
Wanita itu pun pergi dari tempatnya ia berdiri ke tempat parkir. Kemudian ia kemudikan mobilnya menuju Adidaryo Grup.
Hampir setengah jam perjalanan, wanita itu sampai di perusahaan Adidaryo Grup. Dengan langkah mantap ia berjalan memasuki lobby perusahaan. Namun saat ia akan menerobos masuk ke dalam lift khusus direktur, kedua petugas keamanan menghadangnya.
"Maaf nona, anda tidak boleh sembarangan masuk karena bisa menyebabkan ketidak nyamanan pemilik perusahaan ini," ucap salah satu petugas keamanan tersebut.
"Saya mau bertemu ayah dari anak saya! cepat minggir!" bentak wanita itu yang tak lain adalah Lusy.
"Mohon maaf nona, nona harus menunggu di ruangan yang telah kami sediakan. Dan kami akan segera memberitahukan kepada tuan Albi perihal kedatangan nona. Kalau boleh tahu, siapa nama nona?" tanya salah satu petugas keamanan.
"Lusy," jawab Lusy singkat sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
Salah satu petugas keamanan yang lain pun menghampiri meja resepsionis untuk menghubungi Albi yang baru saja tiba di ruangannya.
"Selamat siang pak, di lobby ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan bapak. Dia bilang namanya adalah Lusy," ucap resepsionis tersebut saat Albi telah mengangkat panggilan teleponnya.
"Apa? Lusy?" tanya Albi tidak percaya.
"Iya pak, bagaimana pak?" jawab resepsionis itu lalu bertanya kembali kepada Albi.
"Baiklah antarkan dia ke ruangan saya sekarang," jawab Albi lalu mematikan sambungan teleponnya.
Ruangan Adidaryo
Albi tampak berpikir keras, saat ia mengetahui kedatangan Lusy kembali kedalam kehidupannya.
Kenapa Lusy kembali? apa maunya! setelah 3 tahun ia pergi tanpa meninggalkan jejak, lalu ia kembali tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
Saat Albi tengah tertegun dalam lamunannya, pintu ruangannya pun ada yang mengetuk.
"Masuk!" teriak Albi dari dalam.
__ADS_1
Ternyata dua orang petugas keamanan yang tadi berjaga di bawah mengantarkan Lusy untuk menemui Albi.
"Kalian tunggu saja di depan pintu," ucap Albi sementara Lusy yang memakai dress seksi dengan heels yang cukup tinggi serta make up on pun tersenyum smirk kepada Albi.
Kedua petugas keamanan itu pun keluar ruangan Albi dan menunggu di depan pintu.
"Ada apa kamu kembali lagi?" tanya Albi dingin.
Lusy mendekati Albi lalu memeluk dengan penuh perasaan.
"Lusy! lepaskan! ini di kantor!" bentak Albi sambil melepaskan paksa pelukan Lusy.
"Kenapa? karena kamu sudah memiliki wanita yang bernama Mega?" tanya Lusy sambil tersenyum smirk kembali.
"Darimana kamu tau soal Mega! jangan pernah kamu berani menyentuh wanitaku!" bentak Albi yang mulao tersulut emosi.
"Apa wanitamu? cih! kalau dia adalah wanitamu lalu aku apa Albi! hanya pemuas nafsumu!" ucap Lusy yang mulai meninggikan nada bicaranya.
"Tutup mulutmu Lusy! dulu itu adalah sebuah kesalahan yang tidak pernah aku inginkan! kalau aja aku gak dijebak, aku gak mungkin bisa tidur denganmu dan memiliki anak darimu!" bentak Albi kembali.
Aku merasa ada yang gak beres dengan Lusy. Sepertinya yang dibilang oleh orang suruhan kakek itu benar, ada yang sedang ia rencanakan. Aku harus lebih pandai darinya.
PROKPROKPROK
Albi bertepuk tangan di depan wajah Lusy.
"Bagus sekali kamu, berarti selama ini kamu ada di sekitarku bahkan kamu sampai tau kalau Vanesha meninggal dengan cara yang begitu mengenaskan. Dimana perasaanmu sebagai ibu! kamu bahkan membiarkan anakmu sendiri rela tidak mendapat kasih sayang terlebih dari ibu kandungnya sendiri!" ucap Albi yang benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Kamu masih untung karena tidak aku buat menjadi bangkrut dan sengsara disini. Sekarang aku mau kembalikan anakku dan beri aku uang 500 juta euro!" kata Lusy yang tidak kalah meninggikan suaranya.
Albi hanya tertawa sekeras-kerasnya.
__ADS_1
"Hei kamu pikir aku bodoh! dasar j*lang!" bentak Albi tepat di depan wajah Lusy.
Albi berjalan ke meja kerjanya dan mengambil sebuah amplop dari dalam lacinya.
PRAKKK
Albi melemparkan amplop itu didepan wajah Lusy dengan cukup keras, sehingga semua isi yang didalam amplop itu berhamburan keluar.
"Kembalilah padanya dan minta uang sebanyak apapun yang kamu mau padanya! bukankah dia adalah ayah dari anak yang pernah kamu tinggalkan padaku?" ucap Albi sambil tersenyum smirk.
Lusy tampak terkejut saat ia melihat isi amplop itu adalah foto Lusy bersama dengan Samudera yang sedang bercinta. Dan juga hasil test DNA Nindya dan Albi yang 100% bukanlah anak kandung Albi melainkan anak kandung Samudera.
"Da-darimana kamu bisa mendapatkan semua ini?" tanya Lusy terbata-bata.
"Kamu gak perlu tahu, yang jelas cepat pergi dari sini dan dari kehidupanku selama-lamanya atau kamu akan membayar nyawamu atas perbuatan keji yang telah kamu perbuat!" bentak Albi membuat nyali Lusy seketika menciut.
Albi tahu kalau saat ini perusahaan Samudera sudah hampir bangkrut. Dan kemunculan Lusy menandakan kalau ini bagian dari permainan Samudera. Samudera bekerja sama dengan Lusy saat Lusy masih menjadi sekretaris Albi 3 tahun yang lalu. Samuderalah yang sengaja memberikan obat perangsang pada Albi, Albi memang melakukan dengan Lusy namun saat itu Albi tidak menanam benihnya didalam perut Lusy, karena saat ia hampir mencapai puncaknya Albi mulai tersadar.
Karena merasa tanggung akhirnya Albi mengakhiri permainannya. Albi baru menerima informasi mengenai Lusy yang sebenarnya dari orang suruhan Adidaryo sehari sebelum kepergian Vanesha.
Tak disangka, James yang merupakan kekasih gelap Vanesha adalah tangan kanan dari Samudera. James sengaja membuat Vanesha sakau hingga meninggal itu karena perintah dari Lusy.
"Aku tekankan sekali lagi, jangan pernah kamu bertemu ataupun menyentuh Nindya, bagaimanapun dia tetap anakku!" ucap Albi memberi ancaman kepada Lusy.
Tubuh Lusy lemas seketika, ia pun jatuh tersungkur ke lantai dengan sendirinya setelah ia tahu kalau Albi mengetahui segala tentangnya.
"Lalu kenapa kamu masih mau merawat anak yang bukan anak kandungmu sendiri?" tanya Lusy yang tak disangka air matanya mengalir begitu saja dan hatinya terasa sakit.
"Walaupun dia bukan anak kandungku, tapi aku sangat menyayanginya. Aku yang telah merawatnya sejak ia bayi hingga sebesar sekarang. Aku memberinya kasih sayang, walaupun aku tahu ia lebih membutuhkan kasih sayang seorang ibu," jawab Albi sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Lebih baik kamu pulang dan pergi jauh dari kehidupanku. Kalau sampai kamu muncul kembali dan berani menyentuh keluargaku, kamu akan tau akibatnya!" kecam Albi kemudian berjalan lalu duduk dikursi kebesarannya dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
__ADS_1
Lusy bangkit dari duduknya, dengan langkah gamang ia pun keluar dari ruangan Albi. Kedua petugas keamanan itu mengikuti Lusy dari belakang.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Samudera telah mendepakku dari kehidupannya. Sekarang Albi tidak mau menerimaku kembali. Bahkan aku tidak bisa melihat anakku. Tuhan inikah hukuman darimu atas apa yang telah aku perbuat dimasa lalu?