
Siang sudah berganti menjadi malam. Mega akhirnya sampai dirumah Nina. Bayangan laki-laki itu terus memutar di memori otaknya.
Di tempat lain
Sahrul sudah bersimbah darah karena sejak awal dia dibawa ke tempat rahasia milik Nina ini, ia selalu memberontak dan berusaha untuk kabur. Walaupun kondisinya semakin mengenaskan, namun ambisinya untuk kabur masih sangat besar. Penjagaan pun semakin diperketat.
Tiba-tiba pintu terbuka, Sahrul langsung mengangkat kepalanya.
"Nih makanan untukmu, makanlah dan mencoba untuk kabur kembali!" tegas seorang laki-laki yang memiliki tubuh kekar dan berwajah menyeramkan.
Sahrul hanya menyunggingkan senyum smirk nya. Laki-laki itu pergi dari sebuah kamar yang di tempati oleh Sahrul dan mengunci kembali kamar itu rapat-rapat.
Karena perut Sahrul sejak kemarin tidak makan, padahal ia selalu diberikan makanan. Akhirnya Sahrul memakan makanan yang barusan diberikan kepadanya.
Kediaman Clarissa
Kelly masih mencari tahu keberadaan Sahrul dibantu oleh para orang suruhan suaminya. Hanya beberapa minggu lagi Clarissa akan melahirkan namun sampai detik ini Sahrul masih belum terlacak keberadaannya oleh Kelly.
Dan tiba-tiba orang suruhan suaminya datang ke kediamannya.
"Selamat malam nyonya," ucap seorang laki-laki.
"Malam, ada apa kamu datang kemari?" tanya Kelly sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Saya ingin memberitahukan nyonya sesuatu," jawab laki-laki itu.
"Ikut ke ruanganku," ajak Kelly dan laki-laki itu membuntuti Kelly dari belakang.
Setiba di ruangan kerja khusus Kelly, laki-laki itu menutup kembali pintunya dan mengunci rapat-rapat lalu mengeluarkan sebuah amplop kecil dari sakunya.
"Ini nyonya," ucap laki-laki itu dan Kelly mengambil amplop itu dari tangannya.
Kelly pun membuka isi amplop itu, matanya langsung membulat dengan sempurna.
Astaga! jadi Sahrul sekarang menjadi tawanan nyonya Nina. Mana berani aku untuk melawan nyonya Nina. Apa Sahrul juga berurusan dengan nyonya Nina?
"Apa yang telah si Sahrul perbuat sehingga kondisinya begitu mengenaskan sekali sekarang?" tanya Kelly.
"Sahrul telah mengganggu hubungan cucu dari nyonya Nina dengan calon tunangannya. Dan karena ulahnya kini pertunangan cucunya batal. Sahrul juga berambisi serta terobsesi dengan cucu nyonya Nina. Dia memakai berbagai cara supaya bisa mendapatkan cucu orang nomor 1 di Asia Eropa nyonya," jawab laki-laki itu membuat Kelly tercengang.
"Punya nyali banyak rupanya si Sahrul. Ya sudah, terima kasih. Tugasmu cukup sampai disini karena dia sudah di beri pelajaran oleh orang yang memiliki pengaruh besar di dunia bisnis," ucap Kelly dan laki-laki itu pun mengangguk.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit nyonya," kata laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya lalu pergi dari ruangan tersebut.
Kelly merasa lega, sekarang ia benar-benar tidak memperdulikan Sahrul lagi walaupun calon cucunya yang sedang dikandung oleh Clarissa membutuhkan sosok ayah. Bahkan Kelly merasa geram, tidak sepatutnya seorang laki-laki yang telah beristri malah masih mengejar perempuan lain.
🌾
Belanda
Keesokan harinya, Mega terbangun karena mendengar suara ketukan pintu Nina.
"Sayang bangun nak, apakah kamu tidak ingin ikut nenek pergi berbelanja?" tanya Nina dari depan pintu.
"Iya nek tunggu sebentar ya," jawab Mega dengan nada bicara khas orang yang baru saja bangun tidur.
Mega langsung menuju kamar mandi, kali ini dia mandi sedikit kilat karena hari sudah semakin siang. Beberapa menit kemudian Mega telah selesai mandi dan berganti pakaian. Lalu Mega pun keluar dari kamarnya.
"Nenek aku sudah siap," ucap Mega sambil mencari keberadaan Nina.
Hingga sampai di ruang tamu, Mega melihat Nina sudah masuk ke dalam mobil. Mega pun langsung maik ke mobil tersebut. Kemudian mobil pun melaju membelah jalan nan sepi di Belanda.
Kali ini Nina mengajak Mega berbelanja bahan pokok di supermarket terbesar di kota besar yang ada di Belanda. Karena hanya disini satu-satunya supermarket terbesar. Jarak yang ditempuh dari rumah ke supermarket memakan waktu hingga 2 jam lamanya.
Semuanya sudah diperhitungkan secara matang. Tak heran disini tak banyak yang menjual barang-barang dari Asia.
"Nek apakah nenek membawa daftar belanjanya?" tanya Mega pada Nina.
"Tentu dong, nih kamu pegang. Tapi hati-hati ya," jawab Nina sambil tersenyum.
Mega mengambil gulungan daftar belanja tersebut dari tangan Nina. Kemudian tak sengaja gulungan tersebut pun terbuka. Mega membulatkan matanya dengan sempurna.
"Nek apakah ini tidak salah? panjang gulungan ini sampai 1 meter lebih loh, apakah mobil kita muat membawa belanjaan sebanyak ini?" tanya Mega yang tak percaya serta terkejut bukan main.
"Sayang dibaca baik-baik, jika kita ambil barangnya ini termasuk sedikit. Karena nenek sudah mengeceknya dibantu dengan pelayan dirumah," jawab Nina sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Oh begitu ya nek? ya sudah let's go kita belanja," ucap Mega.
Mega begitu sangat antusias karena ini pertama kalinya ia berbelanja dengan Nina di negara tempat tinggal Nina selama ini. Sebenarnya Nina bisa saja menyuruh pelayan bagian dapur untuk berbelanja semua ini. Tapi Nina ingin menghabiskan waktu bersama cucu semata wayangnya, jadi ia memutuskan untuk membelinya bersama.
"Nek troliku sudah tidak muat lagi, apa perlu mengambil troli lagi nek?" tanya Mega dan Nina pun mengangguk.
Mega dengan cepat pergi ke pintu utama untuk mengambil troli, tak lupa iya memasukkan sebuah koin ke dalam pengikat troli tersebut supaya troli dapat digunakan pengunjung.
__ADS_1
Selain berbelanja, di supermarket ini pula terdapat penukaran botol kaca ataupun plastik yang sudah tidak dipakai lalu pengunjung yang menukarkan akan mendapat uang sesuai jumlah yang ditukar. Ini adalah bagian program pemerintahan Belanda sendiri. Dengan begini rakyatnya dapat mengurangi sampah yang berserakan di jalan-jalan umum.
Saat Mega akan mendorong troli ke dalam, matanya tak sengaja melihat seorang laki-laki yang ia temui kemarin.
Bukankah itu laki-laki yang kemarin? tapi kenapa tampilannya sangat berbeda? dia bahkan seperti orang kaya dengan setelan jas yang harganya pun seperti sangat mahal. Tapi sedang apa ya dia disini?
Mega bertanya-tanya sendiri dalam hatinya. Namun tak lama ia pun tersadar, kemudian Mega masuk ke dalam supermarket kembali.
"Sayang kok lama sekali?" tanya Nina saat Mega baru saja datang menghampiri Nina.
"Iya nek tadi agak mengantre saat pengambilan trolinya," ucap Mega berbohong sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Oh ya sudah, ayok kita lanjutkan belanjanya," ajak Nina dan Mega pun mengangguk.
Setelah hampir cukup lama mereka berbelanja bahkan sudah sampai 5 troli yang sudah penuh, akhirnya mereka menyelesaikan belanjanya.
"Astaga nek, bagaimana kita bisa mendorongnya sedangkan tangan kita hanya masing-masing punya 2," ucap Mega sambil mencebikkan bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu tenang aja, tuh para orang-orang itu yang akan membantu kita untuk mendorong semua troli ini," kata Nina sambil menunjuk kelima orang laki-laki bertubuh kekar yang berdiri sejajar di belakang mereka.
Mega menggaruk lehernya yang tak gatal.
Rupanya nenek sudah mempersiapkan segalanya. Aku mah apa atuh, hanya bisa pasrah.
Setelah selesai membayar belanjaan mereka, kini Nina akan mengajak Mega pergi ke suatu tempat yang tidak pernah Mega tahu sebelumnya. Sedangkan belanjaan mereka dibawa pulang dengan mobil yang berbeda.
🌾
Mega sampai tertidur dengan sangat pulas, 4 jam perjalanan yang mereka tempuh sangat terasa begitu lama. Karena ada beberapa titik yang mengalami kemacetan akibat perbaikan jalan serentak.
Mega dan Nina pun sampai di tempat yang mereka tuju. Sebuah rumah sederhana dan juga dikelilingi oleh banyak pohon yang tertata sangat rapih.
Mega terbangun dari tidurnya. Ia mengejap-ngejapkan matanya. Mega tidak melihat Nina di sampingnya hanya ada seorang supir didalam mobil tersebut.
Lalu Mega melihat kearah luar kaca mobil, dari kejauhan tampak Nina sedang berbicara dengan seorang laki-laki.
Tempat apa ini? kenapa suasananya seperti di Indonesia? apakah ini beneran ada di Indonesia? lalu aku sama sekali tidak merasa turun dari mobil ataupun pesawat.
"Pak, kita sebenarnya ada dimana?" tanya Mega kepada supir tersebut.
"Kita..."
__ADS_1