Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 35: Sakit


__ADS_3


...🌸 Selamat Membaca, Sehat selalu ya 🌸...


''Cukup! Bisakah kalian tidak bertengkar lagi...'' Ucapan papanya Danisha terputus saat ia memegangi dadanya yang kesakitan.


''Papa!...pah!'' Ucap Danisha dan mamanya. Namun papanya sudah tak sadarkan diri.


Akhirnya pak Subur nama papanya Danisha. Dibawa ke rumah sakit karena terkena serangan jantung. Danisha sudah di buat was-was jika sampai keluarga besarnya tahu kalau papanya sakit gara-gara dia. Apa lagi kakeknya yang keras itu. Pasti jika sampai mereka tahu, Danisha akan mendapat hukuman yang sangat berat.


''Mah, Bagaimana ini? Aku takut jika sampai kakek tahu perbuatanku,'' rengek Danisha.


''Diamlah! Sekarang kau baru merasa ketakutan. Kemana saja kau selama ini ha! Selalu membuat masalah. Bahkan membuat malu nama keluarga kita. Jika bukan karena ulahmu semua ini tidak mungkin terjadi. Aku benar-benar sial telah melahirkan putri sepertimu. Lebih baik kau diam saja! Aku akan berbicara sama papamu nanti kalau dia sudah sadar,'' ucap mamanya Danisha.


...{°♧°}~{°♡°}~{°♧°}...


Disisi lain...


''Eh Ren, tadi suamiku menelfonku, katanya dari semalam setelah kejadian itu, Alif mengunci diri di kamar. Dan keadaannya Alif sangat kacau. Bahkan sampai sakit dan pingsan di kamar mandi. Apa kau tidak berniat menjenguknya Ren?'' Tanya Mira dengan hati-hati.


''Menjenguk?...Eeem, boleh saja sih. Tapi, ( Iren menggelengkan kepalanya ) untuk sekarang sepertinya aku belum bisa bertemu dengannya Mir. Aku yakin kok, dia pasti akan baik-baik saja. Toh ada ada keluarganya dan kalian yang akan menjaganya kan?'' Ucap Iren sambil memakan cemilannya. Matanya masih terfokus pada drama china yang sedang ia tonton. Padahal di dalam hatinya terbesit rasa khawatir pada Alif. Namun ia segera memgalihkannya.


''Eh Mir, bagaimana jika aku membuka sebuah kedai coffe? Aaaah...tidak..tidak, itu tidak cocok untukku,'' ucap Iren. Mira mengernyitkan dahinya mendengar ucapan sahabatnya itu.


''Kau kan suka menulis, kenapa nggak ikutan nulis novel online saja Ren? Kudengar bayarannya lumayan juga lo,'' ucap Mira.


''Kau pikir menulis novel itu gampang apa, aku tidak ada keterampilan menghalu, huwaaaaa pusing aku,'' ucap Iren lalu menidurkan kepalanya di atas meja.

__ADS_1


''Kira-kira di desa ini yang paling laku apa ya? Kalau makanan sepertinya juga kurang laku. Apa kau tahu Mir? di desa ini tuh ya orang-orangnya kalau beli apa-apa tu harus murah, enak, banyak dan bagus. Karena kebanyakan dari mereka bekerja di pertanian atau perkebunan,'' ucap Iren.


''Bener banget, pernah ya ada tu dari kampung sebelah, dia habis dari mana ya lupa aku pokoknya habis berpergian gitu, terus mampir di rumah makan suamiku kan, nah pas lihat-lihat menu, mereka protes katanya cuma nasi gulung masa harganya mahal banget. Katanya lagi ya, seporsi nasi gulung bisa buat beli beras 5 kg. Laaah, dia pikir Sushi tu sama kaya nasi digulung biasa. Hedeeeh capcay deh,'' gerutu Mira.


''Yang sabar... Maklum lah namanya juga di desa. Lagian, salahmu sendiri, kenapa diriin restoran di pedesaan, kenapa nggak di kota saja. Kan paman juga ada tu tempat di mall kan? Ucap Iren.


''Ada sih tempatnya punya papa, cuma kan kita pengennya kaya ada konsep pedesaan gitu lo, sambil pengen ngangkat nama desa kita. Tapi ya lumayan lo malahan. Banyak juga yang datang dari kota, katanya unik retoran bernuansa Jepang tapi di pedesaan. Dan masih asri pula tempatnya,'' ucap Mira.


Namun tak lama kemudian, terdengar suara nada dering ponsel. Ternyata ponsel Mira yang berbunyi dan suaminya yang menelfonnya.


''Bentar ya Ren, aku angkat telefon dulu. Tolong jagain dulu kalau Mura bangun,'' ucap Mira, Iren pun mengangguk paham, ia lalu pergi sedikit menjauh dari Iren.


''Halo Yang?'' Ucap Mira.


Dimas pun menceritakan keadaan di sana. Alif di bawa ke rumah sakit, karena tak kunjung sadar. Dan mama papanya juga kakaknya juga sudah datang ke rumah sakit.


Mira merasa iba dengan kondisi Alif. Mendengar cerita kondisinya Alif, emosi Mira membuncah. Ingin rasanya merobek-robek mulut Danisha. Tapi ia harus melakukan sesuatu hal yang penting dahulu, sebab suaminya tadi sudah memberinya sebuah pesan.


''Iya Ren,'' jawab Mira. Melihat gelagat Mira, Iren merasa ada sesuatu yang aneh.


''Ada apa Mir? Kelihatannya ada sesuatu yang ingin kau bicarakan padaku,'' ucap Iren.


Mira bingung harus bagaimana. Di satu sisi tadi suaminya sudah memohon-mohon padanya. Tapi di sisi lain ia tak ingin membuat Iren dalam masalah. Iren baru saja akan memulai kehidupannya, baru saja meninggalkan kesedihannya. Ia tidak tega jika harus membuat Iren sedih lagi.


''Enggak papa kok Ren, jangan berpikir macam-macam. Yuk anterin aku ke depan. Aku harus pulang dulu,'' ucap Mira sambil mendorong punggung Iren.


''Eeeeh, jangan main dorong dong! Kamu nggak lihat aku lagi menggendong Mura,'' ucap Irena setelah di dorong punggungnya sampai di depan rumah.

__ADS_1


''Maaf..maaf deh, siniin Muranya, aku mau gendong dulu,'' ucap Mira. Iren pun menyerahkan Mura.


''Kenapa terburu-buru Mir? Sebenarnya ada apa sih? Kalian menyembunyikan sesuatu dariku ya?'' Ucap Iren, sambil menahan tangan Mira. Dengan berat hati Mira pun terpaksa menceritakannya.


Flashback on


''Kamu jangan nakutin orang dong Lif!'' Ucap Dimas karena dari tadi Alif belum juga kunjung sadar. Padahal sudah berbagai minyak-minyakan ia baukan di hidung Alif, namun Alif tak kunjung-kunjung sadar. Dimas segera menelepon Nadia dan memintanya untuk segera pulang. Namun perjalanan dari kota ke desa tidaklah sebentar. Akhirnya Dimas pun yang membawa Alif ke rumah sakit sendiri, tentu saja dengan bantuan beberapa tetangga.


Setelah sampai di rumah sakit Alif diperiksa oleh dokter dan ternyata Alif menderita Infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Penyakit ini paling sering disebarkan melalui paparan cairan tubuh yang terinfeksi. Oleh karena itu, penderita hepatitis B kronis perlu melakukan kontrol secara berkala ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan deteksi dini bila terjadi komplikasi. Namun sepertinya baru terdeteksi penyakitnya, karena Alif mungkin sudah tidak mampu menahannya. Sehingga menyebabkannya tak sadarkan diri.


Flashback off


Iren menutup mulutnya, ia terkejut mendengar kondisi Alif. ''Benarkah separah itu?'' Batin Iren.


''Ya udah ya Ren, aku buru-buru. Besok-besok aku main lagi ke rumahmu,'' ucap Mira yang mulai menjauh langkahnya.


Iren duduk dikursi yang ada di halaman tamannya. Pikirannya melaju entah kemana. Haruskah ia menjenguk Alif? Ataukah tetap tinggal diam?


-


-


Kira-kira siapa ya? Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa


👍like


❤ pavorit

__ADS_1


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih


__ADS_2