
...πΈ Selamat membaca, dan sehat selalu πΈ...
β
Sampai rumah sakit. Setelah turun dari mobil, pak Bayu bahkan sampai berlari hingga sampai di depan ruangan Iren dirawat.
Hos...hos ..hos...
Suara deruan nafas pak Bayu yang ngos-ngosan. Maklum diusia yang mencapai 52 tahun harus berlari dari parkiran depan rumah sakit sampai di ruangan tempat Iren dirawat. Bahkan Kenzo dan Arsen saja baru menutup pintu mobilnya, saat papanya turun dan lari meninggalkan mereka, demi bisa cepat-cepat melihat putrinya yang kini terbaring lemah di rumah sakit. Setelah sampai di depan ruangan Iren, pak Bayu melihat Alif yang sedang menundukkan kepalanya dan ditutupi oleh kedua tangannya.
''Bagaimana keadaan Iren sekarang nak Lif?'' Tanya pak Bayu. Mendengar seruan pak Bayu, Alif segera mendongakkan kepalanya. Saat pak Bayu melihat wajah Alif, pak Bayu melihat jelas mata Alif yang terlihat sembab dan memerah, mungkin Alif habis menangis tadi.
''Sedang diperiksa oleh Dokter paman,'' jawab Alif. Pak Bayu kemudian duduk di bangku sebelah Alif, lalu mengeluarkan tas yang berisi makanan.
''Makanlah dulu nak Lif, setelah itu, kamu pulanglah dan beristirahatlah. Biar paman yang gantian berjaga disini,'' ucap pak Bayu sambil menepuk bahu Alif.
''Saya tidak lapar paman, dan saya juga tidak ingin pulang. Saya ingin tetap disini untuk menjaga Iren,'' ucap Alif.
Mendengar jawaban Alif, pak Bayu tersenyum. Ia merasa sangat tersentuh dengan ketulusan dan kegigihan Alif pada putrinya Iren. Kemudian ia berkata lagi, ''Kamu dari pagi sudah bekerja, sorenya masih harus menjaga Iren. Kamu bukan robot Lif, kamu harus mengistirahatkan badanmu supaya tidak sakit. Kalau kamu ikutan sampai sakit, Iren pasti sedih. Dan nanti siapa yang akan bergantian menjaga Iren, jika kamu sampai sakit? Besok kamu bisa datang kesini lagi untuk menjaganya nak Alif. Sekarang kamu pulang dan istirahatlah terlebih dahulu?'' ucap pak Bayu.
Tak lama kemudian datang Kenzo dan Arsen yang baru tiba.
''Astaga papa! Kami malah ditinggal begitu saja di parkiran mobil,'' gerutu Kenzo saat melihat papanya sudah duduk di sebelah Alif. Kenzo kemudian ikut duduk di sebelah papanya, sedangkan Arsen lebih memilih melihat Iren terlebih dahulu dari kaca kecil yang ada di pintu ruangan tempat Iren di rawat.
''Lihatlah nak Alif, kami juga datang untuk menjaga Iren, jadi nak Alif tidak perlu khawatir lagi. Jika nanti Iren ada kabar baik, pasti paman akan langsung mengabari nak Alif,'' ucap pak Bayu.
Alif pun terdiam sebentar, kemudian mengangguk paham, ia kemudian berdiri di depan pintu. Dari balik kaca kecil yang ada di pintu, Alif melihat Iren yang sedang mendapat perawatan oleh Dokter. Ia pun menarik nafasnya dengan panjang. Kemudian mengangguk lagi, lalu menyetujui ucapan pak Bayu.
''Baiklah paman, kalau begitu Alif pamit pulang dulu. Besok pagi Alif akan datang ke sini lagi, paman juga, kalau merasa lelah paman bisa meminta kak Arsen untuk diantarkan pulang dan beristirahat di rumah Iren,'' ucap Alif. Pak Bayu pun mengangguk dan kembali menepuk bahu Alif.
__ADS_1
''Kenz, kalau kakakmu nanti sadar, tolong kabari aku ya?'' Ucap Alif sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan rumah sakit. Kenzo pun mengangguk mengiyakan permintaan Alif.
''Kenz, bagaimana bisa Iren seperti ini?'' Tanya Arsen, yang memang belum mengetahui kebenaran dari kecelakaan yang dialami oleh Iren. Sebab ia hanya mendapat kabar kalau Iren kecelakaan saja.
Kenzo yang mendengar pertanyaan dari kakaknya pun merasa bingung bagaimana ia harus menjawabnya, sebab ia dilarang oleh Mira dan Alif supaya jangan memberitahu penyebab Iren kecelakaan.
...''Kenapa tanyanya nggak dari tadi sih! Kan kalau kakak bertanya sejak tadi sewaktu kak Alif masih disini, kaka bisa mendapat jawaban darinya,'' batin Kenzo sambil menggaruk-garuk atas telinganya....
Melihat tingkah Kenzo, Arsen menyadari jika ada yang tidak beres atas peristiwa yang menimpa adiknya itu.
''Jangan coba-coba menyembunyikannya dari kami Kenz, kau tahu, jika kau menyembunyikan sesuatu, kau pasti terlihat gelisah dan selalu menggaruk atas telingamu,'' ucap Arsen. Mendengar ucapan kakaknya, Kenzo pun dengan spontan mengehentikan tangannya.
''Sebenarnya.....'' Kenz pun menceritakan semua tentang kejadiannya yang menimpa kakaknya Iren.
''Yao yao?'' Pak Bayu merasa tidak asing dengan nama tersebut.
''Bukankah dia gadis yang telah merusak hubungan Iren dengan Dafa dulu?'' Ucap Arsen setelah mengingat nama gadis itu.
''Ngapain juga Gadis itu datang ke desa ini!'' Arsen menarik nafasnya dengan kasar lalu menutup kedua matanya, kedua tangannya mengepal erat. Ia hendak pergi, namun segera ditahan oleh pak Bayu.
''Kamu harus menenangkan pikiran dulu Ar, jangan sampai kau berbuat nekat pada Gadis itu, yang malah nantinya hanya akan membuat masalah untuk kita semua. Lebih baik tenangkan hati dan pikiranmu, dan banyak-banyak doa supaya adikmu lekas bangun dari komanya,'' nasehat Pak Bayu sambil menepuk pundak putranya itu.
''Lalu bagaimana dengan gadis itu sekarang?'' Tanya pak Bayu pada Kenzo.
''Dia langsung di amankan oleh warga di balai desa, tadinya sempat akan kabur, namun para warga langsung menangkapnya. Dan sepertinya tadi sudah diberi pelajaran sama kak Mira,'' ucap Kenzo.
''Mira?'' Arsen mengulang ucapan Kenzo. Dan Kenzo pun mengangguk mengiyakannya.
''Waah, jika Mira yang memberi pelajaran, pasti gadis itu sekarang sudah tamat riwayatnya,'' Arsen tersenyum senang setelah tahu kalau gadis itu sudah diurus oleh Mira.
__ADS_1
''Tapi tindakan gadis itu sudah termasuk tindakan kriminal. Seharusnya segera dilaporkan saja ke pihak polisi. Supaya ditindak lanjuti dan membuat dia jera,'' ucap pak Bayu.
''Benar kata papa, tapi kita tunggu saja gimana besok,'' ucap Kenzo.
..................~{γβ’~β§~β’γ}~.................
Ke esokan harinya, Mira pagi-pagi sudah datang ke rumah sakit setelah mendengar dari Alif kalau pak Bayu dan Arsen sudah datang semalam.
Ia juga sudah memasakkan sup ayam kesukaan pamannya itu.
''Paman!'' Ucap Mira yang datang dari arah pintu.
''Mira, sini nak masuk!'' Ucap pak Bayu. Mira pun langsung berlari menghampiri pak Bayu dan langsung memeluknya. Mira sangat dekat dengan keluarga pak Bayu, apa lagi kakaknya juga sahabatan dengan Arsen.
''Oh iya, kapan Hafiz kembali? Soalnya di kota juga aku sulit menemuinya,'' ucap Arsen.
''Kakak, sedang mengurus perusahaan papa, jadi dia sangat sibuk untuk ditemui. Aku saja sulit bertemu dengannya. Lagi pula aku juga tidak mau menemuinya ding,'' ucap Mira.
''Is, kau ini,'' Arsen mengusap kepala Mira, membuat yang punya kepala berteriak karena rambutnya berantakan
...-...
...-...
...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...
...πlike...
...β€ pavorit...
__ADS_1
...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...
...Terimakasih...