Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 65: Rumah sakit


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...



''Naik mobil ini saja kak, soalnya kalau kakak pulang dulu buat mengambil motor nanti kelamaan, sekarang kita harus cepat-cepat ke rumah sakit dulu,'' ucap Kenzo. Alif pun mengiyakannya lalu ia duduk di kursi pengemudi, dan Kenzo duduk di sebelahnya.


''Mas Alif dan Mas Kenzo, maafkan saya, saya tidak bisa ikut karena harus menjaga anak-anak saya di rumah Mas,'' ucap Wahyu.


''Iya Mas Wahyu, terimakasih atas infonya juga. Nanti setelah sampai rumah sakit, saya akan meminta mbak Widia pulang saja. Biar gantian kami yang menemani Iren Mas,'' ucap Alif. Wahyu pun kembali pulang ke rumahnya, sebab ia harus menjaga anak-anaknya, karena istrinya masih di rumah sakit.


''Ken, jangan lupa kabari juga Mira, pasti sekarang dia masih khawatir. Apa lagi jika sampai dia tahu kalau Iren kecelakaan, kakak nggak tahu bagaimana reaksinya nanti,'' meski hatinya sendiri sedang kacau, khawatir, takut jika Iren kenapa-napa, tapi Alif berusaha tetap tenang karena dia sedang mengemudikan mobil.


''Baik kak,'' Kenzo pun kemudian mengirimkan pesan pada Mira.


Dan benar saja dugaan Alif, Mira juga sangat khawatir dengan keadaan Iren. Dan langsung menghubungi Alif kembali.


''Bagaimana bisa Iren kecelakaan Lif?'' Ucap Mira dengan panik.


''Aku juga belum tahu bagaimana keadaanya dan bagaimana ceritanya Iren bisa kecelakaan. Soalnya kata Kenzo Iren sempat pamit padanya mau membeli sesuatu di toko sebrang jalan. Makannya Iren tidak pulang bareng sama Kenzo. Rencananya kami akan mencarinya di toko itu, tapi tiba-tiba tadi Mas Wahyu suaminya mbak Widia datang ke rumah saat aku akan berangkat mencari Iren.


''Mas Wahyu tidak menceritakan kronologinya, ia cuma mengatakan kalau Iren mengalami kecelakaan, dan saat ini istrinya yaitu mbak Widia yang menjaga Iren di rumah sakit Mir,'' jawab Alif.


''Baiklah, aku juga akan langsung kesana. Nanti kita cari tahu bersama-sama penyebab Iren kecelakaan,'' ucap Mira. Setelah menutup sambungan telefon dari Alif, Mira pun langsung mencari suaminya untuk meminta izin ke rumah sakit. Setelah itu ia pun segera bergegas ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit Mira langsung menuju ke ruangan tempat Iren di rawat. Disana ia melihat Alif mondar-mandir di depan pintu ruangan tempat Iren di rawat. Sedangkan Kenzo, ia menundukkan kepalanya kedua tangannya terlihat menutupi wajahnya. Mira pun bergegas menghampiri mereka berdua.


Hos...hos...hos... ( Mira ngos-ngosan karena sudah berlari dari parkiran sampai di depan mereka.

__ADS_1


''Bagaimana keadaan Iren Lif? Dan apa kata dokter?'' Tanya Mira. Terlihat Mira masih panik dan khawatir dengan keadaan Iren.


Alif menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan dari Mira. Kenzo pun juga mendongakkan kepalanya.


''Dokter belum keluar dari ruangan sejak tadi Mir, bahkan sejak mbak Widia mengantarkan Iren masuk, sampai aku dan Kenzo datang dan meminta mbak Widia pulang, Dokter belum juga keluar'' jawab Alif.


''Tuhan, semoga sahabatku tidak kenapa-napa Tuhan ku mohon, dia sudah banyak menderita. Jangan sampai dia kenapa-napa lagi Tuhan,'' Mira mengatupkan kedua telapak tangannya dan memohon kepada Tuhan.


''Semoga saja Mir, kau duduklah dulu. Kau pasti lelah karena menyetir sendirian sampai kesini. Apa lagi kau juga juga sedang panik dan khawatir dengan keadaan Iren, berdoa saja semoga Iren tidak kenapa-napa,'' Alif menepuk bahu Mira dan meminta Mira untuk duduk terlebih dahulu.


Tak lama kemudian seorang Dokter yang menangani Iren keluar dari ruangan tersebut.


''Dokter?'' Alif, Kenzo dan Mira pun langsung berdiri saat melihat Dokter itu keluar.


''Bagaimana keadaan Iren Dok?'' Tanya Alif.


''Apa ada keluarga kandung dari pasien, karena saya ingin membicarakan sesuatu hal yang penting,'' ucap Dokter tersebut. Karena Dokter melihat semua yang menunggu pasien terlihat masih muda-muda, jadi ia pun menanyakan orang tuanya pasien.


Alif hendak berbicara namun Kenzo langsung mengatakan...


''Saya adiknya Dok, dan ini calon suaminya.'' Kenzo berbicara sambil menunjuk ke arah Alif.


''Apa ada orang tuamu langsung nak?'' Tanya Dokter tersebut sambil mencari keberadaan orang tua pasiennya.


''Papa kami ada di kota Dok, Dokter bisa berbicara langsung dengan saya dan kak Alif dulu, nanti kami akan memberitahukan kepada orang tua kami jika orang tua kami sudah datang,'' ucap Kenzo.


''Baiklah kalau begitu, mari ikut dulu ke ruangan saya,'' ucap Dokter. Dokter itu pun lalu berjalan ke arah ruangannya dan diikuti oleh Alif dan Kenzo. Sedangkan Mira, ia masih duduk di depan ruangan tempat Iren di rawat.

__ADS_1


Setelah sampai di ruangan, Dokter Rudi, Dokter yang menangai keadaan Iren tersebut menyuruh Alif dan Kenzo duduk terlebih dahulu dan minum segelas air putih.


''Lalu bagaimana keadaan kakak saya Dok? Apakah ada luka yang cukup serius? Sehingga Dokter meminta kami untuk berbicara secara pribadi?'' Tanya Kenzo, karena ia sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari Dokter Rudi.


''Karena benturan saat kecelakaan menyebabkan mbak Iren mengalami gegar otak yang menyebabkan perubahan sementara dalam cara otak berfungsi. Gejala seperti sakit kepala, pusing, kehilangan kesadaran, kehilangan ingatan, dan masalah konsentrasi merupakan hal yang mungkin dirasakan akibat cedera otaknya nanti.'' Dokter pun menjeda perkataanya.


''Gegar otak Dok?'' Alif dan Kenzo terlihat semakin khawatir setelah mendengar perkataan Dokter.


''Benar, gegar otak adalah bentuk ringan dari cedera otak traumatis yang mengakibatkan fungsi otak tidak normal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kepala terbentur, terpukul, atau jika tubuh bagian atas terguncang keras. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kehilangan kesadaran, dan masalah ingatan, konsentrasi, keseimbangan, dan koordinasi. Merupakan hal yang umum jika gegar otak muncul tanpa diketahui, karena pada sebagian kasus, gejalanya tidak terlihat sampai beberapa hari setelah kecelakaan terjadi. Namun, gegar otak merupakan cedera ringan dan hanya membutuhkan waktu sebentar hingga penderitanya pulih dari gegar otak.''


''Namun selain itu, karena hantaman di bagian dada membuat beberapa tulang rusuk mbak Iren patah. Tulang rusuk patah memang umumnya dapat sembuh sendiri. Meski begitu, bila kondisinya parah, patah tulang rusuk dapat menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, mbak Iren perlu mendapatkan penangan dari Dokter dahulu sampai benar-benar sembuh, jadi, kami akan berusaha semaksimal mungkin supaya mbak Iren bisa secepatnya pulih kembali,'' ucap Dokter.


Alif dan Kenzo bisa sedikit bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari Dokter. Alif dan Kenzo pun berpamitan pada Dokter untuk menemui Iren.


-


-


Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa


👍like


❤ pavorit


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2