Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 74: Tamu Istimewa


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...



''Lalu kenapa kamu tidak langsung menghubungi papa Ken? Bagaimana jika sampai terjadi apa-apa pada kakakmu?'' Ucap pak Bayu.


''Ken sama sekali gak kepikiran untuk menghubungi papa maupun kak Arsen, pah. Yang ada di otak Ken hanya khawatir dan linglung. Bahkan Ken terus mondar-mandir di depan pintu ruangan kak Iren, sampai-sampai Dokter memukul pundakku baru aku sadar pah,'' Kenzo pun memberi penjelasan agar papanya tidak terlalu khawatir dengan keadaan kakaknya itu.


''Papa ingin pergi ke rumah sakit untuk menjaga kakakmu, tapi nanti keluarga Alif akan datang kesini. Papa tidak bisa meninggalkan rumah dulu,'' ucap pak Bayu yang merasa kebingungan.


''Papa tenang saja, kan ada kak Mira. Nanti biar Ken, menelpon kak Mira, supaya papa bisa vidiocall untuk melihat keadaan kakak,'' ucap Ken. Ken pun berusaha supaya papanya tidak merasa khawatir. Namun bukan pak Bayu namanya jika ia tetap tenang saat mendengar ucapan putranya tadi.


''Papa akan ke rumah sakit sebentar untuk menengok kakakmu ya Ken, papa janji nggak akan lama. Nanti jika orang tua Alif sudah datang, kamu segera hubungi papa, supaya papa segera pulang,'' ucap pak Bayu kemudian ia pun mengambil jaketnya dan kunci mobilnya.


''Tapi pah!'' Kenzo hendak berucap tapi tangan pak Bayu langsung melambai, supaya Kenzo diam.


''Papa nyetir sendiri? Biar Ken yang mengantar ya pah? Atau biar Ken bilang sama kak Arsen supaya mengantarkan papa,'' ucap Kenzo.


''Jangan mengganggu kakakmu, dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dan kamu sendiri juga baru pulang. Lihatlah badanmu yang kelelahan itu. Lekaslah mandi, supaya nanti bisa menyambut tamunya dengan rapi. Nanti papa menghubungi kakakmu supaya membantumu,'' ucap pak Bayu yang kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya untuk pergi ke rumah sakit.


''Haiiiis....'' Tahu gitu tadi aku gak usah cerita. Papa jadi khawatir kan!'' Kenzo menggelengkan kepalanya menyesali ucapannya tadi. Ia pun kemudian naik ke lantai atas untuk segera mandi dan merapikan diri.


Di rumah sakit, Mira sedang mengelap wajah Iren mengunakan toner pembersih. Dengan telaten Mira menyisir rambut sahabatnya itu.


''Nah gini kan kamu jadi kelihatan cantik Ren,'' ucap Mira, lalu menaruh sisirnya di laci meja dekat ranjang.


Tak lama kemudian terdengar bunyi pintu yang terbuka, Mira menoleh ke arah pintu, dahinya mengernyit melihat pak Bayu yang pelan-pelan membuka pintunya lalu menutupnya dengan perlahan.


''Paman? Kenapa paman malah kesini?'' Mira bertanya pada pak Bayu sebab seharusnya pak Bayu saat ini sedang sibuk di rumah untuk menyambut kedatangan keluarga Alif.


''Paman hanya ingin melihat Iren sebentar Mir, paman khawatir karena tadi Kenzo bilang kalau tadi detak jantung Iren sempat melemah,'' jawab pak Bayu. Pak Bayu pun lalu melangkah maju menghampri Iren, mencium kening putrinya lalu duduk di dekatnya.


''Haiiis Kenzo ini mulutnya benar-benar minta ditaplek pake sendal kok! Sudah dibilang jangan bilang sama paman, malah bilang!'' Mira menggerutu sambil mengehentakkan kakinya karena kesal dengan Kenzo.

__ADS_1


''Jangan berisik Mir, nanti malah mengganggu pasien lainnya. Dan jangan menyalahkan Kenzo ya Mir, tadi paman yang memaksanya untuk berbicara,'' ucap pak Bayu. Mira pun tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa cemberut menahan kekesalannya itu.


Ponsel pak Bayu berdering, terlihat nama putranya yang tertera dalam panggilannya itu. Pak Bayu pun berpamitan pada Mira, karena para tamu sudah mulai pada datang ke rumah putrinya.


''Nanti kalau ada apa-apa, paman harap kamu segera menghubungi paman ya Mir, ingat itu!'' Pak Bayu mewanti-wanti Mira. Mira pun mengangguk paham mengiyakannya.


Setelah kepergian pak Bayu, Mira kembali duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Namun dari arah pintu terdengar sebuah ketukan.


Tok...tok...tok...


''Eeeh! Siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini, kalau suster pasti langsung masuk. Jangan-jangan paman ketinggalan sesuatu lagi,'' Mira pun berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang berkunjung.


Namun saat pintu terbuka, ia terkejut melihat siapa yang datang...


''Kau!''.....


.................*.*.*.*...♡...*.*.*.*................


Keesokan paginya semua sudah berkumpul di rumah Irene, termasuk juga keluarganya Alif. Mereka sudah bersiap-siap hendak pergi ke rumah sakit untuk melaksanakan akad nikah. Alif pun sudah tampil rapi dengan jas warna hitam dan kemeja putih sebagai **********. Kenzo dan juga Arsen juga tampil tak kalah tampannya dengan sang mempelai pria.


''Loh, kemana Paman Bayu kak? Kenapa belum ada disini?'' Tanya Alif sambil mencari-cari keberadaan pak Bayu, karena mereka tidak melihat Pak Bayu, yang tidak berada di antara mereka.


''Mungkin Papah masih di kamar untuk siap-siap Lif, kita tunggu saja sambil duduk dulu,'' Ucap Arsen. Arsen pun mempersilahkan semuanya untuk duduk terlebih dahulu sambil menunggu papanya.


Tak lama kemudian Pak penghulu juga sudah datang, namun Pak Bayu tidak kunjung datang juga. Arsen menghampiri adiknya.


''Papa kemana ya Ken?'' Tanya Arsen pada adiknya.


''Ken juga nggak tahu Kak, Ken saja belum melihat Papa sejak semalam,'' jawab Ken.


''Semalam?''


''Apa semalam kamu sempat bertemu dengan papa setelah pulang dari rumah sakit?'' Tanya Arsen.

__ADS_1


''Iya kak,'' jawab Kenzo.


''Apa ada pembicaraan khusus diantara kalian?'' Ucap Arsen.


''Tidak, hanya saja Ken bercerita tentang Kak Iren yang sempat lemah detak jantungnya. Lalu papa buru-buru pergi ke rumah sakit. Aku kira Papa langsung pulang,'' ucap Kenzo.


''Apa? Jantung Iren lemah? Kenapa kamu nggak bilang ke kakak? Pasti papa sangat khawatir. Jangan-jangan papa ada di rumah sakit Ken,'' ucap Arsen menebak-nebak.


''Katanya papa langsung pulang kok, untuk menyambut para tamu dan keluarga Alif,'' ucap Kenzo.


''Papah tidak pulang semalam Ken, waktu kakak menelpon, katanya Papa sedang ada urusan. Makanya papa meminta kakak untuk menyambut keluarga Alif dulu,'' ucap Arsen. Ditengah kebingungan mereka yang sedang mencari-cari papanya, tiba-tiba dari arah pintu terdengar sebuah suara....


''Ar, Ken, tolong bantu papa!'' Ucap pak Bayu yang ternyata muncul dari arah pintu.


Semua orang pun terkejut melihat kedatangan Pak Bayu yang seharusnya ada di kamar untuk bersiap-siap. Namun malah muncul dari arah pintu luar. Dan bukan hanya kedatangan Pak Bayu saja yang membuat mereka terkejut, tapi sosok yang berada di belakang Pak Bayu yang semakin membuat mereka tak bisa berkata-kata lagi.


Seseorang dengan tampil cantik mempesona menggunakan gaun berwarna krem dan Mira yang berada di sebelahnya.


''Irena!'' Ucap Alif yang merasa tidak percaya dengan sosok yang saat ini sedang berdiri di hadapannya itu. Bahkan air matanya pun tanpa terasa sudah membasahi pipinya.


Namun gadis itu malah hanya tersenyum melihat ekpresi calon suaminya itu.


...-...


...-...


...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...


...👍like...


...❤ pavorit...


...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2