Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 31: Kebenaran


__ADS_3


🌸 Selamat Membaca, Sehat selalu ya 🌸


''Maaas...'' Danisha langsung menghampiri Alif dan memeluknya. Tapi....


''Lepaskan adikku Nish.......'' PLAAAK!'' Suara tamparan keras menggema di seisi ruangan tersebut.


Alif terkejut melihat kakaknya menarik tangan Danisha dan langsung menamparnya. Baru kali ini ia melihat kakaknya sangat marah. Padahal dari kecil seberapa berat pun masalah atau pun apapun yang menyakiti hatinya, kakaknya tidak pernah sampai semarah itu.


''Kaaak!'' Alif mencoba menghentikan kakaknya.


''Apa Lif? Perempuan seperti dia tu nggak pantes dibela Lif!'' Ucap Nadia dengan geram. Bahkan tangannya saja sudah mengepal dua-duanya. Melihat reaksi kakaknya semakin membuat Alif bingung.


''Ada apa ini sebenarnya kak, dan kenapa pula banyak orang di sini?'' Tanya Alif yang melihat ada beberapa orang juga di ruangan tersebut. Ada pak RT dan bu RT, Nadia dan suaminya, dan juga Dimas dan Mira dan dua orang pemuda yang tak lain adalah teman Alif dan Dimas.


''Kamu tanya sendiri sama istrimu itu Lif! Kira-kira apakah dia berani mengatakan yang sejujur-jujurnya tentang apa yang sudah ia lakukan selama kamu bekerja!'' Ucap Nadia lalu duduk di sebelah suaminya yang sedang menggendong putra mereka.


Alif pun melihat ke arah Danisha dengan tatapan penuh tanda tanya. Danisha yang merasa sudah terpojok akhirnya angkat bicara.


''Ya! Aku tahu aku salah. Dan tidak seharusnya aku menduakan Mas Alif. Tapi aku khilaf Mas, aku minta maaf, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi,'' ucap Danisha dengan deraian air mata. ( Entah beneran menangis atau hanya akting saja, kurasa hanya Tuhan dia saja yang tahu.)


Mendengar perkataan istrinya semakin membuatnya bingung. ''Menduakan? Menduakan bagaimana? Bukankah selama ini hubungan mereka baik-baik saja?'' Mira yang melihat Alif kebingungan, merasa tidak sabar. Ia pun langsung berdiri menghampiri Alif.


''Jangan bingung Lif, sebenarnya aku tidak ingin ikut campur dalam masalah rumah tanggamu. Tapi, biar bagaimana pun aku adalah temanmu, dan masih ada hubungan kekerabatan juga. Aku benar-benar muak mendengar ucapan TUAN PUTRI DANISHA yang bertele-tele itu!"

__ADS_1


"Biar aku saja yang mengatakan hal yang sebenarnya, tentang kebusukan Istrimu yang telah bermain serong dengan laki-laki lain dibelakangmu. Mereka ketahuan bermain di kebun belakang Masjid Lif. Astaga! Aku benar-benar tidak habis pikir,'' ucap Mira sambil menatap sinis Danisha.


''Bermain serong? Apa benar Nis yang dikatakan oleh Mira! Jawab Nis!'' Ucap Alif sambil memegang kedua bahu istrinya itu.


''Sakit Mas! Lepaskan!'' Teriak Danisha.


''Yoo! Danisha.'' Daebak...katanya seorang Danisha putri orang kaya dan terpelajar, tapi bagaimana bisa berbuat mesum di kebun pisang? Eeeh salah, kebun singkong.'' Mira tersenyum mengejek Danisha. ''Apa kamu nggak takut Nis, kalau tiba-tiba ada hewan semisal ular gitu yang ikut nimbrung saat kalian lagi enak-enakan mendesah? Pengen enak kok nggak modal! Di hotel kek, di Villa kek, atau di penginapan. Atau bisa juga kamu datang ke rumahku, aku akan dengan senang hati menyewakan satu kamar untuk kamu bermain dengan Jaka Nis!'' Sarkas Mira.


Alif yang mendengar perkataan Mira, membuat matanya terbelalak seketika. Kedua tangannya mengepal, namun ia masih diam. Ia ingin mendengar penjelasan langsung dari mulut istrinya itu. Namun sepertinya Danisha tidak akan mengatakan apapun lagi.


''Jika kamu tidak percaya, kamu bisa melihat vidio ini! Dan sekaligus Jaka yang sekarang sedang di kurung sama bapak ibunya di rumahnya,'' ucap Mira sambil menyerahkan ponsel yang ada vidionya Danisha dan Jaka selingkuhannya.


''Jangan dilihat Mas! Kumohon, aku tahu aku salah. Aku janji nggak akan mengulanginya lagi Mas, kumohon maafkan aku,'' ucap Danisha sambil berusaha merebut ponsel yang ada di tangan Alif. Namun Alif segera berdiri, dan dengan tangan yang gemetar ia pun memberanikan diri untuk melihat Vidio tersebut. Namun sebelum itu, kakak iparnya membawa putra mereka ke kamar terlebih dahulu.


Miko dan Agus sedang berjalan ke arah Masjid untuk menunaikan ibadah. Tapi saat melewati kebun singkong, mereka mendengar suara berisik. Mereka pun memberanikan diri untuk melihatnya. Namun mereka terkejut saat melihat sepasang manusia sedang memadu kasih. Setelah tahu siapa orangnya, Miko pun menyuruh Agus untuk memanggil Nadia dan suami dan juga pak RT. Sedang Miko memvidiokannya untuk di jadikan bukti.


''Begitulah ceritanya,'' ucap Agus setelah Alif mematikan ponsel tersebut.


Alif mengusap kasar wajahnya. Ia sungguh tidak tahu harus berbuat apa lagi.


''Kenapa kamu melakukan itu semua Nisha?'' Tanya Alif. Air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi.


''Karena sebenarnya aku tidak pernah mencintaimu Lif!'' Ucap Danisha dengan keras.


''Kalau bukan karena aku ingin menang dari Iren dan juga karena orang tua kita yang menjodohkan, aku juga tidak mungkin mau menikah denganmu. Setiap minggu kamu pergi ke kota dan jarang pulang ke rumah dengan alasan bekerja. Aku seorang wanita yang juga membutuhkan kasih sayang Lif, membutuhkan belaian seorang laki-laki! Aku memiliki suami tapi seperti tidak memiliki suami, karena kamu terus meninggalkanku sendirian. Apa salah jika aku mencari kesenangan dengan pria lain saat suamiku lebih mementingkan bekerja ketimbang memuaskan istrinya!'' Ucap Danisha.

__ADS_1


Dan.... ''PLAAAAK!''


Satu lagi tamparan keras melayang di pipi Danisha. Danisha merasa geram dan ingin memaki orang yang sudah menamparnya. Namun dengan segera ia diam seketika, saat melihat siapa yang menamparnya tersebut.


''Mama!!'' Ucap Danisha sambil memegangi pipinya yang sakit karena habis di tampar.


''Jangan panggil aku mama! Kamu benar-benar membuat keluarga kita malu Nish! Kamu sudah mencoreng muka mama papamu! Bukannya mengakui kesalahan, kamu malah masih mengoceh menyalahkan suamimu! Mama benar-benar tidak habis pikir, bagaimana aku bisa melahirkan seorang putri sepertimu!'' ucap bu Nunik, mamanya Danisha. Lalu menarik tangan putrinya tersebut dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil.


''Nak Alif, mungkin kata maaf tidak bisa menghapus luka yang sudah putri kami berikan. Tapi biar bagaimana pun saya selaku papanya mewakilinya untuk meminta maaf padamu atas semua kesalahannya. Kami akan menasehatinya supaya kedepannya tidak akan terulang kembali,'' ucap papanya Danisha yang tak lain papa mertuanya Alif.


Namun Alif hanya diam saja tanpa menanggapinya. Hingga Danisha dan keluarganya sudah meninggalkan rumah tersebut Alif barulah berbicara.


''Aku akan ke kamarku dulu kak,'' ucap Alif pergi meninggalkan semua orang yang masih ada di ruangan tersebut.


-


-


👍like


❤ pavorit


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2