
"Iya Nek," jawab Mega sambil tersenyum.
"Ya sudah ... " Nina mengalihkan pandangannya dari Mega. "Bi minta tolong tunggu saja di ruang tamu ya ... " kemudian menoleh kepada Mega dan Dona. "Kalian cepat habiskan makanannya, kasihan nanti teman kalian kelamaan," ucap Nina pada pelayan rumah serta Mega dan Dona, lalu mereka pun langsung menghabiskan makan siangnya.
"Baik Nya, kalau begitu saya permisi," ucap pelayan itu lalu pergi dari ruang makan menuju ruang tamu.
Setelah selesai, Mega dan Dona langsung menuju ruang tamu.
"Dona?" tanya Pinkan sambil menunjuk ke arah Dona.
"Pinkan?" begitupun dengan Dona.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Mega.
"Iya Ga, jadi Dona ini teman satu kelasku di kampus," jawab Pinkan.
"Oh seperti itu bagus dong, jadi nanti malam kita bisa main bertiga. Eh Pinkan dan Dona menginap saja disini ya," ucap Mega sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Pinkan dan Dona saling bertukar pandang. Lalu keduanya pun mengangguk bersamaan.
"Kalau begitu ayok masuk ke dalam," ajak Mega dengan raut wajah bahagia.
"Nenek," panggil Mega seraya menghampiri Nina.
"Iya, Sayang kenapa?" tanya Nina sambil menoleh.
"Nek, kenalin ini Pinkan sahabatku dari SMA," ucap Mega.
"Hallo Nek, aku Pinkan," kata Pinkan memperkenalkan dirinya.
"Hallo, nenek senang cucu nenek dikelilingi oleh orang-orang baik seperti kalian. Semoga persahabatan kalian bisa sampai tua nanti ya," ucap Nina sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong Pinkan apakah kamu suda makan siang?" tanya Nina.
"Sudah nek tadi sebelum kesini, aku maka siang lebih dulu," jawab Pinkan.
"Baiklah kalau begitu, nenek mau ke kamar dulu ya, kepala nenek tiba-tiba pening. Kalian bermain-main aja dulu ya," ucap Nina sambil berdiri dari kursinya.
"Nek nanti malam kami mau berjalan-jalan di sekitar alun-alun boleh kan?" tanya Mega.
"Boleh dong sayang, kalian tetap hati-hati ya," ucap Nina dan mereka bertiga lun mengangguk.
Nina pun pergi meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau sekarang kita menonton film drama aja?" tanya Mega lalu Dona dan Pinkan pun mengangguk.
Mereka pun pergi ke kamar Mega. Dan menikmati drama yang sedang diputar di layar televisi yang begitu besar di kamar Mega.
Pinkan menatap Mega kagum, ia baru tahu kalau ternyata Mega adalah anak orang kaya. Setelah dua jam film diputar, akhirnya selesai juga.
"Ga aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Pinkan hati-hati.
"Tanya aja Pinkan, apa?" jawab Mega kemudian bertanya kembali pada Pinkan.
"Kedua orangtuamu kemana kok gak kelihatan?" tanya Pinkan sambil menggigit bibir bawahnya.
Mega langsung memasang raut wajah murung. Dona yang menyadari itu ingin menjelaskan pada Pinkan.
"Ke ... " ucapan Dona terhenti saat Mega tiba-tiba menahan lengannya.
Dona langsung memandang kearah Mega.
"Biar aku aja yang cerita Don," ucap Mega sambil tersenyum dan Dona pun bernafas lega saat melihat senyuman Mega.
Mega menceritakan tentang kedua orangtuanya. Seketika Pinkan langsung menitikkan air matanya begitupun dengan Dona. Selama ini Dona hanya tahu kalau kedua orangtua Mega sudah meninggal tapi tidak tahu meninggalnya karena apa.
Mega pun menceritakan secara detail tanpa ada yang terlewat. Setelah selesai bercerita, Pinkan dan Dona langsung memeluk Mega. Tangis Mega pun pecah.
"Kalau kamu mau nangis, nangis aja Ga. Kita selalu ada kok buat kamu. Kita sahabat kamu Ga," ucap Pinkan sambil mengelus lembut punggung Mega.
"Makasih ya kalian sudah hadir dihidupku saat ini, saat dimana aku benar-benar sedang membutuhkan seorang teman yang memang aku inginkan sejak lama. Tapi karena kurangnya rasa percaya diriku, seakan aku menjauhi kalian," ucap Mega yang masih dalam pelukan kedua sahabatnya.
"Iya sama-sama, bagaimanapun keadaan kamu sekarang jangan pernah merasa sendiri lagi ya," ucap Dona.
Setelah dirasa lebih lega. Mega pun melepaskan pelukan kedua sahabatnya.
"Kalau begitu, aku mandi dulu ya setelah itu gantian, oke?" ucap Mega lalu bertanya pada Dona dan Pinkan.
"Oke," ucap Dona dan Pinkan bersamaan.
Tiga jam kemudian.
Mereka sudah bersiap untuk pergi ke laun-alun kota Solo. Mobil pun sudah disediakan oleh Nina untuk mereka bertiga.
"Kalian hati-hati dijalan ya," ucap Nina sambil melambaikan tangannya saat mobil mulai keluar dari gerbang rumah.
"Pertama kita mau kemana dulu nih?" tanya Mega.
__ADS_1
"Biasanya kalau jam segini di alun-alun masih sepi, ramenya nanti kalau sudah diatas jam sembilan," jawab Dona.
"Terus kita mau kemana dong?" tanya Mega lagi.
"Kita ke mall aja yuk main time zone, kita adu basket gimana?" ucap Pinkan.
"Boleh tuh aku setuju," jawab Mega dan Dona pun mengangguk cepat.
Mereka pun menuju mall terbesar di kota Solo. Beberapa menit kemudian mobil sudah terparkir rapih di lantai parkir paling atas.
"Gaes, sebelum main kita makan dulu ya aku lapar nih," ucap Pinkan.
"Oke deh ayok," ajak Mega dan mereka pun menuju ke salah satu restoran Jepang.
"Kalian pesan duluan aja ya, aku mau ke toilet sebentar," ucap Mega lalu Pinkan dan Dona pun mengangguk.
Mega berjalan dengan tergesa-gesa saat menuju ke toilet karena sudah ingin sekali buang air. Setelah menemukan toilet Mega langsung masuk ke dalam. Suasana toilet sangat sepi namun Mega melihat ada satu pintu yang tertutup. Mega tak memperdulikannya, ia langsung masuk ke dalam toilet yang kosong.
Setelah selesai, ia mendengar suara aneh didalam toilet tersebut.
Seperti suara ******* seorang wanita. Masa ada sih ditempat umum seperti ini yang melakukan hal seperti itu?
Mega berdiam diri di dalam toilet, beruntung toilet tersebut sangat tertutup. Dan tak lama Mega mendengar pintu yang tertutup tadi pun terbuka.
Perlahan Mega mengintip dari dalam dengan membuka sedikit pintunya. Matanya langsung membulat dengan sempurna saat melihat dua orang didepannya.
Deg.. astaga! kenapa Sahrul ada disini? dan wanita itu bukankah yang waktu lalu diperkenalkan oleh Damar? Kenapa bisa bersama Sahrul? kenapa dunia ini terasa sempit sekali sih!
Mega langsung mengirim pesan kepada kedua sahabatnya untuk menuju ke toilet dan memberitahukannya apabila Sahrul dan wanita itu sudah benar-benar menjauh dari toilet tersebut. Serta menyuruh mereka membawakan masker untuk Mega.
Tak lama pesan masuk ke dalam ponsel Mega dari kedua sahabatnya yang memberitahukan kalau kondisi sudah aman.
Mega pun keluar dari toilet.
Huffft... semoga tidak ketemu mereka lagi.
"Aman kan?" tanya Mega sambil memakai maskernya.
"Aman, yuk kita ke restoran lagi," ajak Pinkan lalu Mega dan Dona pun mengangguk cepat.
Sesampai di restoran, Mega memesan makanan untuk dirinya sendiri karena hanya dia yang belum memesan makanan.
Beberapa saat setelah selesai makan, mereka memilih rehat sejenak untuk berbincang-bincang.
__ADS_1
"Ga, kamu denger gak sih kalau si Clarissa itu sebenarnya dulu dikeluarin dari sekolah? cuma karena orangtuanya punya saham di sekolah kita jadi berita itu cepat meredam dan seakan dia gak dikeluarin," ucap Pinkan dengan raut wajah serius sementara Dona menyimak pembicaraan kedua sahabatnya.
"Oh ya? kamu tau tadi mana Pinkan? aku malah gak tahu. Justru aku memang tahu sejak lama kalau si Clarissa itu hamil anak si Sahrul. Tapi kalau untuk dikeluarkan dari sekolah aku tidak tahu menahu," kata Mega sambil meminum minumannya.