 jam berlalu, akhirnya Sahrul telah selesai membayar kemudian membawanya ke mobil. Sebelum mengemudikan kembali mobilnya, Sahrul menelepon Clarissa terlebih dahulu.
"Hallo Cla," sapa Sahrul saat Clarissa menjawab panggilan teleponnya.
"Aku baru aja selesai membeli pesananmu, oh iya aku akan makan malam lebih dulu ya dan kemungkinan sampai rumah tengah malam," jawab Sahrul dengan penuh harap Clarissa dapat mengerti. Karena semenjak setelah lahiran, Clarissa menjadi lebih sensitif dan manja. Mungkin karena selama hamil Sahrul tidak memperdulikannya. Namun walaupun demikian Sahrul tetap terus mengerti dan memahami kondisi psikis seorang ibu setelah melahirkan supaya tidak terjadi baby blues yang dapat membahayakan ibu maupun anaknya.
"Oke sayang, hati-hati dijalan ya. Makan yang banyak. Aku tunggu kamu di rumah, bye sayang," ucap Clarissa membuat perasan Sahrul lebih lega. Ia pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.
Sahrul mulai menyalakan mobilnya lalu melajukannya menuju salah satu restoran terdekat. Tak lama ia pun menemukan restoran yang sangat menggugah ***** makannya.
1 jam kemudian, dirinya telah selesai makan malam. Sahrul pun ke kasir untuk membayar makanannya. Sahrul keluar dari restoran tersebut, namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ia mendengar suara notif dari ponselnya. Sahrul berdiri di samping mobilnya sambil bersandar dengan kedua kakinya.
"Sahrul," ucap April lalu Sahrul langsung mengangkat wajahnya dan tersentak kaget, beruntung ponselnya tidak sampai terjatuh.
"Astaga! siapa kamu?" tanya Sahrul sambil menjauhkan dirinya dari April.
__ADS_1
"Sahrul ini aku April," jawab April yang kembali mendekat kepada Sahrul sambil merapihkan kembali rambutnya.
"April?" tanya Sahrul lalu April pun mengangguk cepat sambil tersenyum.
April pun menceritakan apa yang telah terjadi padanya didalam pelukan Sahrul dan hati Sahrul tersentuh.
Apa sebaiknya aku mengantarkannya ke kontrakan aku dan Clarissa dulu ya? setahu aku, April tidak memiliki orang tua. Lagi pula sudah malam begini.
Sahrul pun mengajak April masuk ke dalam mobilnya lalu ia pun menancapkan pedal gas kemudian melajukannya.
Flashback off
Beberapa jam kemudian, keduanya telah sampai di sebuah kontrakan sederhana yang berada di sebuah perumahan subsidi di Jakarta. Waktu telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Sahrul langsung membuka pintu kontrakan tersebut yang sebelumnya ia ingat kalau ia pernah menaruh kunci cadangan di ventilasi udara yang berada di atas jendela.
"April lebih baik kamu istirahat disini ya, aku pamit pulang sekarang. Dan ini ada uang untuk membelimu makan besok," ucap Sahrul sambil mengeluarkan dompet dari saku celananya dan memberi April beberapa lembar pecahan seratus ribuan.
April menerima uang pemberian Sahrul . Lalu ia menarik tangan Sahrul, "kamu mau kemana? tidakkah aku menemanikh disini? aku takut."
"Maaf April, aku seperti ini karena aku kasihan terhadap kamu. Dan kamu jangan salah sangka dengan sebaikanku. Anggap aja ini pemberian dari seorang teman, aku permisi," tegas Sahrul namun masih bernada lembut kemudian Sahrul melepaskan genggaman tangan April dilengannya.
Sahrul pun pergi dari rumah kontrakan itu. Kemudian ia pun melajukan mobilnya menuju rumah.
Kenapa sekarang kamu berubah Sahrul? dimana dirimu yang dulu begitu hangat bahkan tak ingin jauh dariku? mas Dany kenapa kamu tega membuatku menderita seperti ini. Kamu membuat perasaanku hancur, aku berharap tidak akan ada anakmu di dalam perutku.
April menangis sambil menatap kepergian Sahrul yang sudah tidak terlihat lagi. Ia pun masuk ke dalam dan menutup kembali pintunya.
April melihat ke sekeliling rumah tersebut, tak ada yang berubah. Foto-foto Clarissa dan Sahrul masih terpasang disana.
__ADS_1
Mereka terlihat tampak bahagia. Akankah aku akan sebahagia mereka ketika mas Dany kembali?