KELIRU

KELIRU
SUASANA MALAM


__ADS_3

Rumah Nina


Setiba di rumah, Nina langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Sedangkan Mega baru saja keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang keluarga. Mega duduk di sofa untuk menonton televisi sambil menunggu waktunya makan malam.


🌾


Indonesia


Saat ini waktu di Indonesia sudah larut malam.


Rumah Clarissa


Akan tetapi, Sahrul dan Clarissa selalu terjaga tiap malam karena baby Sea selalu menangis dan terbangun. Sejak kelahiran baby Sea, semakin hari Sahrul semakin berubah menjadi lebih baik.


Clarissa semakin tersentuh hatinya melihat perubahan Sahrul. Setiap malam, Sahrul bahkan yang selalu terjaga untuk menggendong baby Sea.


"Sayang Sea nya udah tidur, udah sekarang kamu tidur. Sini Sea nya biar aku aja yang taruh di tempat tidur," ucap Clarissa kepada Sahrul.


"Iya sayang, aku juga udah ngantuk berat," kata Sahrul sambil memindahkan Sea perlahan ke tangan Clarissa.


Clarissa begitu merasa iba melihat Sahrul yang sekarang memiliki kantung mata yang cukup parah karena selalu terjaga tiap malam. Dengan hitungan detik Sahrul langsung tertidur dengan mengeluarkan suara dengkuran yang cukup keras. Sementara Clarissa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Clarissa pun akhirnya ikut tertidur setelah menaruh baby Sea di tempat tidur.


🌾


Belanda


Makan malam pun tiba, Mega dan Nina menyantap makan malam dengan hidangan yang begitu memanjakan lidah mereka.


"Nek, bolehkah aku berjalan-jalan dimalam hari ?" tanya Mega hati-hati.


"Hmm, apa sebaiknya nanti aja saat kamu libur kuliah?" Nina yang bertanya kembali pada Mega.


"Aku ingin menikmati suasana malam nek, boleh ya ?" ucap Mega merengek kepada Nina. Sedangkan Nina hanya menghela nafasnya.


"Baiklah tapi jangan terlalu malam ya pulangnya, sebentar lagi musim dingin jadi udara malam sangatlah dingin dan tidak baik untuk kesehatan tubuhmu," jawab Nina.


"Siap bos! makasih nenek," ucap Mega sambil memberi tanda hormat kepada Nina lalu Nina pun mengangguk sambil tersenyum.


Mega pun sangat bersemangat, ia menghabiskan makan malamnya.


"Pelan-pelan makannya sayang, tidak ada yang ingin mengambil makananmu," seru Nina sambil terkekeh melihat Mega makan begitu lahap.

__ADS_1


Namun Mega pun tidak bergeming, beberapa menit kemudian Mega telah menyelesaikan makan malamnya.


"Nek aku keluar rumah sekarang ya," pamit Mega.


"Iya hati-hati, apakah kamu hanya berjalan di sekitar kompleks?" tanya Nina dan Mega pun mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah jangan terlalu jauh, karena disini semakin malam akan semakin sepi," ucap Nina.


"Iya nenek, aku pergi," pamit Mega kemudian mengecup pipi Nina.


Mega berjalan keluar rumah sambil bersenandung riang. Sesampai di depan teras, Mega menghirup udara malam dengan dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.


Kalau dilihat-lihat sekitar kompleks ini lebih indah saat malam hari, apalagi letaknya di perbukitan seperti ini. Aah, segar sekali rasanya.


Mega menghirup udara bebas sebanyak-banyaknya dan ia pun berjalan hanya dengan membawa ponsel di tangannya. Ia melihat-lihat rumah di sekitar kompleks.


Rumahnya sangat unik-unik. Tak heran disini tidak boleh memakai pagar rumah karena memang tidak ada yang pakai.


Saat sedang asik melihat-lihat rumah, mata Mega langsung tertuju pada gadis kecil yang sempat bertemu dengannya beberapa waktu lalu, gadis kecil itu adalah Nindya.


Bukankah itu Nindya? Ya Tuhan ternyata kita satu kompleks. Tapi kenapa dia hanya dengan seorang wanita yang memakai pakaian baby sitter?


Mega bertanya-tanya dalam hatinya. Lalu ia pun memilih untuk membalikkan tubuhnya dan berjalan untuk kembali ke rumah.


"Aunty Mega."


"Hei Nindya," ucap Mega lalu berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya.


Nindya berlari ke arah Mega.


"Aunty.. Nindya kangen aunty Mega," kata Nindya sambil menundukkan wajahnya dan memasang raut wajah murung.


Mega merasa bingung, lalu suster yang menemani Nindya pun menghampiri mereka. Mega menatap suster tersebut dan memberi kode untuk meminta jawaban.


Mega merasa tidak tega dengan sikap Nindya, ia pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Aunty juga kangen sama Nindya. Oh iya aunty Mega belum pernah bertemu dengan mommy Nindya. Apakah aunty boleh bertemu dengan mommy Nindya?" ucap Mega lalu bertanya kepada Nindya sambil menatap puppy eyes milik Nindya.


Lagi-lagi Nindya murung dan menundukkan wajahnya.


"Hei Nindya ada apa? kenapa kamu menjadi murung? aunty salah ya, aunty minta maaf ya girl," tanya Mega yang mulai panik karena mata Nindya sudah berkaca-kaca dan perlahan mengangkat dagu Nindya dengan tangannya lalu mengelus lembut pipi chubby Nindya.


"Sus ada apa ?" tanya Mega membuka mulutnya namun tanpa suara kepada baby sitter Nindya.

__ADS_1


Baby sitter tersebut terlihat kebingungan, ia pun hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.


"Maaf nona, bukan hak saya untuk menjelaskan tentang Nindya kepada nona," jawab baby sitter tersebut.


Mega pun mengerti dan ia pun tidak melanjutkan pertanyaannya lagi.


Sebaiknya aku tunggu kak Albi yang akan cerita langsung kepadaku.


"Oh iya Nindya, kalau Nindya mau main dengan aunty, Nindya bisa datang ke rumah yang berwarna putih yang disanaa. Nanti kalau ditanya siapa Nindya, Nindya jawab aja kalau Nindya teman aunty, oke," ucap Mega membuat Nindya langsung mengangkat kepalanya dan menatap Mega lalu tersenyum sambil mengangguk.


"Sekarang sudah malam, lebih baik Nindya tidur ya. Aunty juga mau pulang ke rumah. Besok jika ada kesempatan lagi, kita akan bermain bersama, okay?" sambung Mega mencoba memberi penjelasan kepada Nindya.


"Okay aunty, sampai bertemu kembali," jawab Nindya sambil mengulurkan jempolnya kepada Mega sambil tersenyum.


"Anak pintar," ucap Mega tersenyum sambil mengacak pelan rambut Nindya.


Ya Tuhan Nindya berharap bisa memiliki mommy seperti aunty Mega.


Nindya melambaikan tangannya kepada Mega dan Mega pun membalas lambaian tangan Nindya. Mega pun kembali ke rumah.


Sesampai di rumah, Mega tidak melihat keberadaan Nina di ruang keluarga maupun ruang makan.


Nenek kemana ya? ah mungkin nenek sudah beristirahat di kamarnya.


Mega pun pergi ke kamarnya lalu bersih-bersih kemudian pergi ke alam mimpi.


🌾


Pagi puna tiba, bunyi alarm membangunkan Mega dari alam mimpinya. Sayup-sayup suara burung begitu jelas tedengar dari luar jendela.


Mega meregangkan otot-ototnya lalu turun dari tempat tidur kemudian pergi ke kamar mandi. Pagi ini, Mega memilih untuk berendam dengan memakai aroma lavender dan juga taburan kelopak bunga mawar.


Hampir setengah jam ia berendam, Mega pun segera menyelesaikan mandinya lalu pergi berganti pakaian. Setelah selesai, Mega memoles tipis wajahnya.


Mega keluar dari kamarnya lalu berjalan menuruni anak tangga. Namun saat Mega telah berhasil menuruni tangga, ia melihat Nina yang sedang melakukan sambungan telepon dengan seseorang.


"Bagaimana? apakah sudah berhasil?" ucapan Nina yang terdengar oleh Mega yang berada di belakangnya.


Apanya yang berhasil? apakah nenek sedang merencanakan sesuatu?


Mega bertanya-tanya dalam hatinya. Nina tidak menyadari keberadaan Mega, dengan seksama Mega pun mendengarkan percakapan Ninadengan seseorang tersebut.


"Bagus, secepatnya data itu harus dikirimkan kepada saya," kata Nina kemudian mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


Kemudian Nina pun membalikkan tubuhnya.


"Astaga!"


__ADS_2