
"Mega.." ucap Alka dan Mega pun menoleh.
"Ada apa?" tanya Mega kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke makam Albi.
"Izinkan aku menggantikan Albi untuk menjadi suamimu," jawab Alka dengan penuh keyakinan membuat Mega seketika menoleh lalu menatap lekat kedua mata Alka. Mega melihat ada keyakinan yang sangat besar disana. Tapi sayangnya hatinya masih terkunci untuk siapapun termasuk Alka.
🎶Andai engkau tau betapaku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau minta
Kupasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya🎶
"Apa yang membuat kak Alka yakin?" tanya Mega dengan terus menatap Alka.
"Sejak pertama kali kita bertemu di West Frisian Island, sejak saat itu perasaanku tak pernah berubah kepadamu. Aku mencintaimu Mega," jawab Alka seraya tersenyum tulus dengan guratan di kedua ekor matanya.
"Tapi.. aku.." belum sempat Mega melanjutkan kata-katanya, jari telunjuk Alka berada di bibir Mega dan Mega pun langsung terdiam.
"Stttt.. aku sudah tahu," ucap Alka, Mega pun memiringkan sedikit kepalanya.
"Sudah tahu apa? apa yang kak Alka ketahui ?" tanya Mega menatap tak percaya.
__ADS_1
"Saat kamu pingsan di rumah sakit beberapa bulan yang lalu sebelum tragedi Albi dan Nindya itu terjadi, nyonya Nina yang memberitahukannya padaku. Waktu itu Albi sedang ke toilet, dan aku duduk di sebelah nyonya Nina. Aku bertanya pada beliau tentangmu, tentang kedua orangtuaku dan kami berbicara banyak. Awalnya aku begitu terkejut dan merasa egoku muncul seakan tak terima. Tapi sayangnya perasaanku mengalahkan semua itu. Aku terlalu dan terlanjur mencintaimu. Kamu tahu? hatiku terasa sakit saat Albi dekat denganmu lagi. Tapi aku mencoba mengalah, aku alihkan egoku untuk menerima kamu sebagai calon iparku, dan aku hentikan ambisiku untuk menjadikanmu pendamping hidupku. Serta aku coba untuk mendekati Pinkan. Namun semakin lama hatiku menolak kehadiran Pinkan."
"Beruntung Arif pun datang, seseorang yang sejak awal Pinkan cintai dan keduanya memiliki perasaan yang sama. Sehingga aku tidak merasa bersalah dan Pinkan bisa berlapang dada saat aku jujur tentang perasaanku padanya. Akhirnya saat ini Pinkan dan Arif sudah bertunangan 2 hari yang lalu di Indonesia," jelas Alka panjang lebar membuat Mega tercengang.
Selama ini kak Alka bersikap biasa saja padaku. Bahkan saat bersama kak Albi seolah ia tak memiliki perasaan apa-apa padaku.
"Kenapa Pinkan tidak memberitahukan aku soal pertunangannya?" tanya Mega tak percaya.
"Sebenarnya ia telah mencoba meneleponmu, namun hampir satu bulan sejak Albi kritis kembali. Kamu bahkan sering meninggalkan ponselmu. Jadi Pinkan hanya berbicara dengan nyonya Nina. Satu hal lagi, kamu tahu siapa orang yang mendukungku untuk tetap berjuang untukmu saat Albi sudah dinyatakan meninggal dunia ?" jawab Alka lalu bertanya pada Mega dan Mega hanya menggeleng lemah.
"Nyonya Nina," jawab Alka dan lagi-lagi Mega pun tercengang.
Flashback on
Setelah Mega mengabari Nina kalau Albi telah meninggal dunia, Nina pun yang sedang berada di perusahaan langsung datang ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, Nina bertemu Alka di lobby yang juga baru sampai di rumah sakit.
"Alka, bisa kita bicara sebentar?" tanya Nina dengan raut wajah serius.
"Bisa, kita sambil dudul dikursi saja nyonya. Silahkan," jawab Alka seraya membersilahkan Ninya. Keduanya pun duduk dikursi.
"Ada apa nyonya?" tanya Alka mengerutkan kedua alis matanya.
"Saat ini bagaimana perasaanmu terhadap cucuku, Mega?" tanya Nina membuat Alka berpikir sejenak.
__ADS_1
"Apa kamu bisa menerima cucuku untuk menjadi pendamping hidupmu dengan segala kekurangan yang ia miliki?" tanya Nina kembali dan lagi-lagi Alka terdiam.
"Aku tahu persis apa yang sedang dirasakan cucuku saat ini. Kehilangan seseorang yang ia cintai untuk kesekian kalinya memang tak mudah baginya. Aku tahu hati Mega pasti terasa mati, jiwanya pun juga ikut terguncang. Jika kamu masih memiliki perasaan yang begitu tulus kepada cucuku, dekati dia kembali. Luluhkan hatinya, lalu segera nikahi dia. Dan jangan pernah membuatnya bersedih ataupun kecewa," tutur Nina lalu bangkit dari duduknya dan pergi dari hadapan Alka.
Benar apa kata nyonya Nina, sekarang Mega pasti sangat terpukul dengan kepergian Alka. Tuhan, mudahkan jalanku untuk bersanding dengan Mega. Jika dia yang telah Kau gariskan untuk menjadi jodoh terakhirku.
Flashback off
Mega hanya menghela nafasnya lalu menyandarkan bahunya di kursi.
"Saat ini, aku pun belum tahu apa tujuanku selanjutnya. Aku pun belum bisa membuka hatiku kembali. Jika kamu sabar dan terus sabar, sekeras hatiku menolak pasti akan luluh dengan sendirinya," ucap Mega membuat Alka seperti mendapat angin segar ditengah pengapnya hidup.
"Maka dari itu, izinkan aku untuk melukis harimu dengan berbagai warna yang indah. Menulis cerita kita di lembaran yang baru. Dan menyulam hari bersama hingga Tuhan mempertemukan kita nanti di surganya. Namun tak perlu memaksa hatimu untuk terbuka padaku, katakan saja jika di tengah perjalanan kita kalau kamu sudah tak sanggup bertahan untukku," tutur Alka dengan segenap perasaan yang ada. Melebur menjadi satu elegi yang dinamakan cinta. Dan bersemayam dalam lubuk hati yang paling terdalam.
"Sekarang aku akan menyatakannya di depan makam Albi," ucap Alka lalu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghempaskannya perlahan.
"Albi, izinkan aku untuk tetap mencintai Mega, menjaga Mega, dan membahagiakan Mega. Semoga kamu bisa tenang di sana, karena mulai hari ini aku meminta Mega dihadapanmu untuk menjadi pendamping hidupku," sambung Alka membuat Mega tak bisa berkata apa-apa, lidahnya pun terasa begitu kelu.
Tuhan, apa aku harus membuka hatiku kembali ? apa kak Alka orang yang tepat untukku? apa aku tak merasa keliru lagi dengan perasaanku?
Hati Mega belum sepenuhnya yakin. Ia pun masih terus bertanya-tanya. Tentang semua yang telah terjadi dalam hidupnya, membuat Mega semakin berpikir keras atas keputusan yang akan ambil.
"Hari sudah semakin sore, lebih baik kita pulang ke rumah, yuk," ucap Alka yang bangkit dari duduknya lalu mengulurkan tangannya dihadapan Mega.
__ADS_1
Mega menatap Alka lalu ke makam Albi. Mega pun membalas uluran tangan Alka lalu ikut bangkit dari duduknya dan berjalan pergi dari tempat peristirahatan Albi yang terakhir.
Sejauh apapun kamu pergi. Sekeras apapun kamu menolak kehadirannya. Percayalah cinta sejati datang diwaktu yang tepat. Entah itu hari ini, esok ataupun nanti. Jika orang yang kamu cinta telah pergi. Tetaplah berjalan. Karena hidupmu pun terus berjalan. Bagai sebuah symphony yang terus mengalun. Menyatukan ritme dalam sebuah lagu yang sangat indah. Seperti hadirnya Alka di hidup Mega saat ini. Walau jalannya harus tertatih, kasih pasti kan sampai.