
...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...
Satu minggu sudah berlalu. Dan sejak kepergian papanya_ Dani, Irena sering mengurung diri di kamarnya. Makan tidak teratur, tidur pun tidak tentu. Alif sangat sedih melihat ke adaan istrinya. Ia ingin sekali membuat Irena bangkit dan semangat lagi. Alif selalu merasa gagal sebagai seorang suami. Bahkan saat melihat istrinya sedih, rasanya seperti ia tidak mampu menghiburnya.
''Ren, makan dulu nak. Tolong bukalah pintunya,''
...Tok...tok...tok.....
Sejak pagi Bayu selalu mondar-mandir membawakan berbagai makanan cemilan bahkan jus juga buah-buahan. Ia berusaha keras membujuk putrinya agar mau makan walau hanya sesuap saja. Namun bujukannya tiada mempan untuk menggugah hati Irena.
''Apa yang harus kita lakukan Pa? Jika Iren seperti ini terus dia bisa sakit,'' ucap Kenzo.
''Papa juga tahu Ken, tapi lihatlah! Papa juga sudah berusaha untuk terus membujuknya tapi tidak berhasil. Bahkan Kakak iparmu saja, lihatlah!''
( Bayu menunjuk ke arah Alif yang saat ini menumpu kepalanya dengan kedua tangannya dan sedang duduk di kursi.)
''Apa sebaiknya kita bawa kakak ke kota dulu ya pah? Mungkin dengan mengajaknya untuk kembali ke rumah Papa. Setidaknya bisa membuatnya sedikit terhibur. Semoga saja dengan suasana yang baru, Kakak bisa bangkit kembali dari keterpurukannya,''
''Itu ide yang bagus Ken. Tapi apakah kakakmu mau?''
''Soal Iren, nanti biar Alif yang membujukny pah,''
__ADS_1
''Baiklah Lif, papa serahkan Iren padamu. Papa berharap Iren segera bisa melupakan kesedihannya dan segera bangkit dari keterpurukannya. Papa benar-benar sedih saat melihatnya seperti itu,''
''Iya pah, Alif minta maaf karena Alif belum bisa membuat Irena bahagia,'' ucap Alif dengan wajah sendu.
Bayu tersenyum lalu menepuk pundak Alif.
''Kau sudah melakukan yang terbaik Lif, jangan berputus asa. Tetap berusahalah yang terbaik. Papa yakin kelak kau dan Irena akan menjadi keluarga yang paling bahagia,''
''Iya pah. Alif akan terus berusaha,''
''Ken, bantulah Irena dan Alif untuk berkemas-kemas. Papa harus menemui kakakmu Arsen dulu,''
...----------------...
''Ar, bagaimana? Apa kau sudah menemukannya ?''
''Balum pah, beberapa teman-teman Arsen yang sudah membantu Arsen untuk mencarinya belum juga mendapatkan informasi apapun tentang keberadaannya.''
''Haaaah,'' Bayu menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan.
Satu minggu yang lalu pagi-pagi sekali Bayu mendapatkan kabar kalau para tetangga Dani membawanya ke rumah sakit. Mereka menemukan Dani sudah tergeletak di pinggir jalan dengan bersimbar darah karena ada beberapa luka tusukan dibagian perutnya. Akhinya setelah di bawa ke rumah sakit, nyawanya tidak dapat tertolong karena Dani banyak kehilangan darah.
__ADS_1
Selain itu terlambatnya mendapatkan pertolongan membuat kondisinya semakin parah. Anehnya rumah Dani terkunci rapat. Dan saat kepolisian datang untuk memeriksa, Lidiya istri Dani juga sudah tidak ada di rumah. Bayak spekulasi jika rumah Dani didatangi perampok. Melihat banyak barang-barangnya yang berharga lenyap dan rumah terlihat berantakan.
Namun tidak ada satupun tetangga yang mendengar suara keributan. Bahkan ada salah satu tetangga yang membuka CCTV di halaman rumahnya juga tidak menemukan tanda-tanda kedatangan para perampok. Oleh sebab itu Bayu meminta pihak kepolisian untuk terus menyelidikinya.
Arsen juga di bantu teman-temannya ikut menyelidiki kasus tersebut dan mencari keberadaan Lidiya. Namun mereka juga sepakat untuk tidak memberitahukan hal itu pada Irena. Mengingat ke adaan Irena saat ini saja sudah sangat mengkhawatirkan.
...-...
...-...
...-...
...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...
...👍like...
...❤ pavorit...
...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...
...Terimakasih...
__ADS_1