
Sore pun tiba, Mega baru saja menyelesaikan kelas terakhirnya di hari ini. Baginya hari ini adalah hari yang cukup panjang karena kedua kelas yang ia ikuti sama-sama mata kuliah praktek. Namun itu tidak membuat Mega mengeluh, ia justru semakin semangat untuk belajar.
Saat ia melewati lobby kampus, tak sengaja Mega berpapasan dengan Alka. Keduanya pun saling melempar senyum.
"Mega?" sapa Alka sambil menghentikan langkahnya.
"Iya ada apa kak?" sahut Mega yang juga ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alka.
"Apakah kamu sudah selesai kelasnya?" tanya Alka berbalik badan lalu menghampiri Mega.
"Sudah kak ini baru mau pulang," jawab Mega dengan senyumannya.
Cantik sekali ternyata kalau dilihat lebih dekat seperti ini.
"Oh, hmm.. nanti malam bisa gak makan malam denganku di kafe Melody?" tanya Alka dengan hati-hati kemudian Mega tampak berpikir sejenak.
Kenapa hatiku rasanya senang sekali saat kak Albi mengajakku makan malam? tapi apa istrinya gak cemburu saat tahu kalau dia akan makan malam denganku? Ya Tuhan terima ajakannya gak ya. Baiklah aku terima aja, toh kalau ketahuan oleh istrinya nanti bisa aku jelaskan kalau kita hanya berteman.
Dan akhirnya ia pun angkat bicara.
"Bisa kak, tapi kafe Melody itu dimana ya kak? maaf aku belum tahu banyak soal kafe di kota ini," tanya Mega ragu-ragu.
"Hemm, bolehkah aku meminta nomor ponselmu? nanti akan aku share location lewat penselmu," tanya Alka kembali.
"Nomor ponsel? bukankah sewaktu di bandara kakak sudah meminta nomor ponselku?" Mega merasa bingung ia pun bertanya kembali kepada Alka.
Seketika Alka menjadi kikuk, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Beruntungnya Albi belum pernah berkomunikasi dengan Mega, jadi Mega belum memiliki nomor ponsel Albi. Alka pun memutar otak untum mencari alasan.
What! Albi tenyata sudah meminta nomor ponsel Mega? Astaga! tapi sepertinya Mega belum menyimpan nomor ponsel Albi.
"Maaf Mega kemarin ponselku sempat hilang semua karena Nindya memainkan ponselku," jawab Alka bohong.
Maafkan uncle Nindya meminjam namamu untuk beralasan dengan aunty Mega.
"Oh seperti itu," ucap Mega dan Alka pun mengangguk cepat sambil tersenyum lalu ia pun memberikan ponselnya kepada Mega. Dan Mega mencatat nomornya di ponsel Alka.
"Nih kak sudah," kata Mega sambil memberikan ponsel Alka kembali, dan Alka pun mengambil ponselnya.
"Terima kasih ya, sampai bertemu nanti malam. Maaf aku tidak bisa menjemputmu karena kemungkinan nanti aku akan pulang terlambat. Tapi untuk pulangnya biar aku aja yang mengantarmu," ucap Alka dengan nada lembut.
Kak Albi, kenapa kamu bersikap seperti ini? bagaimana jika aku beneran jatuh hati padamu? bagaimana dengan istrimu? aku gak mau menyakiti perasaan wanita karena aku pun wanita.
"Sama-sama kak, tidak apa-apa biar nanti aku di antar oleh supir aja," kata Mega dengan senyuman tipisnya.
"Baiklah, bye Mega aku mau ke kelas dulu ya," pamit Alka sambil memberikan lambaian tangan.
"Bye kak," ucap Mega membalas lambaian tangan Alka.
Alka pun pergi dari hadapan Mega yang masih berdiri ditempatnya sampai Alka menghilang dari pandangan Mega. Kemudian Mega pergi ke tempat parkir untuk pulang kembali ke rumah.
Rumah Mega
Mega baru saja sampai dirumah, ia pun menghampiri Nina yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
__ADS_1
"Sore nek," sapa Mega.
"Sore, eh kamu udah pulang? tumben sampai sore seperti ini?" tanya Nina dan Mega pun langsung ikut duduk disebelah Nina.
"Iya nek hari ini mata kuliah praktek semua jadi cukup lama," jawab Mega.
"Oh iya nek nanti malam boleh gak aku keluar rumah? temanku yang sewaktu aku bertemu dengannya di bandara itu mengajakku makan malam," sambung Mega membuat Nina berpikir sejenak.
"Albi Adidaryo maksud kamu?" tanya Nina dan Mega pun mengangguk cepat.
"Bukankah dia sudah punya istri? kenapa mengajakmu makan malam bersamanya? apa nanti istrinya tidak akan marah?" tanya Nina kembali dengan seberondong pertanyaan.
"Hemm, mungkin makan malam bersama istrinya juga nek dan juga anaknya. Oh iya ternyata rumahnya kak Albi beberapa rumah dari sini loh nek. Semalam waktu aku berjalan-jalan sekitar kompleks aku bertemu dengan anaknya, Nindya. Tapi saat aku tanya soal ibunya, Nindya malah menjadi murung," jelas Mega yang seketika merasa iba saat mengingat Nindya malam itu.
"Oh ya?" tanya Nina dan Mega pun mengangguk cepat.
Aku semakin penasaran tentang pernikahan Albi dan juga tentang Alka. Orang suruhanku belum kunjung juga memberiku informasi mengenai hal itu.
"Ada apa memangnya nek?" tanya Mega membuyarkan lamunan Nina.
"Ah tidak sayang, ya sudah lebih baik kamu istirahat di kamar lalu bersiap-siap yah," jawab Nina.
"Oke nek, aku ke kamar ya," ucap Mega lalu berdiri dan pergi dari hadapan Mega.
🌾
Malam pun tiba, Mega telah selesai bersiap dengan menggunakan dress berwarna pink pastel dengan rambut dibiarkan tergerai dan polesan makeup tipis lalu dipadu padankan dengan heels dengan hak tidak terlalu tinggi karena Mega sudah tinggi namun memiliki tubuh yang cukup berisi.
Mega langsung menyambar slingbag nya yang berada di atas sofa lalu pergi keluar kamar. Saat ia menuruni anak tangga, Mega mencari keberadaan Nina. Namun setelah ia melihat ke sekeliling sekitar tangga, ia tidak menemukan keberadaan Nina. Mega pun bertanya kepada pelayan rumah.
"Permisi asistant, apakah kamu melihat nenek?" tanya Mega.
"Sepertinya nyonya masih berada di dalam kamar nona, karena baru saja saya melihat nyonya masuk ke dalam kamarnya," jawab pelayan tersebut.
"Oh baiklah, terima kasih," ucap Mega kemudian pelayan itu membungkukkan sedikit tubuhnya lalu pergi dari hadapan Mega.
Mega pergi ke kamar Nina untuk berpamitan.
TOKTOKTOK
"Nek, apakah nenek berada didalam?" tanya Mega dari depan pintu.
Kemudian pintu pun terbuka.
"Iya sayang, nenek baru aja akan keluar kamar untuk makan malam. Kamu terlihat sangat cantik sekali malam ini, apakah kamu akan berangkat sekarang?" jawab Nina lalu bertanya kembali kepada Mega.
"Iya nek,aku pergi dulu ya," pamit Mega dan Nina pun mengangguk sambil tersenyum.
Mega pergi dari hadapan Nina, sementara Nina menatap kepergian Mega dengan tersenyum.
Semoga yang kamu temui nanti itu Alka bukan Albi. Nenek gak mau kamu merasakan lagi sakitnya dikhianati oleh seorang laki-laki karena salah mencintai.
Nina pun keluar kamar dan pergi ke ruang makan.
__ADS_1
Kafe Melody
Mega baru saja sampai di kafe tempat ia akan bertemu dengan Alka. Mega pun masuk ke dalam.
Tiba-tiba saat Mega membuka pintu masuk kafe tersebut, suasana di kafe itu menjadi gelap. Hanya ada lampu sorot yang berada di atas sebuah panggung minimalis di dalam kafe itu.
Dilihatnya ada seorang laki-laki yang tak asing menurut Mega, dia adalah Alka sambil memegang sebuah gitar duduk diatas kursi dengan microphone yang berada didepannya.
Mata Mega langsung berkaca-kaca dan terukir sebuah senyuman dikedua sudut bibirnya, jantungnya pun berdegub begitu cepat. Mega berjalan menuju sebuah meja yang sudah dipersiapkan oleh Alka dengan candylight dinner ditengahnya serta sebuah bucket bunga mawar yang sangat indah.
Mega duduk di kursi tersebut sambil terus memperhatikan Alka yang berada di atas panggung.
"Aku persembahkan sebuah lagu untukmu yang duduk disana," ucap Alka sambil menatap Mega dengan senyumannya.
Mega menjadi salah tingkah mendapat tatapan dari Alka yang membuat jantungnya berdegub begitu cepat dan tak menentu.
🎶Suara musik dimulai🎶
Mungkinkah kau tahu
Rasa cinta yang kini membara
Dan masih tersimpan
Dalam lubuk jiwa
Ingin ku nyatakan
Lewat kata yang mesra untukmu
Namun ku tak kuasa
Untuk melakukannya
Mungkin hanya lewat lagu ini
Akan ku nyatakan rasa
Cintaku padamu rinduku padamu
Tak bertepi
Mungkin hanya sebuah lagu ini
Yang selalu akan ku nyanyikan
Sebagai tanda betapa aku
Inginkan kamu
"Terima kasih," ucap Alka saat diakhir penampilannya.
Mega bertepuk tangan sambil tersenyum, hatinya begitu tersentuh tak terasa buliran air mata menetes begitu saja membasahi pipinya.
__ADS_1