Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 83 : Kabar Duka


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...


...Tok...tok...tok......


Suara ketukan kamar membangunkan dua pasang mata yang masih ingin terhanyut dalam mimpinya. Ketukan yang makin mengeras, membuat mereka memaksa membuka matanya.


''Ada apa pagi-pagi sudah ribut sekali,'' Irena membenarkan selimutnya. Matanya masih setengah terpejam. Ia melirik ke arah suaminya, namun sepertinya Alif masih terlena di dalam mimpinya.


''Iya tunggu sebentar,'' ucapnya sambil mencari bajunya yang berserakan di lantai.


''Astaga... Mas Alif ganas sekali. Lihatlah tubuhku ini, penuh dengan tanda kepemilikannya,'' ucap Iren yang memandangi tanda merah yang hampir memenuhi lehernya itu.


Iren mengambil Foundation, lalu perlahan mengaplikasikannya untuk menutupi tanda merah yang ada di badannya.


Setelah selesai, ia pun segera membuka pintu kamarnya.


Terlihat Kenzo masih berdiri di depan pintu kamarnya sambil memainkan ponsel miliknya.


''Ada apa? Mengapa pagi-pagi sudah ribut mengetuk kamarku?''


''Kau sudah bangun kak?''


''Belum!''


''Lah, kalau belum yang berdiri di depan ku ini siapa dong?''


''Setan!''


''Menyebalkan,'' gerutu Kenzo.


''papa memanggilmu. Katanya ada sesuatu yang sangat penting.''


''Aaah?''


''Cepatlah kak!''


''Iya...iya,'' Iren menutup pintu kamarnya pelan-pelan agar tidak membangunkan suaminya yang masih terlelap.


''Papa memanggilku?'' Ucapny setelah sampai di kebun kecil belakang rumah.

__ADS_1


''Papamu Dani masuk rumah sakit nak. Ke adaannya sekarang masih kritis.''


''Apa! Bagaimana bisa pah? Kenapa papa tiba-tiba masuk rumah sakit?''


''Sekarang lebih baik ayo kita ke rumah sakit. Kita harus melihat ke adaannya dulu nak,''


''Baiklah pah, Iren pamitan dulu sama Mas Alif.''


Iren pun kemudian kembali masuk ke kamarnya lagi untuk berpamitan dengan suaminya. Namun saat Irena masuk, suaminya sudah tidak ada.


''Kemana Mas Alif ?''


Dari arah kamar mandi terdengar suara gemericik air. Ternyata Alif sedang mandi.


''Mas!''


...Tok...tok..tok......


''Iya!'' Teriaknya dari dalam.


''Aku sama papa mau pergi ke rumah sakit dulu ya?''


Setelah itu Irena pun segera bergegas pergi ke rumah sakit bersama pak Bayu. Alif yang baru tersadar, ia pun terkejut.


''Rumah sakit?''


''Eh! Sayang....sayang!'' Namun tiada sahutan lagi dari sosok sang istri.


Alif pun segera menuntaskan mandinya.


''Loh kok rumah sepi sekali. Apa semuanya pergi?'' Batin Alif.


''Apa kak Alif sedang mencari kak Iren dan papa?'' Ucap Kenzo yang tiba-tiba datang menghampiri Alif.


''Iya. Kemana mereka?''


''Ke rumah sakit,''


''Apa? Rumah sakit?'' Siapa yang sakit Ken?''

__ADS_1


''Paman Dani yang sakit. Sekarang ke adaannya kritis dan sedang melakukan oprasi,''


''Bagaimana bisa papa Dani sampai di operasi? Apakah papa mengalami kecelakaan?''


''Lebih tepatnya mau di bunuh oleh istrinya sendiri. Si Gila Lidya!'' Kenzo mengepalkan kedua tangannya. urat-urat wajahnya terlihat sekali ia sedang menahan emosinya.


''Aku juga akan menyusul Iren dan papa ke rumah sakit. Di rumah sakit mana papa Dani di rawat?''


''Rumah sakit Fatima azahra.''


''Baiklah Ken, kakak pergi dulu. Kau jaga rumah baik-baik ya?''


Alif segera mengambil kunci motornya dan segera bergegas menyusul istrinya.


Sampai di rumah sakit, Alif segera bertanya pada resepsionis. Di ruangan mana pak Dani di rawat.


''Di ruangan mawar pak.''


''Terimakasih sus,''


Alif bergegas mencari ruangan mawar.


Setelah ia menemukannya, Alif segera memasuki ruangan tersebut namun air mata Alif langsung berlinang tak kala melihat sang istri sedang histeris di depan sebuah sosok yang saat ini terbaring kaku di ranjang.


''Papa! Papa bangun pah bangun! Kumohon......'' Tangisan Iren menggema di seisi ruangan. Sambil memeluk papanya yang kini sudah terbaring kaku menjadi mayat.


...-...


...-...


...-...


...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...


...👍like...


...❤ pavorit...


...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2