
Jujur, sampai saat ini aku masih tidak mengerti perasaanku. Aku belum tau arti hadir dirimu saat ini dihidupku. Kamu dan Alka adalah orang yang begitu berjasa untukku. Aku bahagia bisa mengenal kalian. Tapi aku tidak bisa memberikan hatiku saat ini padamu ataupun Alka.
"Disini aku merasa kasihan dengan Nindya yang begitu sangat membutuhkan sosok ibu. Dia mengingatkanku saat aku kecil dulu. Jauh dari ayah dan ibuku. Tapi kalau untuk bersamamu, aku belum tau karena hatiku masih belum yakin kak," jawab Mega sambil menoleh kepada Albi.
"Tak apa aku mengerti, mungkin ini terlalu tergesa-gesa bagimu. Aku rela menunggu hingga hatimu yakin padaku, tapi ku mohon beri aku kepastian supaya aku tidak mengharapkan seseorang yang tidak mengharapkanku," ucap Albi dengan penuh keyakinan.
Ku lihat matamu ada ketulusan disana. Tapi kenapa hatiku masih ragu? mungkin karena aku pernah merasakan sakitnya berkali-kali kehilangan seseorang yang sangat aku cintai. Dan aku belum siap untuk merasakan kehilangan itu lagi.
"Lebih baik, untuk saat ini biarkan kita bersahabat. Jangan ikuti aku jika aku mulai menjauh, dan jangan pula menjauh dariku jika aku mulai mendekatimu," kata Mega sambil tersenyum.
"Aku tidak tau kapan perasaan ini hadir untukmu, yang jelas saat ini aku sangat mencintaimu. Aku akan tetap menunggu kamu, hingga hatimu yakin. Bahwa cintamu tertaut hanya untukku, Mega Lesmana," ucap Albi yang ikut tersenyum.
Akhirnya aku tahu perjalanan hidupmu setelah pertemuannya denganku, aku merasa lebih lega sekarang.
"Kamu tau kak? rasa cinta itu akan hadir dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, seringnya waktu bersama, dan runtuhnya ego masing-masing. Jika Tuhan memang menggariskan kita berjodoh, aku yakin sekeras apapun kita menghindar, sejauh apapun kita melangkah Tuhan pasti akan menyatukan kita bersatu dalam ikatan yang suci," timpal Mega dan Albi terus mengembangkan senyumannya.
Pemikiranmu sangat dewasa, aku paham betul dulu kamu begitu sangat terpukul. Aku juga paham hidupmu tidak mudah selama ini. Semoga Tuhan mengizinkanku melukis warna dan menulis cerita yang indah untuk perjalanan hidup kita kedepannya.
"Oh iya beberapa menit lagi aku ada kelas, sepertinya aku harus kembali ke kelas kak," sambung Mega sambil melihat arloji yang melingkar di tangannya.
"Baiklah, aku juga harus kembali ke kantor. Nanti malam, mau kan makan malam denganku dan Nindya?" tanya Albi dengan hati-hati.
Mega terkekeh, "kakak lagi gak merayuku dengan mengajak Nindya kan?" Mega membalikkan kembali pertanyaannya kepada Albi.
__ADS_1
"Aku sedang usaha Mega. Mau ya, please," ucap Albi dengan memasang raut wajah memohon.
"Iya baiklah aku mau," jawab Mega dengan senyumannya yang sangat manis.
Albi pun tak henti-hentinya menunjukkan senyumnya yang melarutkan rasa di hati Mega.
"Bye Mega, salam bertemu nanti malam. Kami akan menjemputmu pukul 8 malam," ucap Albi sambil melambaikan tangannya
"Oke, salam bertemu nanti malam kak, bye," kata Mega membalas lambaian tangan Albi.
Albi pun pergi dari hadapan Mega dan berjalan menuju tempat parkir. Saat Albi telah menghilang dari pandangan Mega, Mega pun berjalan kembali ke kelasnya. Namun tiba-tiba ada seseorang yang menarik lengan Mega dan menahannya.
Mega menoleh ke arah lengannya lalu kepada seseorang yang menarik lengannya. Mega menatap lekat ke wajah laki-laki yang ada di hadapannya.
Mega tersenyum, "kak Alka?" tanya Mega.
"Aku sudah dengar semuanya, Mega," ucap Alka sambil melepaskan genggaman tangannya dari lengan Mega.
Mega memiringkan sedikit kepalanya.
"Lalu?" tanya Mega kembali.
"Selama ini Albi gak pernah menjawab kenapa dia bisa mengenalmu. Dan hari ini aku sudah tau, ternyata kamu adalah wanita yang selama ini dia harapkan," jawab Alka sambil menaruh kedua tangannya kedalam kedua saku celananya.
__ADS_1
"Ma-maksudnya? aku benar-benar gak paham kak?" tanya Mega memastikan.
"Jadi, setelah kelahiran Nindya, Albi begitu terguncang jiwanya. Satu sisi dia sangat membutuhkan seorang wanita yang bisa ia jadikan istri untuk mengurusnya dan juga Nindya. Dan di sisi lain dia tidak mengharapkan Lusy kembali. Karena dia gak yakin Lusy akan menjadi ibu yang baik untuk Nindya. Buktinya ia pergi begitu aja saat setelah melahirkan anaknya. Bahkan aku sempat membaca sebuah note di ruang kerja Albi yang bertuliskan, semoga kelak kita dipertemukan kembali, Mega. Saat aku menyebut namamu dihadapannya, aku tau kok dia ada rasa yang lebih terhadapmu tapi dia berusaha terus menutupinya. Tapi sayangnya dia gak bisa bohong padaku," jelas Alka panjang lebar membuat Mega mengangguk paham.
Pantas aja kak Albi tadi tiba-tiba memintaku menjadi mommy untuk Nindya dan tetap bertahan bersamanya jika suatu hari nanti Lusy kembali. Tuhan aku harus bagaimana?
"Lalu maksud kak Alka kemarin malam apa?" tanya Mega dengan polosnya.
Alka memutar memori otaknya ke saat ia menyanyikan sebuah lagu kepada Mega dan mengungkapkan perasaannya. Alka langsung terpaku seolah bibirnya beku.
"Bagaimana kakak bisa mudahnya menyatakan perasaan kakak padaku padahal masih ada wanita diluar sana yang masih berstatus menjadi istri kak Alka?" tanya Mega kembali.
Alka masih tak bergeming, lalu ia pun menghela nafasnya sebelum Alka angkat bicara.
"Sebenarnya aku dan Kiran sudah lama berpisah, Kiran meninggalkanku demi karirnya. Perasaanku sejak lama telah hilang untuknya. Aku bahkan hanya menganggap Kiran hanya sebagai teman dan gak lebih. Sebelum kamu hadir dihidupku, Kiran sudah lebih dulu membuat perasaanku hilang padanya. Sejak awal aku dan Kiran sudah salah. Kami berasal dari keluarga yang sangat rival dalam dunia bisnis. Demi nama cinta, kami memaksakan untuk menikah secara diam-diam."
"Awal-awal pernikahan memang sangat indah, namun Kiran tergoda untuk mengejar karirnya dalam dunia modeling sama seperti Vanesha. Bedanya aku gak pernah tau Kiran punya kekasih gelap atau gak. Ya sekarang aku dan Kiran sudah dalam proses perceraian. Jadi kamu jangan menganggap dirimu sebagai orang ketiga antara aku dan Kiran. Aku menyatakan perasaanku kemarin malam, karena jujur saat didekatmu aku merasakan kenyamanan yang begitu damai," jelas Alka dan Mega pun merasa lega karena dia bukan orang ketiga diantara Alka dan Kiran.
"Terima kasih kak udah mau berbagi cerita denganku, aku sekarang sudah paham. Hari ini telah terjawab semua pertanyaanku yang selalu berputar dalam memori otakku," ucap Mega dan Alka pun tersenyum sambil mengangguk.
"Oh iya bukankah kamu katanya ada kelas, yul bareng ke dalam denganku," ajak Alka dan Mega pun mengangguk sambil tersenyum.
Alka dan Mega pun berjalan beriringan menuju ke dalam gedung kampus yang sama. Dari kejauhan tampak seorang wanita yang sejak tadi memperhatikan Mega.
__ADS_1
"Jadi itu yang namanya Mega, baiklah dia cantik. Tapi dia tidak bisa mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku!" kata wanita itu bermonolog.