Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 81: Penguntit


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...



Setelah dirasa lelah, pak Bayu pun memutuskan untuk menghentikan kegiatannya itu. Ia hendak masuk ke dalam rumah. Namun baru saja akan berdiri, ponsel yang ada di sakunya pun berdering.


''Mira?'' Pak Bayu melihat nama sang pemanggil yang tertera di layar ponselnya, lalu segera mengangkat ponselnya itu dan menekan tombol penerima panggilan.


''Halo paman?''


''Iya Mira, kok tumben telefon? Biasanya langsung datang ke sini?''


Karena Mira memang jarang menelpon pak Bayu, biasanya kalau ada perlu langsung datang saja.


''Iya paman. Kalau boleh tahu, apa paman saat ini sedang sendiri? Atau sedang bersama Iren? Soalnya, Mira ada sesuatu yang harus dikatakan pada paman. Makannya Mira tidak bisa ke situ. Takutnya Iren nanti malah khawatir,''


''Iren khawatir? Sebenarnya ada apa Mir? Sepertinya, ada sesuatu yang sangat serius?''


''Iya paman. Memang ada sesuatu yang ingin Mira bicarakan dengan paman. Mira mau cerita soal kejadian waktu Mira dan Iren belanja di pasar tadi, paman,''


Pak Bayu dengan seksama dan mulai serius mendengarkan apa yang akan Mira katakan.


''Mira merasa, sejak kepulangan Iren dari rumah sakit, sepertinya ada seseorang yang memantau Iren, dan selalu mengikutinya kemana-mana paman. Bahkan saat tadi kami di pasar, sangat jelas sekali orang yang mengikuti kami, paman. Kira-kira siapa ya paman? Apakah Yao yao? Tapi kan Yao yao masih di penjara. Lagi pula, perawakan orang yang mengikuti kami juga sepertinya seorang laki-laki. Tapi wajahnya memakai masker dan topi hitam paman. Sehingga, aku sedikit kesulitan untuk bisa mengenalinya. Apa paman ada merasakan sesuatu hal yang tidak beres juga paman?''


Pak Bayu terdiam sejenak, setelah mendengar ucapan Mira. Bukan Yao yao yang ia curigai, tetapi apakah....


...''Apa ini ada hubungannya dengan Dani?'' Batin pak Bayu....


''Nanti paman akan menyelidikinya Mir, kamu juga jangan terlalu khawatir. Sebaiknya kita bersikap biasa saja, supaya orang itu tidak merasa curiga. Kamu juga berhati-hatilah! Soal Iren, sebaiknya biarkan dia tidak mengetahui dahulu. Supaya tidak menjadi beban pikirannya. Tapi nanti paman akan bicara sama Alif, supaya lebih ketat menjaga Iren,'' ucap Pak Bayu.


''Baiklah paman, kalau begitu Mira pamit dulu. Nanti kalau ada kabar, tolong paman beritahu Mira ya, paman,'' ucap Mira sebelum mematikan sambungan teleponnya.


''Baiklah, nanti paman pasti mengabarimu,'' ucap pak Bayu sebelum ia menutup panggilannya. Dan panggilan pun berakhir.


Pak Bayu kemudian membereskan peralatan berkebunnya. Namun, saat ia akan memasuki rumah, pak Bayu merasa ada seseorang yang mematainya. Dengan tenang, pak Bayu tetap melanjutkan aktivitasnya, lalu masuk ke dalam rumah.


''Ekheem....''


''Ya Tuhan, pengantin baru. Rasanya tiap hari berpelukan gak merasa bosan ya,'' ledek pak Bayu, saat melihat Alif yang masih memeluk Iren dari belakang.


Mendengar suara papanya, Iren pun dengan segera melepaskan pelukan Alif. Wajahnya sudah merona menahan malu.

__ADS_1


''Papa....!'' Iren mengerucutkan bibirnya karena diledek papanya.


''Sudah..sudah, kalian lanjutkan saja mesra-mesraannya. Papa tidak akan mengganggu kalian lagi. Papa mau mandi dulu saja. Nanti kalau sudah selesai semuanya, baru panggil papa ya,'' ucap pak Bayu yang menaiki tangga menuju lantai atas kamarnya.


''Kamu sih, haiiis,'' Iren masih cemberut lalu menghentakkan kakinya menahan malu.


Alif tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Lalu dengan cepat mengecup bibir istrinya sebelum ia melarikan diri ke kamar mereka.


''Mas Alif..!'' Teriak Iren sambil mengacungkan sutil penggorengan.


Namun orang yang diteriaki namanya malah senyam-senyum sendiri bahkan bernyanyi bahagia di kamar mandi.


...*********♡***********...


Setelah semua masakannya telah selesai, dan juga semua hidangannya juga sudah tertata rapi di meja, Iren pun segera naik ke atas untuk memanggil suami dan papanya, untuk segera turun dan makan bersama.


''Iya, sebentar lagi papa turun,'' ucap pak Bayu saat Iren memanggilnya.


Kini semuanya sudah duduk di ruang makan, dan menyantap makanan yang sudah dimasak oleh Iren sejak tadi.


''Apa sebaiknya kamu merekrut orang untuk membantu-bantu di tokomu Ren, supaya Alif ada banyak waktu bersamamu,'' ucap Pak Bayu disela-sela makannya.


''Baiklah, papa sudah selesai makannya. Papa naik ke atas dulu. Dan, Alif, nanti kalau kamu sudah selesai makanmu, datanglah ke kamar papa. Ada suatu hal yang ingin papa bicarakan denganmu,'' ucap pak Bayu sebelum naik ke lantai atas kamarnya.


''Baik pah,'' jawab Alif.


''Kira-kira papa mau bicara soal apa Mas?'' Iren merasa penasaran dengan hal yang akan papa dan suaminya bicarakan.


''Mas juga tidak tahu, kan papa baru meminta mas naik ke kamarnya nanti,'' ucap Alif. Namun, dihatinya juga sedikit penasaran dengan hal yang akan dibicarakan oleh pak Bayu. Sebab, dari raut wajah pak Bayu terlihat sangat serius.


Setelah selesai makan, Iren membereskan meja makan dan cucian piring. Sedangkan Alif, ia sudah berpamitan sedari tadi untuk pergi ke kamar papanya.


Tok..tok...tok...


''Masuklah Lif,'' sahut pak Bayu dari dalam kamar.


Alif pun masuk. Di dalam terlihat papanya sedang berdiri di balkon kamar. Alif pun segera menghampiri pak Bayu.


''Pah, sepertinya ada hal yang penting. Karena Alif lihat, raut wajah papa terlihat sangat serius,'' ucap Alif.


Pak Bayu tersenyum mendengar ucapan Alif. Ia pun membalikkan badannya lalu duduk di kursi.

__ADS_1


''Duduklah!''


Alif pun menuruti perintah pak Bayu untuk duduk.


''Lif, papa ingin berbicara penting denganmu. Papa harap, apapun yang akan kita bicarakan nanti, tolong jangan beritahukan dulu pada Iren. Papa tidak ingin Iren nantinya menjadi khawatir dan banyak pikiran,'' ucap Pak Bayu.


Alif benar-benar didera rasa penasaran akan susuatu hal penting yang akan pak Bayu katakan. Apalagi, ini menyangkut istrinya juga. Alif pun mengangguk paham.


''Coba kau lihat dibalik pohon mangga yang ada disebrang jalan itu!'' Perintah pak Bayu sambil menunjuk ke arah yang baru saja ia sebutkan.


Alif pun menurutinya. Dengan perlahan ia berdiri lalu melihat ke arah sebrang jalan yang tadi papanya sebutkan.


Namun saat melihat ke arah sebrang jalan, Alif melihat seseorang dengan gelagat yang sangat aneh. Bahkan orang itu menggunakan masker untuk menutupi wajahnya dan juga topi.


''Kenapa orang itu terlihat sangat mencurigakan,'' batin Alif.


Alif pun kembali duduk di kursi yang ada disamping pak Bayu.


''Apa kau sudah melihatnya?''


''Iya pah, siapa dia? Mengapa orang itu terlihat sangat mencurigakan?'' Ucap Alif.


''Untuk saat ini papa belum tahu. Tapi papa akan berusaha untuk menyelidikinya. Nanti kalau sudah jelas semuanya baru papa akan menjelaskan padamu. Tapi untuk sementara ini, kamu harus banyak menghabiskan waktumu bersama Iren. Papa curiga, yang mereka intai itu adalah Iren. Karena mereka mengikuti Iren sejak Iren keluar dari rumah sakit,'' ucap Pak Bayu.


''Jadi, sebab itulah papa meminta Iren untuk mencari karyawan dulu, untuk membantu di toko?''


''Benar,'' jawab Pak Bayu.


...-...


...-...


...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...


...👍like...


...❤ pavorit...


...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2