
Tempat Lain
"Kenapa perempuan ini terasa berat sekali? padahal kalau dilihat dari luar terlihat tidak terlalu gemuk," ucap laki-laki yang menggendong April dari mobil ke dalam rumah yang berada di tengah pepohonan yang rimbun.
April pun dibaringkan di atas tempat tidur. Kemudian laki-laki itu pergi dari rumah tersebut.
Beberapa jam setelah laki-laki itu pergi, April pun tersadar dari pingsannya. April melihat kesekeliling ruangan sambil bertanya-tanya dalam hatinya.
Dimana aku? Aish! kepalaku sakit sekali. Rumah siapa ini?
April merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya lalu turun dari tempat tidur. April berjalan ke arah jendela, kemudian ia pun membuka gordennya. Ia membulatkan matanya tercekat kaget saat ia melihat banyak pohon yang sangat rimbun mengelilingi tempatnya berada.
Dari kejauhan, ia melihat seorang laki-laki yang sudah hampir paruh baya namun masih tetap kekar sedang berkebun di halaman rumah.
Siapa laki-laki itu? lalu kenapa aku bisa berada di tempat seperti ini? sepertinya tempat ini sangat jauh dari keramaian.
April menutup kembali gorden tersebut dengan cepat saat laki-laki itu melihat ke arah jendela. Sementara laki-laki itu hanya berdecak dan tersenyum smirk.
Wanita yang aneh, pantas saja tuan Adidaryo menyuruhku membawanya ke tempat ini.
Laki-laki itu berkata dalam hatinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.
Flashback on
Saat ayah Damar tahu kalau Damar meninggal dunia, ayah Damar langsung menghubungi Adidaryo yang berada di Belanda. Adidaryo begitu terkejut dengan kepergian cucunya dari anak tirinya yang bernama Arkam Palevi dan istrinya Vivi Sapitri.
Arkam menceritakan peristiwa yang membuat nyawa Damar melayang dari sebelum ia berangkat dan setelah berita kecelakaan dari polisi. Arkam juga bilang kepada Adidaryo bahwa dalang yang membuat Damar kacau adalah April, yang tak lain adalah tunangan Damar sendiri.
Kekuasaan Adidaryo hampir sama dengan kekuasaan Nina. Setelah menutup sambungan telepon dari Arkam, Adidaryo langsung memerintahkan orang-orangnya untuk mencari keberadaan April.
Ternyata mencari keberadaan April tidak sesulit yang mereka bayangkan. Seorang laki-laki yang ditunjuk langsung oleh Adidaryo menemukan April yang tengah pingsan di sebuah club. Ia pun membawa April ke tempat terpencil dan sangat jauh dari keramaian.
Flashback off
Beberapa saat kemudian, laki-laki itu telah menyelesaikan pekerjaannya. Ia pun masuk kedalam rumah. Di dalam rumah yang sangat sederhana ini hanya terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, dan ruang tamu namun tidak ada televisi.
Saat laki-laki itu membuka pintu rumah, secara bersamaan April juga baru saja keluar dari kamarnya serta masih memakai pakaian yang sangat seksi. Mereka pun saling menatap. April begitu terpesona dengan ketampanan laki-laki yang berada dihadapannya. Sedangkan laki-laki itu bersusah payah untuk menelan saliva dan menahan hasratnya. Namun raut wajahnya yang dingin membuat April bertanya-tanya dalam hatinya.
Tampan, gagah tapi sayang raut wajahnya sangat datar sekali. Apakah dia yang membawaku dari club tadi?
April memberanikan diri untuk bertanya langsung pada laki-laki itu.
"Kamu siapa?" tanya April.
__ADS_1
"Tidak perlu tahu siapa saya," jawab laki-laki itu dingin, lalu berjalan begitu saja melewati tempat April berdiri.
"Apa kamu yang mengantarkanku kesini?" tanya April sambil mengikuti langkah laki-laki itu menuju ke dapur.
"Hmm," jawab laki-laki itu singkat.
Tiba-tiba perut April pun berbunyi. Namun ia tidak melihat ada makanan diatas meja yang berada di dapur tersebut.
"Apa kamu memiliki makanan? setidaknya makanan cepat saji?" tanya April yang langsung berpindah posisi dengan menunjukkan puppy eyesnya berdiri dihadapan laki-laki itu.
Namun laki-laki itu langsung menatap April dengan sangat tajam. Seketika April langsung menundukkan wajahnya.
"Maaf, aku sangat lapar," lirih April.
"Kalau kamu lapar, kamu ambil saja sayur mayur di kebun, lalu kamu masak sendiri," kata laki-laki itu lalu pergi ke kamarnya meninggalkan April yang masih tak bergeming.
Ya Tuhan, sekarang aku merasakan betapa kejamnya hidup. Apakah ini karma untuk diriku sendiri yang telah menyia-nyiakan orang yang tulus mencintaiku? Sahrul dimanakah kamu berada sekarang?
April berjalan keluar dari rumah itu menuju kebun yang terhampar luas. April tercekat kagum melihat pemandangan di luar rumah yang sangat indah. Ia pun bertanya-tanya dalam hatinya
Ya Tuhan, luas sekali kebun ini. Bahkan segala macam sayur mayur serta buah ada disini. Siapa pemilik semua ini ya?udaranya pun begitu sangat sejuk. Tapi aku gak tahu cara memasaknya bagaimana?
Cukup lama April berdiri di di sekitar kebun, tiba-tiba ada yang menepuk punggung April membuat April langsung menoleh ke belakang.
"Hei aku sangat lapar sekali, kenapa kamu menyuruhku masuk ke kamar kembali!" bentak April.
"Saya udah kasih kamu waktu untuk memilih sayur mayur di kebun tapi kamu hanya berdiam dan tidak melakukan apa-apa. Waktu kamu habis! diatas meja ada roti dan juga susu untuk makan malam. Tetap disini dan jangan coba-coba untuk kabur, mengerti?" ucap laki-laki itu sambil menekankan kata-katanya dan memicingkan matanya mendekati wajah April. Kemudian April pun mengangguk.
Laki-laki itu keluar dari kamar dan mengunci pintu dari luar. April hanya pasrah dengan nasibnya saat ini.
Ponsel laki-laki itu pun berbunyi, tertera dalam layar ponsel ternyata Adidaryo yang menghubunginya.
"Halo tuan," ucap laki-laki itu.
"Bagaimana? apa kamu sudah memberinya pelajaran?" tanya Adidaryo.
"Sesuai yang tuan perintahkan, dan kedepannya hukuman yang akan dia dapat akan lebih parah lagi," jawab laki-laki itu.
"Bagus," ucap Adidaryo kemudian menutup sambungan teleponnya.
🌾
Rumah Mega
__ADS_1
Keesokan harinya, Mega, Pinkan dan juga Dona sudah siap untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Koper mereka pun telah ditaruh didalam bagasi mobil oleh pak Madih.
Setelah selesai sarapan, ketiganya pamit kepada bi Surti, Ubed dan juga Asep. Kemudian mereka pun masuk kedalam mobil.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, hati Mega sedikit lega sekarang. Ia pun sudah mulai ikhlas dengan kepergian Damar.
Damar, semoga kamu tenang disana. Dan semoga aku bisa mendapat penggantimu yang jauh lebih baik dan juga dapat menerima kekurangan yang aku miliki saat ini.
Mega menyunggingkan senyumannya yang hampir tak terlihat. Dua jam perjalanan menuju bandara hampir tak terasa karena jalanan ibu kota yang tidak terlalu ramai.
Mega, Pinkan dan Dona turun dari mobil. Mereka membantu pak Madih menurunkan koper.
"Pak Madih terima kasih banyak," ucap Pinkan dan pak Madih tersenyum sambil mengangguk.
"Iya pak Madih makasih banyak ya, sehat selalu pak biar bisa nemenin kita liburan lagi disini," kata Dona.
"Aamiin non, nona semua juga semoga sehat selalu," ucap pak Madih.
"Kalau begitu kami berangkat ya pak, terima kasih. Hati-hati dijalan pak Madih," kata Mega sambil melambaikan tanganya.
Pak Madih pun membungkuk lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
"Gaes, kalian beneran gak mau ikut aku ke Belanda lagi?" tanya Mega sambil menggenggam tangan kedua Pinkan serta Dona di kanan dan kirinya.
"Maaf ya Meles aku sebenernya ingin banget apalagi banyak tempat yang ingin aku kunjungi tapi mungkin tidak sekarang," jawab Dona sambil memeluk Mega dan mengelus lembut punggung Mega, lalu Mega pun mengangguk.
Dona pun melepaskan pelukannya.
"Iya Mega, aku juga minta maaf ya. Next time, saat kita liburan kuliah lagi semester depan. Kita akan berlibur bersama kambali," kata Pinkan yang juga memeluk Mega begitu pun Dona.
"Kalian sehat-sehat ya, aku bakal kangen banget sama kalian," ucap Mega dengan air mata yang sudah mengalir dengan sendirinya tanpa permisi.
"Iya kamu juga Mega," kata Pinkan, dan mereka pun melepaskan pelukannya.
Pihak informasi pun sudah mengumumkan bahwa pesawat tujuan Solo dan Yogyakarta akan segera take off. Pinkan dan Dona langsung pergi dan melambaikan tangannya kepada Mega, sementara Mega tersenyum sambil membalas lambaian tangan Pinkan dan Dona.
Mega berjalan dengan santai menuju pesawat, karena dia memakai pesawat pribadi.
.
.
.
__ADS_1
Hai pembaca setiaku, tunjukkan rasa sayang kalian pada karyaku dengan like, komen, favorite, gift dan vote ya supaya aku bisa lebih semangat lagi menulis cerita yang lebih seru 💗