
Indonesia
Suasana pagi di rumah Damar, hari ini Damar mengambil cuti untuk menyelesaikan hubungannya dengan April. Damar sudah semakin naik pitam, ditambah berita yang sudah beredar luas di sosial media perihal perselingkuhan aktor papan atas dengan April.
Damar yang sudah mandi dan berganti pakaian langsung berjalan keluar kamar menuju ruang makan.
"Pagi bu, yah," sapa Damar.
"Pagi, kok kamu belum rapih sih udah siang loh ini," ucap ayahnya Damar.
"Aku cuti yah hari ini," kata Damar sambil mengambil piring dan juga sendok.
"Cuti? ada perlu apa emang?" tanya sang ayah.
"Aku mau menyelesaikan urusanku dengan April yah," jawab Damar sambil mengambil nasi goreng buatan ibunya.
"Gak bisa saat weekend aja ya? kerjaan dibagian kamu bukanya lagi banyak? apalagi kemarin kamu membuat masalah dikantor," tanya ayah Damar membuat Damar berpikir sejenak.
"Ah tidak bisa yah, ini harus segera diselesaikan apalagi sudah banyak yang tau kalau aku dan April sudah bertunangan. Aku gak mau nama baikku tercoreng," jawab Damar.
"Baiklah terserah kamu, kalau sampai terjadi apa-apa di kantor menyangkut kamu. Ayah gak mau ikut campur," ucap sang ayah.
"Iya ayah tenang aja, gak akan terjadi apa-apa kok di kantor," kata Damar santai sambil menyantap sarapannya.
"Ayah kenapa gak naik jabatan sih? kan ayah juga termasuk anak mereka," tanya Damar dengan penuh rasa penasaran.
"Ayah ini hanya anak tiri dari mendiang istri siri kakek Adidaryo. Sedangkan anak kandungnya yang memiliki dua orang putra kembar itu yang lebih berhak atas seluruh harta kakek Adidaryo. Kamu tau, siapa yang sudah membuat Adidaryo bisa sebesar ini sekarang?" jawab ayah Damar lalu bertanya pada Damar.
Kemudian Damar pun menggelengkan kepalanya.
"Enggak, emang siapa yah?" tanya Damar.
"Dia adalah mendiang Lesmana, sahabat kakek Adidaryo yang telah tiada sejak lama. Dan rumor yang beredar, seluruh harta Lesmana yang tergabung dalam Amarany Grup telah diserahkan kepada cucu semata wayangnya," jawab ayah Damar dengan memasang wajah serius.
"Hebat sekali cucunya yah, emangnya sebanyak apa sih harta yang dimiliki sahabat kakek itu?" tanya Damar.
"Perusahaannya itu sudah tersebar di seluruh Asia bahkan sekarang sudah masuk sebagian ke negara-negara di Eropa," jawab ayah Damar membuat Damar sendiri tercengang.
Kalau aku bisa mendapatkan hati cucu sahabat kakek, aku tidak akan kesulitan soal uang. Aku jadi penasaran siapa cucu sahabat kakek itu.
Damar menerka-nerka dalam pikirannya. Lalu ia pun melanjutkan kembali menyantap sarapannya.
Setelah sarapan Damar langsung kembali ke kamarnya untuk menghubungi April.
Tersambung, tapi kok gak diangkat ya? kemana perempuan j*lang itu!
Damar langsung mematikan sambungan teleponnya. Ia segera menyambar kunci mobilnya dan keluar dari kamar. Ayah Damar sudah berangkat ke kantor 5 menit yang lalu, tinggallah ibu Damar yang berada di rumah.
"Kamu mau berangkat sekarang Dam?" tanya sang ibu.
__ADS_1
"Iya bu, Damar pergi dulu ya," pamit Damar lalu berjalan menuju garasi rumah.
Damar langsung menyalakan mesin mobil dan melajukannya ke rumah April hasil pemberian darinya. Sesampainya di rumah April, Damar berhenti di seberangnya. Damar melihat ada sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman rumah April.
Kemudian, ia pun turun dari mobil dan berjalan ke rumah April. Damar melangkah dengan santai. Ia membuka pintu utama rumah tersebut.
Tidak dikunci?
Damar pun masuk kedalam, keadaan rumah tampak sangat sepi sekali. Damar berkeliling rumah dari mulai ruang tamu hingga halaman belakang rumah namun ia tidak menemukan keberadaan April.
Damar pun naik ke lantai dua rumah tersebut yang terdapat kamar April disana. Damar menaiki anak tangga dengan perlahan. Saat ia berada di tengah-tengah perjalanan menaiki anak tangga, ia mendengar suara ******* yang Damar sendiri sudah bisa menebaknya.
April!
Damar mengepalkan kedua telapak tangannya. Langkahnya pun ia percepat. Ternyata kamar April tidak ditutup dengan rapat. Damar langsung membuka pintu kamar tersebut.
April dan laki-laki yang sedang bermain dengannya begitu sangat terkejut dengan kedatangan Damar.
"Dam-Damar," lirih April sambil menutupi bagian tubuhnya yang sudah polos.
Damar hanya tersenyum smirk sambil melangkah mendekati kedua manusia yang sedang dimabuk cinta.
"Hebat sekali kamu April, belaga sok suci saat didepanku ternyata lebih kotor," ucap Damar sambil menekankan nada bicaranya.
"Hello men, apakah dia selingkuhanmu?" tanya Damar pada laki-laki yang bersama April sambil menunjuk April.
"Kalau iya memangnya kenapa? kamu siapanya dia?" tanya laki-laki itu dengan santai.
"Siapa juga yang mau menganggap kamu! dasar laki-laki kere!" ucap April sambil menaikkan nada bicaranya.
"Bagus sekali kamu sudah berani membentakku, saat ini juga pergi dari rumahku!" teriak Damar membuat April dan laki-laki itu begitu kebingungan. Pasalnya keduanya masih sama-sama polos.
Damar memijat keningnya.
"Dan mulai sekarang hubungan kita cukup sampai disini April," ucap Damar dingin.
Dengan secepat mungkin April dan laki-laki itu memakai pakaiannya. Lalu bergegas pergi dari rumah itu.
Damar mendaratkan tubuhnya di sofa yang berada didalam kamar tersebut.
Aaaaaaaaaarrrggghhh!
Damar mengacak rambutnya merasa frustasi. Ia pun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar rumah. Kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas batas maksimum berkendara di jalan raya.
Dari belakang beberapa mobil polisi mengikuti Damar, karena Damar melanggar peraturan lalu lintas di jalan raya. Damar tidak menghiraukan mobil polisi yang mengikutinya itu.
Pikiran Damar begitu kacau, namun saat ia akan menerobos lampu merah dari arah samping kemudinya terdapat mobil yang melaju sangat kencang.
BRAAAAAKK!
__ADS_1
AAAAAAAAAAAAAAA
Mobil yang Damar kendarai terpental hingga satu meter dari tempat semula, sementara mobil yang menabrak Damar mengalami kerusakan dibagian depannya.
Damar langsung tak sadarkan diri. Para polisi langsung mengamankan tempat kejadian. Mobil ambulance berdatangan, para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Rumah Damar
Telepon rumah berdering, ibu Damar pun mengangkatnya.
"Selamat pagi," ucap ibu Damar.
"Pagi, apakah ini benar kediaman saudara Damar Adidaryo?" tanya seorang polisi.
"Benar, ada apa ya pak?" jawab ibu Damar lalu bertanya kembali kepada polisi tersebut.
"Saudara mengalami kecelakaan di perempatan lampu merah sekitar hotel JW Mariot, dan korban sudah dilarikan ke rumah sakit Jakarta. Korban mengalami luka parah dibagian kepala dan juga kaki, dan saat ini masih di ruang IGD," jelas polisi tersebut membuat tubuh ibu Damar lemas seketika.
Ya Tuhan, Damar kenapa ini bisa terjadi kepadamu nak?
"Baik pak terima kasih informasinya, saya akan segera kesana," ucap ibu Damar kemudian menutup sambungan teleponnya.
Ibu Damar pun menghubungi ayah Damar yang sedang berada di kantor. Ayah Damar begitu terkejut, dan langsung izin dari kantor lalu pergi ke rumah sakit.
🌾
Rumah Sakit Jakarta
Sesampai di rumah sakit, keduanya langsing menuju ruang IGD. Air mata ayah dan ibu Damar langsung menetes seketika melihat dokter menutup semua tubuh Damar yang masih bersimbah darah.
"Dok, kenapa anak kami ditutup semua?" tanya ibu Damar dengan setengah kesadarannya.
"Maaf pak, bu anak ibu mengalami benturan yang sangat keras serta kedua kakinya mengalami patah tulang. Dan kami mohon maaf, anak bapak dan ibu tidak bisa kami selamatkan," jelas dokter yang telah memeriksakan kondisi Damar.
Ibu Damar langsung pingsan saat itu juga.
"Dok, sus tolong istri saya, biar saya yang segera mengurus kepulangan jenazah anak saya," ucap ayah Damar.
Para suster membantu ibu Damar untuk dibaringkan di atas tempat tidur dan dibeli infus. Sementara ayah Damar dengan langkah gamang keluar dari ruang IGD menuju tempat administrasi.
Tuhan, ujianmu sangat nikmat sekali. Untuk kesekian kalinya aku kehilangan anakku. Semoga anak-anakku tenang bersamaMu.
Setelah mengurus administrasi, para perawat langsung mengurus jenazah Damar.
🌾
Belanda
Pukul 4 dini hari, Mega masih tertidur namun kali ini tidurnya begitu gelisah. Dalam mimpinya, ia bertemu dengan Damar.
__ADS_1
"Mega, maafin aku yang pernah mencampakkanmu. Maafin atas semua rasa sakit yang kamu rasakan hingga saat ini. Selamat tinggal Mega, kamu tidak akan pernah melihatku lagi," ucap Damar lalu tersenyum kepada Mega dan pergi diselimuti cahaya putih.
"Damar!" Mega terbangun dari tidurnya dengan keringat yang sudah bercucuran.