
🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸
Saat ini Dokter sedang melakukan pemeriksaan. Di dalam hanya Alif saja yang menemani. Sedangkan Pak Bayu, Kenzo dan Arsen menunggu di luar kamar.
...Cekleek.......
Dokter keluar dari dalam kamar dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Pak Bayu mengeryitkan dahinya .
''Ada apa dengan putri saya Dok?'' Tanya Bayu.
''Selamat Pak, Bapak sebentar lagi akan menjadi seorang kakek,'' ucap Dokter tersebut sambil menyalami tangan pak Bayu.
Kenzo dan Arsen melompat senang. Bahkan sampai saling tos. Bayu diam menundukkan kepalanya. Ada bulir-bulir bening yang tiba-tiba membasahi pipinya. Sang Dokter merasa heran dengan reaksi pak Bayu.
''Ada apa pak? Mengapa bapak malah menangis. Seharusnya bapak bahagia karena putri Bapak sebentar lagi akan menjadi seoarang ibu dan bapak akan menjadi seorang kakek,'' ucap Dokter itu.
Bayu tersenyum dan menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia keluarkan perlahan.
''Saya hanya teringat mendiang papa kandung Irena Dok, beliau baru saja pergi tiga bulan yang lalu. Seandainya beliau masih ada, pasti beliau sangat bahagia.''
''Papa kandung nak Iren?''
__ADS_1
''Iya Dok, saya itu papa sambungnya. Tapi meskipun begitu, Iren sudah saya anggap seperti putri kandung saya sendiri Dok. Saya hanya berpikir seandainya mama dan papa kandung putri saya itu masih ada, pastilah kebahagiaan kami benar-benar terasa lengkap,''
Sang Dokter tersenyum, lalu menepuk pelan pundak pak Bayu.
''Mereka pasti bisa merasakan kebahagiaan yang di dapatkan oleh putri mereka pak. Mempunya papa sambung yang menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri, mempunyai suami yang baik dan penuh kasih sayang, belum lagi kakak dan adik yang selalu siap membantunya kapan saja, itu sudah suatu keberkahan sendiri bagi nak Irena pak. Lebih baik, bapak masuk ke dalam dan temui putri bapak. Beri ucapan selamat dan doakan yang terbaik untuk sang calon ibu dan bayinya,'' ucap Dokter.
''Ucapan dokter sangatlah benar. Terimakasih dok sudah membantu membantu putri dan calon cucu saya. Dan maaf pagi-pagi sudah merepotkan anda,'' ucap Pak Bayu.
Arsen dan Kenzo mengantarkan Dokter. Sedangkan pak Bayu, beliau menemui Iren dan Alif.
''Selamat ya nak, kalian sekarang akan menjadi seorang ayah dan ibu,'' ucap Pak Bayu.
Iren tersenyum bahagia. Jelas sekali dari wajahnya terpancar rona kebahagiaan, meskipun masih terlihat lemah dan pucat.
Berulang kali ia terjatuh, berulang kali pula ia berusaha bangkit. Kehilangan orang-orang yang sangat ia sayangi bagai sebuah cambukan di musim panas. Air mata dan luka hati sering mengiringi perjalanannya selama ini.
Irena menoleh ke arah suaminya yang juga saat ini sedang menatapnya.
''Terimakasih,'' ucap Irena.
''Haah?'' Alif yang masih Blank pun tidak mengerti ucapan sang istri.
__ADS_1
''Terimakasih karena sudah mau menemaniku selama ini. Terima kasih karena sudah menerima ku apa adanya. Memahamiku, mempercayaiku dan selalu mendukungku, Terimakasih,'' Irena mencium pipi sang suami.
Alif pun membalas ucapan sang istri dengan senyum penuh rasa syukur.
"Ya Tuhan, aku berterima kasih dan bersyukur kepada-Mu sebab telah diberi tempat yang indah di sekeliling orang-orang yang menyayangi dan mendukung diriku. Aku bersyukur karena Tuhan telah memberiku begitu banyak anugerah. Semuanya terbukti dari banyaknya kesempatan baik yang datang berkali-kali kepadaku. Hidupku memang tidak sempurna, tetapi aku selalu bersyukur atas apa yang aku miliki karena semua itu juga pemberian dari Tuhan.''
..._TAMAT_...
-
-
-
Terimakasih teman-teman karena sudah menamani perjalanan panjang Irena dari awal sampai akhir. Meskipun sempat berhenti lama, tapi mala pikir mala ingin memberikan akhir cerita yang bahagia untuk semuanya. Meski ada kalanya rasa malas menghinggapi.
jangan lupa mampir juga ya di karya mala yang lainnya
__ADS_1
Papay semua Assalamualaikum wr wb 🥰🥰🥰