
"Kita masih berada di benua Eropa kok non, tepatnya di Austria," jawab supir tersebut.
"Lalu ada apa nenek mengajakku ke sini pak?" tanya Mega dengan rasa penasaran yang cukup tinggi.
"Maaf non, lebih baik nona bisa bertanya langsung kepada nyonya," jawab supir tersebut.
"Aish! baiklah kalau begitu," timpal Mega lalu bersiap untuk membuka pintu namun pintu tersebut masih terkunci.
"Loh kok masih dikunci sih pak?" tanya Mega yang merasa kesal.
"Maaf nona, tadi nyonya bilang nona disuruh menunggu disini lebih dulu karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan," jawab supir itu sambil melihat dari kaca depan kemudi.
Mega mencebikkan bibirnya, lalu ia pun memilih untuk memainkan ponselnya. Tak lama kemudian, Nina kembali masuk ke dalam mobil.
Mega menatap Nina sangat lekat.
"Jangan menatap nenek seperti itu nak," ucap Nina tanpa menoleh kepada Mega.
"Memangnya ada apa nenek membawaku kesini? sepertinya orang yang tadi berbicara dengan nenek tampak serius sekali," tanya Mega dengan dipenuhi rasa penasaran.
"Pak jalan sekarang, kita pulang ke rumah," ucap Nina yang mengacuhkan Mega.
Mega semakin tambah penasaran.
Seperti ada yang aneh dengan sikap nenek padaku. Ada apa ya? aish! nenek membuatku pusing karena terlalu penasaran.
Mega hanya menghela nafasnya dan memilih untuk memperhatikan jalan. Sementara Nina masih tampak berpikir keras.
Apa Sahrul aku kembalikan saja ya ke Indonesia dan ke keluarganya? toh Mega sekarang sudah disini bersamaku.
Ada rasa iba dalam hati Nina saat dirinya mengetahui tentang kondisi Sahrul yang begitu mengenaskan sekarang. Nina sudah menyuruh para orang suruhannya untuk membawa Sahrul ke rumah sakit terdekat namun dalam penjagaan yang ketat pula.
Malam pun tiba, Nina dan Mega baru saja sampai rumah. Belanjaan yang mereka belanjakan tadi pagi pun sudah ditata rapih oleh para pelayan rumah.
Mega langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Beberapa menit kemudian dirinya pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan.
"Malam nek," sapa Mega.
"Malam, sini sayang duduk. Ada yang ingin nenek bicarakan padamu," ucap Nina dan dengan cepat Mega pun duduk di kursi lalu bersiap memperhatikan Nina bicara.
"Sebenarnya yang berada di dalam rumah tadi itu seseorang yang sangat kamu kenal. Dan tempat itu, kamulah orang yang pertama kali nenek ajak kesana. Sebelumnya mendiang ayah maupun ibumu tidak pernah tahu mengenai rumah tersebut. Rumah itu sengaja nenek tempatkan dibagian terujung negara ini, sebab hanya untuk orang-orang yang berani membuat masalah dengan keluarga kita apalagi orang-orang yang paling nenek sayangi. Dulu sewaktu mendiang kakekmu ada, dia merupakan laki-laki yang sangat kejam jika ada yang berbuat masalah padanya. Makanya nenek dan mendiang kakek memiliki beberapa rumah di setiap ujung-ujung negara dan itu tidak ada yang tahu kecuali para orang suruhan kami. Dan kamu tahu sekarang siapakah yang berada dirumah itu ?" tanya Nina sambil menghela nafasnya.
Kakek begitu menakutkan sekali semasa hidupnya. Siapa? Damar? atau jangan-jangan Sahrul? nenek membuatku seperti sedang mengikuti sebuah kuis.
Mega menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sahrul," ucap Nina.
Mega langsung membulatkan matanya dengan sempurna.
"Bagaimana bisa nek? lalu kenapa aku tidak melihat keberadaannya disana?" tanya Mega yang masih sangat penasaran.
"Awalnya nenek membiarkan dia bebas setelah dia menikah, tapi saat nenek tahu kalau dia membocorkan hal yang tak semestinya pada Damar dan khalayak banyak. Nenek langsung bertindak tegas kepadanya. Kamu tau? dia bahkan memasukkan video syur kalian ke sebuah situs web yang bahkan tidak ada pengamannya. Dan video itu bisa dipertontonkan juga pada anak-anak, sungguh sangat bodoh sekali dia! dan lebih bodohnya dia selalu ingin kabur dan memberontak, jadi mau tidak mau ia mendapat kekerasan serta kondisinya saat ini sangat mengenaskan," jelas Nina membuat Mega menggeleng-gelengkan kepalanya merasa tak percaya.
"Tapi kenapa aku tidak menemukan video itu di website nek?" tanya Mega.
"Satu detik setelah dia unggah, nenek sudah menyuruh semua orang suruhan nenek yang berada di bidang IT untuk menghapus dan memblokir akunnya," jawab Nina.
"Wah nenek hebat sekali, apa semua kekuasaan nenek seringkali nenek pakai untuk memberantas kejahatan?" tanya Mega dengan tatapan terkagum-kagum.
"Iya tentu, tapi nenek jarang melibatkan pihak kepolisian karena nenek bisa menanganinya sendiri. Setiap hukum yang berlaku di berbagai negara kan berbeda-beda. Kalau memang di negara tersebut dijunjung tinggi hukum yang berlaku maka nenek pasti akan melibatkan para aparat kepolisian," jelas Nina membuat Mega mengangguk paham.
"Setelah ini apa yang akan nenek lakukan padanya?" tanya Mega.
"Nenek merasa iba padanya. Dan setelah dia pulih kembali, nenek akan memulangkannya kembali ke keluarganya. Nenek juga merasa iba kepada istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan," jawab Nina.
"Iya nek," Mega menghela nafasnya. "Semoga setelah ini ia akan berubah menjadi lebih baik setidaknya untuk Clarissa dan juga anaknya," ucap Mega.
"Nenek juga berpikir demikian, ya sudah segera habiskan makan malammu," kata Nina dan Mega pun mengangguk.
"Kapanpun kamu mau, disini banyak kok universitas yang terbaik termasuk universitas mendiang ayah dan ibumu saat pertama kali bertemu," jawab Nina.
"Baiklah, bisakah nenek mengantarku?" tanya Mega.
"Tentu sayang, kapan kamu siapnya?" jawab Nina lalu bertanya kembali pada Mega.
"Besok pagi bagaimana? aku ingin kuliah di tempat yang sama dengan ayah dan juga ibu," jawab Mega dan Nina pun mengangguk.
🌾
Pagi pun tiba, Mega yang baru saja tertidur sekitar 5 jam yang lalu karena dirinya sibuk menyiapkan berkas untuk kuliahnya nanti. Tiba-tiba ponsel Mega berdering, ia pun melihat ke layar ponsel ternyata panggilan video dari Pinkan dan Dona. Mata Mega langsung berbinar-binar.
"Hallo gaes," sapa Mega sambil melambaikan tangannya.
"Aaaa Mega kami kangen kamu," ucap Pinkan dan Dona bersamaan.
"Aku juga kangen kalian," kata Mega.
"Ga, apakah kamu sudah daftar kuliah?" tanya Dona.
"Belum, baru hari ini aku akan daftar diantar nenek ke kampus," jawab Mega.
__ADS_1
"Kalian masih liburan di Solo?" tanya Mega kembali.
"Iya dan sekarang aku sedang main di rumah Pinkan," jawab Dona.
"Wah seru dong, kalian kapan berlibur kesini?" seru Mega.
"Kapan ya? nanti sajalah kalau kamu juga sedang libur kuliah ya," jawab Pinkan lalu Dona pun mengangguk cepat.
"Benar, supaya kita bisa berlibur bersama sultini," imbuh Dona sambil tertawa.
"Sultini? kalian punya teman baru?" tanya Mega sambil mengerutkan kedua alisnya.
Pinkan dan Dona malah mentertawakan Mega.
"Bukan Mega sayang, sultini itu panggilan orang-orang tajir melintir yang hartanya gak bakal habis sampai tujuh turunan sekalipun, dan itu termasuk kamu," jelas Pinkan membuat Mega menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kalian ini ada-ada aja deh," timpal Mega.
Saat mereka sedang asik berbincang-bincang, Nina pun masuk ke dalam kamar Mega. Karena sejak tadi diketuk, namun Mega tak kunjung membukakan pintu dan akhirnya Nina langsung masuk kedalam.
"Eh nenek," ucap Mega.
"Hallo nenek, nenek sehatkah disana?" tanya Pinkan.
"Hallo, nenek sehat. Kalian sendiri sehatkah?" jawab Nina lalu bertanya pada Pinkan dan juga Dona.
"Kami sehat nek," jawab Dona.
"Mega udah siap belum? katanya mau daftar ke kampus? soalnya siang ini nenek akan ke perusahaan," tanya nenek pada Mega yang juga di dengar oleh Pinkan dan Dona.
"Siap kok nek," jawab Mega.
"Gaes, aku pergi ke kampus dulu ya. Nanti kita lanjutkan lagi videocallnya. Tetap jaga kesehatan ya kalian, sampai bertemu kembali," ucap Mega pada Pinkan dan Dona sambil melambaikan tangannya.
"Iya nona Mega sultini, kamu juga tetap jaga kesehatan ya dan juga nenek, sampai bertemu kembali lain waktu," ucap Dona, lalu mereka pun saling melambaikan tangan.
Sambungan telepon pun terputus. Mega dan Nina langsung berangkat menuju kampus.
🌾
Beberapa menit kemudian, keduanya telah sampai di kampus. Namun saat Mega turun dari mobil ia lagi-lagi melihat sosok laki-laki yang pernah menolongnya sewaktu di West Frisian Island.
Kenapa dia ada dimana-mana? tapi dari cara penampilannya dia terlihat begitu berbeda dari yang aku lihat sewaktu di supermarket kemarin.
Bersambung..
__ADS_1