Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 86: Tertangkapnya Lidiya


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...


''Ren,''


Alif menghampiri Irena yang kini tengah sibuk merawat bunga-bunga yang ada di taman mungil belakang rumahnya. Alif datang dengan membawa sekotak buah strobery dan segelas jus jambu.


''Iya Mas?''


Iren tersenyum melihat suaminya yang datang menghampirinya. Ia pun kemudian menaruh cangkul kecil dan teko penyiram tanamannya ke tempatnya. Lalu mencuci kedua tangannya.


''Makanlah,'' Alif menyodorkan sekotak buah strobery segar dan segelas jus jambu pada Irena.


''Terimakasih,'' ucapnya dengan senyuman.


''Apa kamu tidak lelah sayang? Seharian ini sibuk dengan tanaman-tanamanmu. Bahkan beberapa hari ini kau mengabaikanku '' ucap Alif sambil memijit pelan pundak istrinya.


''Benarkah? Oooooh.... Maafkan aku, maaf karena beberapa hari ini selalu mengabaikanmu. Itu benar-benar bukan maksudku,'' Iren menundukkan kepalanya dengan ekpresi sedih. Alif hanya bermaksud untuk bersendau gurau saja, tapi sekarang malah membuat istrinya sedih.


''Maafkan aku sayang,


''Ren, Papa ingin kembali dulu ke kota. Katanya Toko furniturnya sedang ada masalah. Tapi papa ingin kita semua ikut.''


Irena mengerutkan dahinya setelah mendengar perkataan suaminya. Tumben papanya tidak mengatakan apapun kepadanya tentang masalah di toko.


"Apa mungkin gara-gara Iren yang masih bersedih, jadinya papa tidak mengatakan apapun. Mungkin papa tidak ingin aku khawatir," batin Iren.

__ADS_1


''Tenang saja,'' ( Alif memegang telapak tangan Irena )


''Papa bilang, kita bisa sekalian berlibur bersama. Berganti suasana yang baru. Papa ingin kamu bisa melupakan sejenak kesedihanmu sayang.'' Alif mengusap lembut pipi Irena.


''Baiklah,''


Alif menghela nafas lega setelah mendapat persetujuan dari Iren. Ia pun mengusap puncak kepala istrinya dengan gemas.


"Maafkan Iren pah. Gara-gara Iren malah membuat papa sedih dan khawatir. Iren benar-benar lemah saat ini. Iren tidak berdaya pa, semoga papa masih tetap memahami Iren,"


......................


Saat ini pihak kepolisian sudah mendapatkan kabar baik. Lidiya sudah di temukan dan kini ia sudah di amankan di kantor polisi. Bayu yang mendapat kabar pun langsung pergi ke kantor polisi. Ia ingin memastikan apakah Lidiya yang benar-benar sudah membunuh Dani.


''Baik pah.''


Arsen segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah. Iren sedikit heran melihat kepergian papa dan kakaknya. Karena hari hampir petang, tapi papa dan kakaknya malah pergi.


''Apa papa ada urusan yang mendadak?'' Iren berguman sendiri melihat kepergian Pak Bayu dan Arsen yang terburu-buru.


''Haah apa sayang?''


''Hehehe tidak apa-apa. Ayo masuk!'' Iren mendorong pelan punggung suaminya.


...Di kantor polisi...

__ADS_1


''Bagaimana hasil penyelidikannya pak? Apakah Lidiya sudah mengatakan sesuatu?'' Ucap Bayu yang saat ini sudah berada di kantor polisi.


''Ibu Lidya belum memberikan keterangan apapun Pak. Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Bu Lidiya seperti terlihat sangat terpukul atas kepergian suaminya. Dan sepertinya mentalnya sedang terganggu. Bu Lidiya sering berbicara sendiri dan marah-marah tidak jelas pada sesama penghuni lapas. Nanti kami akan mendatangkan seorang psikolog untuk membantu kami berbicara dengan Bu Lidiya.''


''Kami harap, Pak Bayu dan keluarga sabar menunggu. Kami akan berusaha secepat mungkin untuk mendapatkan keadilan bagi Pak Deni,'' ucap salah satu anggota polisi tersebut.


Bayu menghela nafasnya pelan menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi sofa. Bayu mengusap kasar Puncak kepalanya. Ia sungguh menyesal kenapa dulu tidak langsung menanyai Dani apa yang sebenarnya terjadi. Jika diingat-ingat, sejak Irena pulang ke desa, sikap Dani terlihat aneh. Bahkan setidak pedulinya dulu pada Irena, Dani masih sering menanyakan kabar dan juga sering memantau Irena dari jauh. Tapi semenjak saat itu, Dani terlihat ingin menjauh dari Irena. Seakan-akan Ia enggan untuk berhubungan lagi dengan putrinya.


''Sebenarnya apa yang terjadi padamu Dan?'' Ucap Bayu pelan.


-


-


-


Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa


👍like


❤ pavorit


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2