KELIRU

KELIRU
PUPUS SUDAH


__ADS_3

Apa aku harus mengatakan dengan jujur aja ya soal hubunganku dengan April pada Mega? Lagi pula aku sudah kecewa padanya karena sudah menjadi bekas orang lain.


Damar berpikir sejenak dan akhirnya ia pun buka suara.


"A-aku, aku dengannya kembali menjalin hubungan dengannya," jawab Damar seraya menghembuskan napasnya.


"Cih! jadi dia itu mantan kamu? dan kamu duain aku dengan dia? hebat sekali kamu Damar!" cerca Mega dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Dimana kamu bertemu dengannya lagi?" sambung Mega yang dipenuhi rasa penasarannya.


"Jadi awal aku bertemu dengannya kembali di taman dekat dengan rumahmu. Aku merasa frustasi karena kamu tidak bisa dihubungi, saat hari itu dimana aku sudah berjanji kepada kedua orang tuaku akan mengajakmu bertemu dengan mereka. Tiba-tiba April menghampiriku dan kami saling bercerita. Setelah pertemuan itu, semakin hari aku merasa semakin nyaman dengan semua perhatian April. Dia selalu datang ke kantor tempatku bekerja," jawab Damar dengan entengnya.


PRANG... hati Mega benar-benar hancur setelah ia tahu sendiri dari mulut Damar.


"Kenapa Dam? kenapa kamu melakukan semua ini padaku? aku salah apa sama kamu Damar!" cerca Mega kembali yang tak terasa air matanya sudah terjatuh begitu saja membasahi pipinya.


"Kamu bilang kenapa? apa kamu sendiri gak sadar dengan kekurangan yang ada didiri kamu?" tanya Damar yang mulai meninggikan nada suaranya.


Apa? apa Damar tahu dengan masalaluku bersama Sahrul?


Mega bertanya-tanya dalam hatinya seolah bibirnya kaku tidak bisa menyangkal semua pertanyaan Damar. Dari kejauhan April berdiri santai sambil menyandar di dinding dan melipat kedua tangannya di dada. Tak jauh dari tempat April berdiri ada Dona dan juga Pinkan yang memperhatikan Mega dengan Damar.


Damar langsung memberikan ponselnya, memperlihatkan video syur Mega dan Sahrul saat di club kurang lebih dua tahun yang tahun lalu serta beberapa foto yang Sahrul ambil saat Mega masuk ke dalam mobil Albi.


"Da-dari mana kamu mendapatkan semua ini?" tanya Mega terbata-bata dengan mata yang memerah.


"Tentu saja dari pelaku yang berada di video itu juga," jawab Damar sambil berdecak.


"Apa? bagaimana bisa? apa ini alasan kamu menduakan aku Dam?" tanya Mega sambil merendahkan nada bicaranya.


Damar pun mulai tersulut emosi, ia mengusap wajahnya dan mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi.


"Dasar wanita murahan! bisa-bisanya kamu ketipu dengan yang namanya cinta! kalau dia memang cinta, gak mungkin dia ngerusak kamu seperti ini! dimana hati nuraninya? kenapa kamu mau melakukan hal itu! jelas kamu tahu sendiri kalau dia benar-benar tidak pernah mencintaimu, dia hanya menginginkan tubuhmu saja!" ucap Damar dengan meninggikan nada bicaranya.


Mega hanya terpaku dan juga tercekat saat mendengar cacian dari Damar. Tubuhnya terasa lemas seketika.


Kejadian itu sungguh aku tidak bisa menolaknya. Bahkan aku sangat menikmati setiap sentuhan Sahrul. Karena diriku pun benar-benar dikuasai hawa ***** yang begitu besar. Apa jangan-jangan Sahrul sebelumnya sudah menaruh sesuatu kedalam minumanku?

__ADS_1


"Damar, aku mohon maafkan masalalu aku. Aku akan memperbaiki semuanya. Jangan pernah bilang kamu tidak pernah mencintai aku didepan dia." Mega menunjuk ke arah April. "Kebahagiaan yang telah kamu isi dalam hidupku yang terasa begitu sepi, telah memberi warna dalam hari-hariku ... " Mega kembali menunduk dengan tangisannya.


"Baiklah jikalau kamu mau pergi, pergi saja. Aku tak apa, biar aku yang pura-pura lupa," ucap Mega dengan air matanya yang sudah tak tertahan lagi untuk dibendung terlalu lama.


"Mega, aku cinta kamu, tapi aku tidak bisa menerima masalalu kamu. April satu-satunya wanita yang benar-benar bisa menjaga kehormatannya, dan aku telah melamarnya," kata Damar membuat Mega tercengang.


Benar dugaanku, Damar tidak tahu siapa April yang sebenarnya. Baiklah jika itu maunya. Aku biarkan waktu yang akan menjawab semuanya. Aku harus ikhlas melepas Damar pergi. Aku pun akan pergi jauh dari kehidupannya.


Mega menyeka air matanya yang sejak tadi membasahi pipinya. Ia pun berusaha menenangkan dirinya sendiri.


"Bye Damar, aku pastikan, aku tidak akan muncul lagi di hadapanmu, selamat tinggal," ucap Mega kemudian membalikkan tubuhnya dan pergi meniggalkan Damar yang masih mematung disana.


Bagaimana bisa dia dengan mudahnya bicara seperti itu? ah yasudahlah toh aku akan bahagia bersama April.


Damar bertanya-tanya dalam hatinya, sambil mengacak rambutnya karena frustasi. Mega berjalan begitu saja melewati April. Sementara April hanya menatap sinis kepada Mega.


Saat Mega berada di depan Dona dan Pinkan yang bersembunyi dibalik tembok. Mega langsung ditarik oleh mereka.


"Mega kamu gak apa-apa?" tanya Pinkan panik.


"Ga, kita pulang aja yuk sepertinya kamu disini tidak nyaman," ajak Dona lembut dan Pinkan mengangguk cepat.


"Iya," kata Mega dan mereka pun berjalan menuju tempat parkir.


Sepanjang perjalanan pulang, Mega hanya berdiam diri dan tanpa ada sepatah katapun yang terucap dari mulutnya. Hatinya begitu hancur, bahkan ia tak sanggup untuk terlalu lama menangis, air matanya seperti sudah habis.


Ayah, ibu ... aku kangen kalian. Aku kangen dipeluk ayah dan ibu lagi. Aku kangen setiap malam ditemani tidur hingga aku masuk kedalam setiap mimpi-mimpi indahku. Ayah ... ibu ... maafkan aku. Maafkan kesalahanku..


Sesampai dirumah wajah Mega masih terlihat sangat murung. Nina yang sedang bersantai di ruang keluarga berdiri menghampiri Mega.


"Sayang kamu kenapa murung?" tanya Nina kepada Mega dan memberi isyarat kepada Pinkan dan Dona.


Nina yang mengerti isyarat dari Dona dan Pinkan pun langsung tidak bertanya lagi kepada Mega.


"Nek, bisakah aku sendiri dulu di kamar? Pinkan? Dona?" tanya Mega pada Nina, Pinkan dan Dona.

__ADS_1


"Baiklah, aku berdoa semoga hatimu lekas membaik ya Mega, semangat ada kami yang selalu untukmu. Aku pamit pulang ya," ucap Pinkan dan Mega pun mengangguk sambil tersenyum.


"Aku juga kalau begitu, kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya Mega," ucap Dona dan Mega hanya mengangguk sambil tersenyum.


Pinkan dan Dona pun pergi dari rumah Nina dan pulang menuju rumah masing-masing.


"Sayang kamu istirahat ya," ucap Nina pada Mega sementara Mega hanya mengangguk dan pergi dari hadapan Nina.


Nina langsung meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Bagaimana?" tanya Nina dalam sambungan teleponnya kepada seseorang.


"Nona Mega baru saja putus dengan kekasihnya, Damar, Nyonya. Karena Damar sudah mengetahui tentang Nona Mega dan informasi yang Damar dapat dari Sahrul sendiri. Satu lagi, Nyonya ... " jawab seseorang itu.


"Apa?"


"Damar diam-diam telah menduakan Mega selama satu tahun terakhir ini," jelasnya.


"Cepat cari Sahrul dan beri dia pelajaran! dan untuk Damar, biar aku yang akan turun langsung!" perintah Nina kemudian langsung menutup sambungan teleponnya.


Nina begitu geram dengan tingkah Sahrul dan kini dengan Damar. Mereka sama saja, didiamkan malah semakin menjadi.


*****


Para orang suruhan Nina langsung bergerak cepat setelah mendapat perintah dari Nina langsung. Dalam waktu tiga jam mereka sudah menemukan keberadaan Sahrul.


Sahrul yang berusaha kabur dari Solo namun dengan cepat tertangkap oleh salah satu orang suruhan Nina.


Sial! darimana mereka mengetahui keberadaanku! padahal aku sudah menyamar.


Sahrul menggerutu dalam hatinya.


"Kamu sudah tidak bisa lari kemana-mana lagi!" tegas salah satu orang bertubuh kekar dan berwajah menyeramkan.


Sahrul mencoba berpikir dan mencari cara supaya ia bisa kabur dari kepungan orang-orang suruhan Nina. Namun sayang seribu sayang, tangan Sahrul di borgol dan kepalanya ditutup oleh karung kain lalu diikat.

__ADS_1


Sahrul pun dibawa dan diasingkan ketempat dimana tak ada orang yang tahu kecuali Nina dan para orang suruhannya. Bahkan Adrian anaknya sendiri pun dulu sewaktu ia masih hidup tidak pernah mengetahui tempat tersebut.


__ADS_2