
"Kita harus cepat menemukan keberadaan Lusy, aku yakin dia masih bersekongkol dengan Samudera. Obsesi mereka untuk menguras hartaku masih sangat besar. Aku akan memindahkan video ini ke dalam flashdisk lalu akan aku serahkan ke kantor polisi," jawab Albi yang masih memfokuskan pandangannya pada layar yang ada dihadapannya dan Mega pun mengangguk paham.
Setelah selesai memindahkan video, Albi dan Mega keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa Albi mengunci pintunya kembali.
Mereka pun langsung pergi ke kantor polisi.
🌾
Indonesia
Malam semakin larut, April masih mencari cara untuk bisa pergi dari sini. Tanpa membawa barang apapun yang ada di rumah itu, hanya pakaian yang ia pakai serta sandal jepit, April keluar dari rumah tersebut.
Ia menelusuri jalan yang berada di tengah pepohonan yang tinggi serta rindang. Hawa dingin mulai merasuki pori-pori kulitnya dan menembus ke dalam tulang. Sesekali ia pun menggigil kedinginan. Namun tekadnya untuk bisa pergi dari tempat terpencil ini sangat besar. Tanpa April sadari seluruh kawasan yang ia lalui sudah terpasang CCTV diberbagai tempat yang dapat dideteksi oleh Dany.
Setelah beberapa jam kemudian, April berhasil keluar dari kekangan Dany. Mata April pun langsung berbinar saat ia melihat sebuah warung, ia pun menghampiri warung tersebut.
"Permisi bu," ucap April menyapa seorang wanita pemilik warung tersebut.
Wanita itu yang sedari tadi sedang mengantuk langsung tersentak kaget melihat April yang berpakaian agak lusuh dengan rambut yang tergerai.
"Setaan!" teriak pemilik warung tersebut.
"Bu saya masih hidup belum meninggal," ucap April sambil menghela nafasnya. Ia pun merapihkan rambutnya kembali.
"Astaga neng saya kira setan, tengah malam gini neng mau kemana ?" tanya wanita itu sambil mengelus dadanya karena terkejut sementara April menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Saya juga tidak tahu bu," jawab April sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Memangnya neng dari mana?" tanya wanita itu kembali.
"Saya dari sana bu dan saya ingin kembali ke Jakarta," jawab April sambil menunjuk ke arah tempat ia berasal. Pandangan wanita itu mengikuti arah tangan April.
__ADS_1
Hah! bukankah itu kawasan yang tidak boleh sembarang orang masuk ke dalam? kenapa wanita ini dari sana ya?
Wanita itu merasa heran lalu menatap April sangat lekat dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Kenapa penampilannya sangat lusuh sekali? bahkan aku sendiri yang bertahun-tahun tinggal disini pun tidak pernah masuk ke dalam. Apa dia telah mencuri? tapi yang aku lihat dia gak membawa apa-apa, aneh.
"Kalau neng mau ke Jakarta jauh banget neng dari sini. Karena harus naik kereta, naik ojek, naik angkot atau gak naik bus," wanita itu berbicara tanpa jeda membuat April tercengang.
"Jauh? memangnya ini dimana?" tanya April yang memang tidak tahu daerah ini.
"Daerah ini namanya Ujung Berung, masih dalam kawasan Bandung," jawab wanita itu membuat April membulatkan matanya dengan sempurna.
"Ba-Bandung?" tanya April yang tidak percaya dan wanita itu pun mengangguk cepat.
"Kalau untuk ke Jakarta saya harus naik apa ya bu?" tanya April yang terlihat kebingungan. Wanita itu tampak berpikir.
"Kalau malam begini udah gak ada angkot, paling ada nanti shubuh. Biasanya untuk ke terminal atau ke stasiun ada angkot khusus. Menurut saya paling cepat ya naik kereta," jawab wanita itu dan April pun mengangguk paham.
"Bu kalau dari sini paling dekat ke terminal atau stasiun ya?" tanya April kembali membuat wanita itu menghentikan aktifitasnya yang sedang membereskan warung karena sudah waktunya untuk tutup.
"Paling cepat ke terminal, sekitar hampir 8 kilo lah kira-kira," jawab wanita itu dengan santai lalu melanjutkan kembali membereskan warung.
"A-apa? 8 kilo?" ucap April yang tubuhnya lemas seketika terjatuh ke atas kursi yang berada di warung tersebut.
"Kalau dari sini arahnya kemana ya bu untuk sampai ke terminal?" tanya April yang semakin bingung.
"Neng tinggal lurus aja sampai ketemu jalan besar nanti belok kiri terus lurus lagi deh ikutin jalan," jawab wanita pemilik warung tersebut.
"Iya neng, ya sudah saya mau masuk dulu ke dalam rumah, ngantuk banget soalnya. Hati-hati neng di daerah ini sering banyak kejadian," sambung wanita itu lalu ia pun masuk ke dalam rumah. April masih berada didepan warungnya.
Kejadian? tapi kejadian apa? Tuhan apa yang harus aku lakukan? aku gak mau kembali ke rumah itu lagi. Aku juga gak punya uang.
__ADS_1
April menitikkan air matanya, ia seperti kehilangan arah. Tujuannya tak jelas, bahkan harapannya pun telah sirna. April pun mulai memutar otak. Daerah ini sudah sangat sepi sekali bahkan tak ada satu pun orang yang berlalu lalang.
April bangkit dari duduknya lalu mulai berjalan kembali ke arah terminal. Setelah sudah sampai setengah jalan, dari keajauhan April melihat seorang laki-laki yang ia rasa kenal. April berjalan mendekati laki-laki itu yang sedang menunduk memainkan ponselnya.
"Sahrul," ucap April, laki-laki itu langsung mengangkat wajahnya dan tersentak kaget, beruntung ponselnya tidak sampai terjatuh.
"Astaga! siapa kamu?" tanya laki-laki itu sambil menjauhkan dirinya dari April.
"Sahrul ini aku April," jawab April yang kembali mendekat kepada Sahrul sambil merapihkan kembali rambutnya.
"April?" tanya Sahrul lalu April pun mengangguk cepat sambil tersenyum.
Kenapa April bisa selusuh ini? dan kenapa bisa dia ada disini?
"Sedang apa kamu disini?" tanya Sahrul yang terlihat masih marah terhadap April karena sejak lama Sahrul tidak bisa menghubungi April.
April langsung memeluk Sahrul dengan sangat erat. Tangisannya pun pecah seketika. Sahrul menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu ia pun membalas pelukan April.
"Hei, ada apa? apa yang telah terjadi padamu? kenapa penampilanmu sekarang seperti ini?" tanya Sahrul dengan seberondong pertanyaan.
April menceritakan semua yang telah terjadi pada dirinya tanpa ada yang terlewatkan. Sahrul langsung membulatkan kedua matanya karena merasa terkejut sekaligus iba terhadap April.
"Apa kamu mau ikut denganku?" tanya Sahrul, April langsung melepaskan pelukannya dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Sahrul.
"Kemana?" tanya April dengan sorotan mata penuh harap.
"Ke tempat yang semestinya kamu berada, aku akan mengantarkanmu pulang kerumah," jawab Sahrul dan April langsung mengangguk dengan senyumannya.
April pun dipersilahkan masuk ke dalam mobil Sahrul. Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, Sahrul melajukan mobilnya. Sepanjang jalan keheningan pun terjadi. Ada rasa canggung diantara keduanya karena setelah sekian lama terpisah oleh jarak dan waktu.
"Sahrul? kenapa kamu bisa berada di Bandung?" tanya April dengan hati-hati. Sahrul pun menoleh kearah April sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sebenarnya.."