
Macau
Adidaryo sedang bekerja sama dengan para orang suruhannya untuk melakukan penangkapan Kinan. Menurut informasi para orang-orang yang telah mendapat perintah dari Adidaryo, bahwa Kinan saat ini tengah berada di negara sekitar Asia. Tepatnya di Macau, dia sedang berbulan madu dengan suami barunya. Beberapa menit yang lalu, para orang-orang Adidaryo telah sampai di negara Macau dan mengepung seluruh negara tersebut.
Tepat di salah satu hotel ternama di Macau tempat Kinan berada. Para orang yang ditugaskan serta polisi setempat yang tergabung dalam kesatuan polisi Asia telah memberi keamanan yang ketat di sekitar hotel tersebut.
Dengan menggunakan pesawat pribadi, Adidaryo telah sampai di Macau Internasional Airport. Ia pun turun dari pesawat dan berjalan menuju mobil yang sudah disediakan.
Adidaryo telah masuk ke dalam mobil, tanpa menunggu lama mobil pun melaju ke hotel tempat Kinan berada.
The Ritz-Carlton Macau
Mobil yang ditumpangi Adidaryo sampai di hotel. Ia pun turun dari mobil lalu menuju ke dalam. Sebelumnya, keduanya telah memakai headset bluetooth one ear type supaya bisa memudahkan komunikasi dengan orang-orang mereka.
"Selamat datang tuan," ucap pelayan hotel menyambut kedatangan Adidaryo.
"Apa semuanya telah siap?" tanya Adidaryo dengan wajah dinginnya.
"Sudah tuan," jawab pelayan itu yang tak lain adalah orang suruhan Adidaryo sendiri.
Mereka terus berjalan menuju sebuah kamar yang dimaksud.
"Apa kamu yakin dia benar-benar ada di dalam?" tanya Adidaryo kembali.
"Yakin tuan, para mata-mata telah memastikan kalau target tidak keluar kamar sejak semalam," jawab pelayan itu.
TING
Lift pun telah sampai di lantai tempat kamar Kinan berada.
"Bagus! terus pantau semuanya," tegas Adidaryo, yang kemudian mereka melangkah keluar dari lift.
"Ini kamarnya tuan. Pintu sudah saya buka jadi tuan bisa langsung masuk ke dalam," ucap pelayan itu lalu mundur beberapa langkah sambil menundukkan kepalanya.
Sebelumnya, Adidaryo telah mendapat beberapa foto Kinan dengan tampilan yang berbeda-beda. Menurut informasi yang didapat pula, Kinan ini merupakan wanita yang sangat licik. Ia bisa saja melakukan berbagai cara supaya terhindar dari musuhnya dan juga tidak mudah tertangkap.
__ADS_1
Tanpa Adidaryo tahu, diam-diam Alka juga ikut kesana. Adidaryo membuka pintu tersebut lalu diikuti oleh pelayan yang bersamanya berjalan dibelakangnya. Keduanya berpencar mencari keberadaan Kinan. Setelah berkeliling kamar yang cukup besar, keduanya tidak menemukan keberadaan Kinan.
"Sial! dia kabur!" seru Adidaryo lalu menghubungi semua pihak yang terkait untuk mencari keberadaan Kinan. Dan perintah itu juga sampai di telinga Alka yang juga memakai alat yang sama seperti yang dipakai Adidaryo.
Alka langsung mencari, namun saat ia sedang berjalan menuju toilet ada dua orang yang ia curigai itu adalah Kinan. Alka berjalan perlahan dan mulai mendengarkan perbincangan keduanya yang kemudian masuk ke dalam toilet. Alka pun mengikuti mereka masuk ke dalam toilet tersebut dan bersembunyi di salah satu closet yang tak jauh dari kedua orang itu.
"Rolex, apakah aku sudah terlihat seperti seorang pria?" tanya wanita yang berpenampilan seperti laki-laki.
"Tentu Kinan, kamu walaupun berubah menjadi seperti laki-laki tetapi dimataku kamu adalah wanita yang sangat seksi yang selalu memuaskanku," jawab laki-laki itu sambil memberikan kecupan sekilas di bibir wanita itu.
Alka menyalakan closetnya lalu memberi kode kepada para orang Adidaryo supaya tidak terdengar oleh Kinan dan Rolex. Setelah mendapat respon, para orang Adidaryo langsung bersiap di depan toilet.
Tak lama, Kinan dan Rolex pun keluar dari toilet tersebut dan Alka keluar dari persembunyiannya. Alka melangkah perlahan, saat Kinan dan Rolex sampai di depan toilet, keduanya langsung dikepung para polisi dan orang-orang Adidaryo sambil menunjukkan pistol ke arah mereka.
Kinan dan Rolex tampak terkejut, keduanya tidak bisa kabur dari kepungan banyak orang yang sudah mengelilingi mereka. Berbeda dengan Adidaryo yang begitu terkejut saat ia mendengar kode dari suara yang ia kenal yaitu Alka. Adidaryo langsung menuju toilet yang di maksud Alka diikuti seorang pelayan yang bersamanya.
PROK PROK PROK
Alka bertepuk tangan dari luar lingkaran itu. Mata Kinan langsung membulat dengan sempurna setelah melihat Alka berada disana.
"Hai Kinan, sudah lama ya kita gak ketemu. Apakah selama kita gak ketemu, sudah berapa banyak korban yang telah kamu buat menderita hem?" tanya Alka dengan nada santai sambil mengelilingi lingkaran itu.
"Bebaskan aku dari sini!" teriak Kinan yang matanya mengikuti langkah Alka. Sedangkan Rolex dengan raut wajah yang mulai ketakutan.
"Ya aku akan membebaskanmu, tapi dengan satu syarat," ucap Alka dengan santai dan Adidaryo baru saja tiba langsung mengepalkan kedua tangannya.
"Jangan kamu bebaskan dia Alka!" teriakan Adidaryo yang menggema seisi lantai yang sepi itu lalu berjalan menghampiri Alka.
"Tenang kakek," bisik Alka lalu memberikan seulas senyumannya.
"Kenapa kamu bisa sesantai ini menghadapi mereka!" tegas Adidaryo.
"Kinan itu gak bisa kita balas dengan kekerasan, tapi pakai ini kek, o-tak," ucap Alka sambil menunjukkan jemarinya ke kepalanya.
"Baiklah kakek ikuti permainanmu," ucap Adidaryo lalu sedikit menjauh dari Alka. Kemudian Alka pun mengangguk dan mengalihkan pandangannya lagi kepada Kinan.
__ADS_1
"Cepat sebutkan caranya! aku akan mengikuti apa yang kamu mau!" teriak Kinan yang mulai tersulut emosi.
"Keep calm, syaratnya mudah kok," ucap Alka sembari memberikan senyum smirknya.
"Semuanya turunkan senjata kalian! dan langsung bawa kedua orang ini ke tempat Sanudera serta Lusy berada!" titah Alka dengan tegas. Mata Kinan dan Rolex langsung membulat dengan sempurna saat Alka memberikan perintah itu.
Semuanya pun dengan cepat masukkan kembali pistol mereka kedalam saku celana. Lalu empat orang polisi mendekat kearah Kinan dan Rolex. Keduanya langsung dibius lalu di borgol, kemudian mereka di bawa ketempat yang sama dengan Samudera dan juga Lusy.
Alka dan Adidaryo kini sudah bernafas lega. Mereka pun kembali ke Belanda dengan pesawat pribadi mereka.
Kediaman Nina
Mega dan Nindya sedang beristirahat di kamarnya, sedangkan Pinkan sedang duduk bersama Arif di teras rumah Nina.
Kecanggungan pun terjadi diantara mereka.
"Pinkan, kamu apa kabar?" tanya Arif dengan pernuh rasa gugup.
"Aku baik, kakak sendiri?" jawab Pinkan lalu bertanya kembali kepada Arif.
"Aku juga baik, sejak lama aku menunggumu. Menunggu waktu bersamamu duduk berdua disini bersamaku," jawab Arif membuat Pinkan bertanya-tanya dalam hatinya.
Apa? Kak Arif menungguku? kok bisa?
"Kenapa?" tanya Pinkan yang begitu sangat penasaran.
"Karena kamu adalah wanita yang selama ini aku tunggu. Mungkin buatmu begitu sangat tabu karena aku pun tidak pernah menunjukkan perasaanku setiap di hadapanmu. Tapi aku lakukan sejak saat itu hanya ingin menghargai perasaan Zidan, sahabatku sendiri," jelas Arif membuat Pinkan tak percaya.
Tanpa Arif tahu, Pinkan juga memiliki perasaan padanya lebih dulu ketimbang kepada Zidan. Makanya Pinkan berani meninggalkan Zidan begitu saja. Karena Pinkan merasa, tak mungkin ia berada di posisi dimana hatinya terus memaksa untuk mencintai tapi akhirnya cinta itu tidak bisa dia berikan kepada Zidan. Sikap Arif dimasa lalunya Pinkan sangatlah dingin begitupun hatinya. Dan ketika Zidan menyatakan perasaannya, Pinkan pun menerima karena jujur, Pinkan menerima Zidan atas dasar kasihan padanya yang telah berkorban banyak untuk Pinkan.
Hingga akhirnya Pinkan menyerah lalu memutuskan untuk meninggalkan Zidan. Ketika itu Zidan menceritakan tentang keputusan Pinkan kepada Arif. Ada rasa bahagia dan perasaan lega. Itu artinya cintanya untuk Pinkan masih bisa ia perjuangkan. Tanpa Pinkan tahu, Arif selalu mencari informasi tentang Pinkan. Itulah alasan Arif kenapa ia bisa bertahan dengan perasaannya selama 6 tahun terakhir ini.
"Pinkan," ucap Arif sambil menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu menghempaskan secara perlahan.
"Iya?" Pinkan menoleh kearah Arif yang duduk diseberang meja kecil yang ada disampingnya. Mata mereka pun saling bertemu dan menatap sangat lekat.
__ADS_1