KELIRU

KELIRU
TERPUKUL


__ADS_3

"Cucuku," jawab Nina membuat Adidaryo terkejut.


"Apa? cucumu?" tanya Adidaryo tidak percaya dan Nina pun mengangguk santai.


"Iya cucuku, oh iya apakah kamu kenal dengan Arkam Palevi?" jawab Nina lalu bertanya pada Adidaryo.


Adidaryo langsung membulatkan matanya dengan sempurna setelah Nina menyebut nama anak tirinya.


"Darimana kamu mengenal Arkam Palevi?" tanya Adidaryo seakan tak percaya.


"Kamu tak usah heran, dengan kekuasaanku semua bisa aku dapatkan dengan mudah," jawab Nina santai.


"Sekarang jelaskan padaku, apa hubunganmu dengan Arkam Palevi?" sambung Nina bertanya pada Adidaryo.


"Baiklah, berhubung kamu adalah istri sahabatku, maka akan aku ceritakan semuanya padamu," jawab Adidaryo pasrah.


Flashback on


Saat usia Adidaryo menginjak 25 tahun, Adidaryo dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang wanita keturunan Belanda yang bernama Sheira de Rosa. Adidaryo merupakan pewaris tunggal Adidaryo Grup. Kecerdasannya mampu membuatnya menjadi orang yang paling ditakuti di dunia bisnis dalam negeri maupun luar negeri. Perusahaan Adidaryo Grup berkembang sangat pesat ditangan Adidaryo.


Adidaryo yang awalnya tidak mengenal apalagi mencintai Sheira, mereka pun menjalani awal-awal pernikahan yang tidak mudah, terutama Sheira. Sikap dingin Adidaryo membuat Sheira tak pantang menyerah untuk melunakkan hati Adidaryo. Dengan penuh kesabaran Sheira yang luar biasa, hati Adidaryo pun akhirnya luluh.


Sheira memiliki sahabat keturunan Indonesia asli yang bernama Sri Rejeki. Sheira dan Sri menikah di hari, tanggal dan tahun yang sama namun ditempat yang berbeda. Bahkan saat keduanya mengandung pun bersamaan. Saat itu keluarga Sheira maupun Sri sama-sama tinggal di Solo.


Suatu ketika saat Sheira melahirkan, Sheira mengalami koma yang cukup lama. Sedangkan suami Sri mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat perjalanan dari tempat kerja ke rumah sakit tempat Sri dan Sheira melahirkan.


Hingga tiba saatnya Sheira menghembuskan nafas terakhirnya di hari keempat semenjak ia dinyatakan koma. Adidaryo begitu terpukul dengan kepergian Sheira. Saat ia mulai mencintai istrinya, tanpa ia sangka Sheira meninggalkannya untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Begitupun dengan Sri, baru saja ia melahirkan. Ia harus kehilangan suaminya untuk selama-lamanya. Sri sempat mengalami baby blues dan syok berat setelah kepergian suaminya. Berita itu didengar oleh Adidaryo.


Kemudian Adidaryo dengan keyakinan yang matang berniat untuk menikahi Sri demi kedua anak mereka. Meskipun tanpa didasari dengan cinta, Adidaryo tetap menghormati dan berusaha untuk membahagiakan kedua anaknya dan juga Sri setelah pernikahan itu terjadi.


Mereka hidup berkecukupan, kedua anak mereka tumbuh sangat sehat. Sheira yang memberikan anak perempuan kepada Adidaryo sedangkan Sri membawa anak laki-laki dengan pernikahannya bersama mendiang suaminya.


Hingga suatu ketika, perusahaan Adidaryo terguncang karena ada orang yang berusaha ingin menghancurkan perusahaan Adidaryo yang telah keluarganya bangun dari nol. Beruntung saat itu Adidaryo bertemu dengan Lesmana sahabatnya sewaktu SMA.


Lesmana membantu dan menaruh saham yang sangat besar di perusahaan Adidaryo. Tak lama setelah itu, Adidaryo Grup berkembang pesat kembali.


Beberapa tahun setelahnya, Lesmana menghembuskan nafas terakhirnya. Adidaryo begitu terpukul kembali setelah kepergian Sheira dulu sewaktu setelah melahirkan anaknya.


Tanpa Adidaryo sangka kembali, Sri mengidap kanker rahim stadium akhir. 5 bulan kemudian, Sri pun pergi untuk selama-lamanya. Adidaryo lagi-lagi harus terpukul karena harus merasakan kehilangan kembali saat dirinya mulai memiliki rasa cinta yang begitu besar kepada Sri. Adidaryo pun membesarkan putra dan putrinya seorang diri.


Hingga akhirnya putra dan putri mereka pun menikah. Anak Adidaryo yang perempuan bernama La Sheira Adidaryo menikah dengan anak rekan bisnisnya yang bernama Abraham Pangestu. Sedangkan anaknya yang laki-laki Arkam Palevi menikah dengan sahabat Arkam waktu kuliah dulu yang bernama Vivi Sapitri.


La dan Abraham dikaruniai putra kembar yang sangat tampan namanya Alka Adidaryo dan Albi Adidaryo. Sementara Arkam dan Vivi juga dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Damar Adidaryo.


20 tahun pernikahan La dan Abraham sangat harmonis, namun nahas saat mereka sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan mereka pun meninggal dunia.


Albi yang saat itu masih berada di Indonesia langsung diperintah oleh Adidaryo untuk kembali ke Belanda. Albi begitu terpukul begitupun dengan Alka mendengar kematian kedua orangtua mereka.


Sedangkan Arkam dan Vivi lebih memilih tinggal di Jakarta untuk mengurus perusahaan pusat Adidaryo Grup yang berada di Jakarta setelah sempat 3 tahun tinggal di Belanda bersama Adidaryo. Bahkan Adidaryo belum pernah melihat Damar dewasa, terakhir ia bertemu dengan Damar saat usia Damar 1 tahun. Karena kesibukannya di perusahaan membuat Adidaryo jarang ada waktu untuk berkumpul dengan keluarganya.


Flashback off


"Lalu apakah kamu tahu kalau Damar telah meninggal dunia?" tanya Nina.

__ADS_1


"Ya tentu aku tahu, aku sangat terpukul. Berkali-kali aku harus kehilangan orang-orang yang paling aku sayangi. Kenapa bukan aku saja yang Tuhan ambil Nin? kenapa harus mereka?" jawab Adidaryo yang tak terasa air matanya pun mengalir begitu saja membasahi pipinya


"Itu semua sudah takdir Adidaryo, sekuat apapun kekuasaan kita kalau sudah digariskan takdirnya seperti itu kita tidak bisa menolaknya," ucap Nina yang melihat iba pada Adidaryo.


"Lalu kedua cucu kembarmu sekarang berada dimana?" tanya Nina.


"Mereka berada di sini di Belanda, Alka tinggal bersamaku sedangkan Albi telah memiliki keluarga," jawab Adidaryo.


Jadi benar, Mega telah bertemu dengan Alka dan Albi tapi Mega belum tahu kalau mereka itu kembar. Dan Albi orang yang pernah menyelamatkan Mega 3 tahun yang lalu.


"Nin? Nina!" panggil Adidaryo dengan sedikit meninggikan nada suaranya.


Nina pun terkesiap, "eh iya ada apa Adidaryo?" tanya Nina.


"Kamu yang ada apa? diajak ngomong malah bengong," timpal Adidaryo.


"Oh iya sepertinya aku harus pulang sekarang, terima kasih informasinya ya," pamit Nina membuat Adidaryo langsung menatapnya bingung.


"Kenapa buru-buru sekali? apa telah terjadi sesuatu?" tanya Adidaryo penasaran.


"Tidak, tidak aku hanya ada janji dengan cucuku aja," jawab Nina sambil tersenyum terpaksa.


"Baiklah aku pulang duluan ya, bye Adidaryo," sambung Nina lalu pergi dari hadapan Adidaryo kemudian keluar dari kafe dan menuju tempat parkir.


Nina pun masuk ke dalam mobil. Pikirannya masih berkecambuk untuk Mega.


Mega, semoga Mega tidak memiliki perasaan terhadap Albi. Aku gak mau Mega menjadi pelakor antara Albi dan istrinya. Apapun masalalu Mega, aku harus tetap membuat Mega menjadi wanita yang terhormat. Tuhan beri kemudahan untuk jalan hidupnya Mega, aamiin.

__ADS_1


Hari pun sudah semakin sore, Nina pun akhirnya tiba di rumah.


__ADS_2