
...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...
☆
Ayah merupakan sosok yang berharga bagi setiap anak-anaknya, bahkan anak perempuan kerap menyebut ayahnya sebagai cinta pertamanya. Bagi anak perempuan ayahnya adalah sosok super hero dalam hidupnya, sosok yang sering kali lebih mengerti perasaannya dibanding orang-orang di sekelilingnya. Setiap kata-kata bijak yang keluar darinya merupakan petuah berharga bagi kehidupan sang anak.
Namun saat ini yang terlihat malah seorang ayah sambung yang notabennya bukan ayah kandungnya sendiri, lebih merasa sedih, khawatir dan tidak bisa tidur nyenyak mau pun makan enak, karena melihat putrinya kini terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit. Tangannya pun tak berhenti mengusap lembut rambut putrinya dan doa-doa selalu ia ucapkan di dalam hatinya, agar putrinya lekas sembuh lekas bangun dari tidur panjangnya.
"Nak, apa kau tidak merasa lelah terus berbaring di tempat tidur? Apa kau tidak merindukan papa nak? Lekaslah bangun, papa sangat merindukan senyumanmu, tawamu, kecrewetanmu, dan kemanjaanmu yang selalu kau tunjukkan padaku setiap kita bertemu. Nak, kemaren kita masih saling mengobrol, membicarakan tentang pernikahanmu yang akan diselenggarakan sebentar lagi, tidak kah kau ingin melanjutkan rencana pernikahanmu itu nak? Lekaslah bangun, papa merasa sedih melihatmu seperti ini nak. Papa berjanji, jika kamu segera membuka matamu, papa akan menuruti semua yang kamu katakan. Papa mohon, bangunlah nak! Papa mohon," Ucap pak Bayu didalam hati.
Tangan pak Bayu menggenggam erat tangan Irena, sesekali menciumnya. Ia sungguh merasa rapuh saat ini, rasanya ia seperti gagal menjadi seorang ayah, karena tidak mampu melindungi putrinya seperti janjinya kepada mendiang istrinya. Dan tanpa pak Bayu sadari, air mata Iren menetes membasahi ujung matanya.
''Paman,''
Mira tak kuasa menahan air matanya saat melihat pak Bayu yang sedih. Sungguh beruntung memang menjadi Iren. Ada orang-orang yang dengan tulus menyayanginya sepenuh hati. Bahkan perlakuan hangat pak Bayu pada Iren, tidak bisa ia dapatkan dari papanya.
''Mira,'' ucap pak Bayu, lalu menghapus air matanya dengan dengan tangannya.
''Makan dulu paman, kata Kak Arsen paman belum makan kan dari kemaren?'' Ucap Mira sambil mengeluarkan tas yang berisi makanan yang ia bawa tadi.
terhitung sudah tiga hari Iren koma dan belum bangun. Alif dan Mira bergantian di rumah sakitnya. Tapi pak Bayu yang terus menjaga Iren 24 jam di rumah sakit. Tak lama kemudian Kenzo dan Arsen juga datang. Karena selama Iren sakit Kenzo dan Arsen yang menjaga toko Iren dan rumahnya Iren.
''Alif belum datang ya?'' Pak Bayu bertanya sambil melihat ke arah pintu.
''Belum paman, tadi sih katanya sudah diperjalanan. Mungkin sebentar lagi sampai paman,'' ucap Mira.
__ADS_1
''Memangnya ada apa pah, sepertinya papa dari tadi menanyakan Alif terus?'' Kenzo merasa penasaran karena sejak pagi papanya selalu menelponnya untuk menanyakan Alif.
''Papa sengaja menyuruh kalian semua berkumpul untuk membicarakan tentang pernikahan Iren dan Alif nantinya. Kita semua tidak tahu kapan Iren akan bangun kan, padahal pernikahan tinggal beberapa hari lagi. Papa ingin membicarakannya dengan Alif seharusnya dengan orang tuanya juga. Tapi karena Orang tua Alif sedang di kota dan Oliv adiknya Ali juga sedang sakit, jadinya papa hanya akan membicarakannya dulu dengan Alif dan kalian,'' ucap pak Bayu.
''Oh iya, pernikahan Iren kan seharusnya beberapa hari lagi kan? Bahkan aku sendiri saja sampai lupa,'' ucap Kenzo.
''Kau ini! Pernikahan kakakmu saja lupa gimana dengan pernikahanmu nanti? Jangan-jangan istri sudah didepan penghulu, kamunya masih tidur di tempat kerja,'' ucap Mira meledek Kenzo, hingga membuat semuanya tertawa.
''Kalau itu Ken nggak tahu kak, seharusnya Mura nggak keberatan kan punya suami pelupa sepertiku,'' ucap Kenzo membalas ledekan Mira. Mira yang mendengar ucapan Kenzo langsung terkejut hingga membuat matanya mendelik.
''Apa kau bilang!'' Mira melempar bantal yang ada ditangannya dan tepat sasaran mengenai kepala Kenzo.
''Jika benar kau menikahi putriku maka aku yang akan menyeretmu dari tempat kerja, karena melupakan pengantinnya!'' Ucap spontan Mira.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu yang terbuka, membuat semuanya menoleh ke arah pintu tersebut.
Alif datang, namun ternyata tidak sendirian. Melainkan datang bersama mama dan papanya. Ternyata Alif datang terlambat karena harus memjemput kedua orang tuanya terlebih dahulu.
''Waah, ternyata bisa datang semua,'' ucap Mira. Namun pak Bayu masih diam membisu dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Ranty pun menghampiri Pak Bayu, lalu memegang kedua pundak Pak Bayu.
''Ada apa Pak? Kenapa pak Bayu terlihat murung?'' Tanya Ranty saat melihat calon besannya itu melamun. Pak Bayu pun tersenyum.
''Maafkan kami yang datang terlambat semuanya. Soalnya putri kami Oliv juga dirawat di rumah sakit. Jadi baru bisa sekarang datangnya,'' ucap Ranty minta maaf kepada Pak Bayu dan semua yang ada di situ.
__ADS_1
''Tidak apa-apa Bu, bu Ranty dan pak Hasan juga sedang kena musibah sendiri. Bahkan kami saja belum sempat menjenguk Oliv, mari duduk dulu,'' ucap Pak Bayu mempersilahkan mama dan papanya Alif untuk duduk terlebih dahulu.
''Sebenarnya kami sudah ingin datang sejak kemarin, tapi ternyata kemarin Oliv baru bisa dibawa pulang dari rumah sakit. Jadinya baru sekarang datangnya Pak. Tapi kata Alif, pak Bayu juga ingin bertemu dengan kami untuk membicarakan pernikahan putra dan putri kita. Jadi sebenarnya apa yang akan kita musyawarahkan ini pak,'' tanya Ranty.
''Benar sekali yang dikatakan oleh nak Alif, bu, saya memang ingin bertemu dengan kalian. Sebenarnya seharusnya dengan pak Dani juga, tapi karena Pak Dani juga memiliki kesibukan sendiri. Jadinya saya mewakili Irene dan juga kedua orang tuanya ingin membicarakan soal pernikahan anak-anak kita Bu.''
''Pak Hasan dan Bu Ranty, bagaimana menurut kalian jika pernikahan mereka kita tunda dulu sampai Iren sadar dan pulih kembali. Soalnya kita juga belum tahu kapan Irene akan bangun dari komanya. Dokter sendiri juga sudah menjelaskan kalau mereka juga belum bisa memastikan Kapan Iren akan bangun,'' ucap Pak Bayu.
Alif tiba-tiba berdiri dan mengatakan, ''Jangan ditunda Pah, Alif akan menikah dengan Irene, walaupun Irene belum bangun. Kita bisa menikah di rumah sakit ini Pah, dengan hanya mengundang Pak penghulu dan keluarga saja. Kalau soal pesta, itu bisa dipikirkan nanti saja. Alif ingin, setidaknya kami menikah dulu. jadi nanti Alif bisa punya tanggung jawab penuh untuk menjaga Iren dengan status sebagai istrinya Alif,'' ucap Alif.
Semua orang yang mendengar perkataan Alif pun terdiam dan memandang laki-laki yang saat ini tengah memandang calon istrinya yang masih nyaman tertidur pulas.
...-...
...-...
...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...
...👍like...
...❤ pavorit...
...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...
...Terimakasih...
__ADS_1