Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 25: Pola pikir manusia


__ADS_3


💮 Selamat membaca, dan sehat selalu 💮


Setelah dua minggu lalu Iren menghadiri pernikahan Alif dan Danisha, Iren memutuskan untuk memulai kembali kehidupannya yang baru dan harus lebih semangat lagi. Meskipun kini usianya sudah 25 tahun, Irena akan merencanakan masa depannya yang lebih baik lagi.


Sebelumnya, pak Bayu dan Arsen sudah memintanya untuk meneruskan usaha pak Bayu atau ikut bekerja di kantor Arsen. Namun Iren lebih memilih untuk mencari pekerjaan secara mandiri saja. Ia sendiri saja masih bingung mau gimana kedepannya nanti, dan pekerjaan apa yang akan ia cari?.


Saat ini ia tengah membersihkan halaman rumahnya. Mencabuti rumput, menyapu dan menata bunganya supaya terlihat rapi dan indah. Di tengah kesibukannya, tiba-tiba datang ibu Tuti ( ingat di bab awal-awal ada tetangga Iren yang bernama bu Tuti ).


''Lagi ngapain Ren?'' Tanya bu Tuti yang menghampiri Iren, lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Iren.


''Lagi masak buk!'' Tiba-tiba Mira menyaut dari arah dalam sambil membawa sepiring manisan mangga.


''Masak? Laaah, bukannya lagi nyabutin rumput ya?'' Ucap bu Tuti dengan wajah heran.


Ingin ketawa tapi takut dosa, gak ketawa tapi......kebangetan ( hedeeeh )


''La itu tahu kalau Iren lagi nyabutin rumput. Kenapa ibu masih tanya?'' ( Mendengar jawaban Mira, bayangin sendiri gimana ekspresi wajah bu Tuti yang melengos. )


''Terserah Mir..Mir, saya nggak mau berdebat sama kamu hari ini. Karena jika saya jawab, pasti yang ada ujung-ujungnya saya kalah,'' ucap bu Tuti.


''Laaah, kok gitu bu? Yaaah...nggak asik dong kalau ibuk nggak jawab,'' ucap Mira.


Iren menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan mereka. Mira dan bu Tuti jika bertemu seperti Tom and Jerry yang nggak pernah akur.

__ADS_1


''Oh iya Ren, kamu belum punya pacar kah? Itu....'' Belum selesai bu Tuti bicara, Mira langsung menyela.


''Itu apa? Itu...itu! Bilang aja mau jodohin Iren sama orang yang ibuk kenal! Iya kan?'' Ucap Mira tanpa basi-basi. Melihat ekspresi bu Tuti, sepertinya tebakan Mira tepat sasaran.


''Nah itu maksud ibu, kok kamu bisa tahu Mir, kalau ibu mau ngomong itu. Waaah jangan-jangan kamu mau jadi orang tua Mir? Bisa nebak pikiran orang,'' ucap bu Tuti.


''Lah kan Mira memang sudah jadi orang tua bu. Bahkan sudah 4 tahun lo! Kemana aja selama ini bu?'' Ucap Mira. Iren memegangi kepalanya mendengar ucapan sahabatnya itu. Dua orang ini benar-benar klop, lalu ia pun meneruskan pekerjaannya mencabuti rumput yang belum selesai.


''Maksudnya orang tua itu, kaya semacam dukun atau peramal. Gitu lo Mir! Aduuh kamu itu kok nggak mudeng-mudeng di ajak bicara dari tadi,'' ucap bu Tuti.


Mira tersenyum gemas melihat ekspresi bu Tuti.


''Ooooo, dukun toh. Kalau itu mah Mira nggak cocok bu, Nanti yang ada Mira santet bu Tuti lagi. Emang bu Tuti mau tu perut Mira besarin lagi? Nggak mau kan?'' ( Mira tertawa terbahak-bahak sampai-sampai hampir tersedak manisan mangga yang sedang ia cemil )


''Enak aja salah Mira. Mana ada!'' Jawab Mira dan refleks menjauhkan piringnya. Alhasil tangan bu Tuti menggantung di udara.


''Terserah kamu Mir, saya mau bicara hal penting sama Iren dulu. Ini penting soalnya,'' ucap bu Tuti lalu menghampiri Iren, yang sudah berpindah tempat dan sekarang sedang menata-nata bunga-bunganya.


''Apa tadi ya? Saya sampai lupa mau bilang apa. Oh iya, ingat saya Ren, kamu sudah punya pacar belum Ren?'' Tanya bu Tuti. Iren mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan bu Tuti.


''Belum, memangnya kenapa bu?'' Tanya Iren. Namun pandangannya masih terfokus pada bunga anggrek yang ada di genggamannya.


Bu Tuti pun menghampiri Iren dan ikut membantu mengambilkan bunga anggrek itu untuk di serahkan pada Iren yang sedang memindahkan bunganya di pot gantung.


''Itu Ren,'' ( Mira masih mengamati dan mendengarkan apa yang akan bu Tuti bicarakan sama Iren, sambil menyemil manisan mangganya. ) ''Ada teman ibu yang punya seorang anak laki-laki. Umurnya belum tua-tua banget Ren, baru 53 tahun.'' ( Uhuuuuk...'' Mira tersedak mendengar ucapan bu Tuti.)

__ADS_1


''Anaknya 2 cewek semua dan udah pada nikah semua, Katanya dia naksir sama kamu pas lihat kamu datang di pernikahan Alif dan Danis dua minggu yang lalu itu lo Ren, gimana pendapat kamu?'' Tanya bu Tuti sambil memegang tangan Iren, yang membuatnya menghentikan pekerjaannya.


''53 tahun bu? Ibu sebelum ngomong itu kira-kira udah di pikir belum bu? 53 tahun? Bahkan umurnya lebih tua dari papa kandungnya Iren bu! Dan ibu menyuruh Iren untuk menikah dengan laki-laki yang umurnya bahkan kita gak tau masih bisa hidup 10 tahun lagi apa nggak? Dan......'' Belum selesai Mira bicara, Iren langsung meminta Mira untuk diam dengan isyarat tangannya.


''Maaf sebelumnya bu, maaf banget. Iren tahu maksud ibu baik, tapi Iren tidak bisa menerimanya bu. Iren minta tolong, sampaikan pada temen ibu itu, atau pada anaknya. Bilang kalau Iren tidak bisa menerimanya. Karena Iren masih ingin fokus pada karir Iren. Iren belum kepikiran untuk menikah sekarang,'' ucap Iren. Lalu melepaskan tangannya dari genggaman tangan bu Tuti.


''Tapi Ren, dia baik lo. Umurmu juga bukan gadis yang masih berusia 15 atau 17 san tahun lagi. Apa kamu nggak mau di pikir-pikir dulu gitu?'' Bu Tuti masih berusaha meyakinkan Iren, membuat Mira merasa semakin geram saja.


''Cukup bu! Mira rasa, Iren sudah menjabarkannya dengan gamplang segamplang-gamplangnya. Kenapa dari nada bicara ibu seperti terdengar memaksa? Kenapa nggak di jodohin saja sama Murni anak ibu? Toh umurnya juga lebih tua dari Iren. Tahun ini Murni umur 28 tahun kan bu?'' Ucap Mira. Waah sepertinya emosinya benar-benar sudah tak bisa ia bendung lagi. Ingat! Mira bukanlah sosok wanita yang sabar jika menghadapi orang yang ngeyel dan dan gak baik.


''Loooh kok jadi bahas Murni? Kan pihak sana yang minta di jodohin sama Iren, bukannya Murni Mir! Lagi pula saya kan niatnya juga baik, kalau nggak mau ya sudah. Kenapa malah marah-marah sama saya?'' Ucap bu Tuti, lalu berdiri pergi berjalan meninggalkan Iren dan Mira.


''Kenapa marah bu? Apa jangan-jangan nggak terima lagi putrinya di jodohin sama engkong-engkong! Makannya kalau punya hati tu yang baik. Giliran di balikin nggak terima!'' Teriak Mira, supaya di dengar oleh bu Tuti, karena bu Tuti yang semakin menjauh langkahnya dan pastinya masih mengomel di sepanjang jalan.


-


-


👍like


❤ pavorit


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2