KELIRU

KELIRU
EPILOG - END


__ADS_3

๐ŸŽถTersadar didalam sepiku


Setelah jauh melangkah


Cahaya kasihmu menuntunku


Kembali dalam dekap tanganmu๐ŸŽถ


2 bulan kemudian


Rumah Nina


Malam sebelum acara pernikahan di mulai, baik keluarga Nina maupun keluarga Adidaryo mengadakan bachelor party di rumah masing-masing. Semuanya tampak bahagia, tak kalah menjadi pusat perhatian yaitu Mega dan Alka, keduanya tampak cantik dan tampan.


Keluarga Pinkan dan Dona telah datang sejak satu hari yang lalu. Tak ada yang aneh di malam ini. Mega bahkan merasa sangat sehat seperti yang lainnya.


๐ŸŒพ


Keesokan harinya, suasana rumah mulai ramai, dekorasi nuansa rustic begitu sangat kental dan sudah terpasang rapih di setiap sudut rumah mewah itu. Mega sendiri yang meminta pihak wedding organizer untuk membuat acara pernikahannya sangat istimewa.


Dikamar pengantin, sang pengantin wanita pun telah selesai di makeover dengan begitu anggun dan cantik. Mega pun bercermin dengan raut wajah yang begitu bahagia.


Tiba-tiba Pinkan dan Dona pun masuk ke dalam kamar Mega.


"Waah cantik sekali pengantin kita pagi ini," ucap Dona dengan berdecak kagum, Pinkan pun mengangguk cepat.


"Kalian juga sangat cantik," timpal Mega dengan seulas senyumannya.


Gaun putih gading dengan bagian dada yang terbuka serta menjuntai panjang dengan taburan swarovsky dan pita di belakangnya membuat Mega tampak berbeda dihari bahagianya. Gaun ini sengaja di rancang khusus dari butik mendiang Hermelinda yang berada di Belanda. Begitupun dengan gaun yang dipakai oleh Pinkan dan juga Dona serta semua keluarga kedua mempelai.


Selama 2 bulan pun persiapan tak henti-hentinya dilakukan guna memaksimalkan acara yang sangat spesial ini. Nina lah orang paling berpengaruh dala acara pernikahan Mega dan Alka.


Sejak hari kepergian Albi, Alka selalu berusaha membuat Mega untuk jatuh cinta padanya. Namun satu yang tak pernah berubah dari Alka yaitu kejahilannya yang selalu membuat Mega marah kemudian tertawa.


Mega POV


Hari demi hari telah ku lewati dengan tidak mudah. Ujian dalam hidup yang terus menghampiriku. Aku tak tahu usiaku akan sampai kapan. Aku tak tahu Tuhan akan menyabut nyawaku saat ku sedang apa. Yang aku tahu dan aku sadari, aku pasti akan mengalami hari itu.


Tidak mudah untukku yang berjuang melawan canser yang sudah mengambil separuh ragaku tapi tidak dengan jiwaku. Berkat cinta kasih yang selalu aku dapatkan, aku percaya Tuhan sangat baik padaku. Hadirnya Nindya dan kak Alka membuatku sadar. Kalau aku masih sangat dibutuhkan untuk melukis pelangi diatas langit yang mendung.


Bukankah dalam hidup selalu ada yang namanya pasang surut? begitulah dengan hidupku, saat aku diberi kebahagiaan dan saat itu juga aku diberi kesedihan. Aku rasa Tuhan itu adil. Supaya aku bersyukur atas nikmat yang telah Dia beri, aku diberi rasa sedih. Dan supaya aku bisa kuat, aku diberi rasa bahagia.


Saat aku kehilangan orang-orang yang aku cintai, aku merasa hidupku tak ada gunanya lagi. Semua terasa sangat hampa. Namun disaat itu juga satu per satu Tuhan memberikanku penggantinya mulai dari nenekku yang sangat baik dan luar biasa, Nindya yang mengajarkanku banyak arti kesabaran, Pinkan dan Dona yang menyadarkanku kalau aku tak sendiri serta kak Alka yang membuatku merasa aku orang yang layak untuk dicintai dan mencintai.


Sikapnya yang sabar walau terkadang bar-bar, menambah bumbu dalam usahanya meluluhkan hatiku. Namun ada hal menarik yang aku sukai dari kak Alka, selera kami sama.


Bahkan kak Alka jarang sekali mengajakku ke restoran mewah di kota ini. Justru ia selalu mengajakku ke tempat-tempat uang tak pernah aku kunjungi sebelumnya. Mungkin karena kak Alka jauh lebih lama tinggal disini.


Tapi ada satu keraguan yang selalu menghantui hidupku saat ini. Aku merasa ingin hidup lebih lama lagi, mengukir cerita indah bersama pendamping hidupku dan orang-orang yang aku sayangi.


Aku selalu berdoa, Tuhan berikan sisa waktuku untuk bisa lebih berharga bersama-orang-orang yang aku cinta. Dan jika aku akan pergi, aku ingin pergi dengan senyuman bukan dengan tangisan.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Author POV


"Kalian kok masih disini, ayok segera turun ke bawah. Sebentar lagi acara akan dimulai," seru Nina dari ujung pintu kamar Mega.


"Eh iya nek, kami akan segera turun ke bawah," ucap Pinkan sembari tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah jangan lama-lama ya," tutur Nina lalu pergi dari kamar Mega menuju tempat acara.


"Mega apakah kamu sudah siap?" tanya Pinkan dan Mega pun mengangguk sambil tersenyum.


Pinkan dan Dona pun membantu Mega berjalan keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Sesampai di tempat acara, tampak Alka sudah hadir disana dengan memakai toxedo berwarna hitam dipadukan dengan kemeja putih gading, dasi dan juga sematan bunga mawar putih di saku toxedonya.


Keduanya pun saling bertukar pandang dan mengurai senyum, saat Mega berjalan menghampiri Alka tiba-tiba...


BRUUUUKKKK!


Pinkan dan Dona yang sedang memegang ekor gaun Mega langsung tercekat kaget saat melihat Mega tiba-tiba pingsan.


"Mega!" ucap Pinkan, Dona dan semua orang yang hadir disana.


Alka langsung berlari menghampiri Mega.


"Mega, bangun sayang jangan membuatku cemas di hari bahagia kita," ucap Alka lalu langsung mengangkat tubuh Mega ala bridal style menuju ke mobilnya saat ia melihat ada darah yang mengalir dari kedua hidung dan telinga Mega.


Nina, Adidaryo, Pinkan dan Dona langsung ikut mengikuti mobil Alka meninggalkan pesta tersebut. Mereka menuju rumah sakit dengan perasaan yang tak karuan.


Sint Lucas Andreas Hospital


Sesampai rumah sakit, Mega langsung dibawa ke ruang emergency dan beberapa perawat langsung bergegas memanggil dokter dan menggantikan pakaian Mega karena gaunnya terkena bercak darah. Semuanya menunggu di luar ruangan emergency.


Dua jam kemudian, pemeriksaan pun telah selesai. Dokter keluar dari ruangan itu, semuanya langsung bangkit dari duduknya lalu menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan cucu saya dok?" tanya Nina dengan rasa yang begitu gelisah.


Dokter pun menghela nafasnya, "Sel kanker yang ada di tubuh pasien sangat lah cepat menjalar ke seluruh tubuhnya. Dan sel kanker yang sebelumnya tidak terdeteksi ternyata saat ini lebih ganas. Pasien sudah masuk ke dalam stadium 4 akhir. Memang waktu hampir 8 bulan ini bisa dibilang sangatlah cepat."


Semuanya masih mendengarkan dengan seksama apa yang akan dikatakan dokter selanjutnya.


Alka mengacak rambutnya merasa begitu sangat frustasi. Tak ada kata yang mampu terucap selain ia ingin memeluk Mega walau untuk yang terakhir kali.


"Dok bolehkan saya masuk ke dalam?" tanya Alka dan dokter pun mempersilahkannya.


Alka pun masuk ke dalam sambil berlari. Ia pun langsung memeluk Mega dengan sangat erat, seolah Alka masih tak rela jika Mega harus pergi.


Tangis Alka yang tadi sempat tertahan, kini pecah saat ia memeluk Mega yang sudah tak lagi bernyawa.


๐ŸŽถSeusai itu, senja jadi sendu awan pun mengabu


Kepergianmu menyisakan duka dalam hidupku


'Ku memintal rindu, menyesali waktu mengapa dahulu


Tak ku ucapkan aku mencintaimu sejuta kali sehari


Walau masih bisa senyum


Namun tak selepas dulu


Kini aku kesepian...


Kamu dan segala kenangan


Menyatu dalam waktu yang berjalan


Dan kini aku sendirian

__ADS_1


Menatap dirimu hanya bayangan


Tak ada yang lebih pedih


Daripada kehilangan dirimu


Cintaku tak mungkin beralih


Sampai mati hanya cinta padamu๐ŸŽถ


Setelah cukup lama Alka memeluk Mega ia pun kemudian melepaskan pelukannya karena ada beberapa perawat yang masuk ke dalam ruangan itu. Para perawat itu akan mengurus pemakaman Mega.


Alka keluar dari ruangan itu dengan langkah gamang. Entah setelah ini ia harus apa, cintanya telah pergi meninggalkan ia sendiri. Sedangkan Nina hanya terdiam dengan tatapan kosong. Putri kecilnya kini telah pergi meninggalkannya sendiri.


"Nek, nenek harus tetap kuat supaya Mega terus tersenyum disana," ucap Pinkan sambil mengelus lembut punggung Nina.


๐ŸŒพ


Tiga jam berlalu, kini Mega telah dikebumikan di samping makam kedua orangtuanya dan juga kakeknya. Nina masih duduk disana menatapi keempat orang yang paling ia cintai kini telah pergi meninggalkannya sendiri.


Kini aku sadar, harta bukanlah segalanya untuk membuat seseorang tetap sehat dan bahagia. Tapi kuasa Tuhanlah yang menentukan semua itu. Suatu hari aku akan berkumpul bersama kalian, disurgaNya.


Nina masih terpaku, begitupun dengan Alka hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya bersama Mega namun seketika berubah menjadi duka yang begitu membekas didalam lubuk hatinya.


Mega Lesmana, selamat jalan kasihku. Terima kasih telah memberi warna dalam hidupku. Terima kasih telah mau membuka hatimu kembali untukku. Terima kasih ats segala senyum yang pernah kau ukir dalam hari-hariku. Semoga kelak kita bisa bertemu kembali, di waktu yang telah kita nantikan bersama. I love you more.


Mega POV


Sungguh aku belum siap pergi darimu kak Alka. Aku masih ingin bersanding denganmu. Menulis lembaran baru yang bahagia tentang cerita kita.


Tapi aku tak bisa apa-apa, Tuhan lebih menyayangiku. Walau aku tahu cinta dan kasih sayangmu juga begitu besar untukku begitupun dengan cinta dan kasih sayang nenek padaku.


Maaf aku harus pergi, aku titip Nindya dan semua orang yang aku sayangi. Jika kelak kau jatuh cinta lagi, ku harap aku tetap bisa kau kenang dalam hatimu. Semoga kita bisa bertemu kembali di keabadian.


Kini ku sadar, semua rasa yang pernah ada dalam hidupku. Sesungguhnya rasa itu hanya titipan supaya aku bisa bahagia diatas kesedihanku. Dan rasa yang kekal itu hanya rasa cinta pada Tuhan.


Selamat tinggal.. aku selalu dihatimu..


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’ T A M A T ๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’...


...Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...


Apa kabar para pembaca setiaku?


Semoga kabar kalian baik dan sehat selalu ya. Author ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang sudah mengikuti cerita ini dari awal. Terima kasih atas masukan kalian yang sangat membuat Author menjadi lebih terpacu lagi untuk belajar dalam merangkai sebuah cerita.


Semoga dari cerita yang aku suguhkan ini bisa menginspirasi teman-teman semua. Terima kasih atas jejak dan dukungan yang sudah kalian berikan untuk karya Author. Semoga kebaikan kalian selalu dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Maaf jika ada kesalahan penulisan ataupun maksud dari cerita Author. Kekeliruan dari Author sendiri dan kebenaran datangnya hanya dari Allah.


Salam sayang dari Author terkasih untuk kalian semua. Author dan keluarga ingin mengucapkan..


...Mohon Maaf Lahir & Batin...


...Selamat Hari Raya Idul Fitri...


...1442 H / 2021...


...by. StrawCakes๐Ÿฐ...

__ADS_1


__ADS_2