
...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...
☆
Hari ini Irena sudah kembali dibawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan pemulihan. Alif pun dengan setia menemaninya. Kali ini saat dokter bertanya status Alif, Alif pun dengan bangga mengatakan bahwa ia adalah suami Irena.
Disisi lain saat ini pak Bayu sedang pergi ke rumah Dani. Ia ingin menanyakan kenapa Dani tidak bisa menghadiri pernikahan putri kandungnya sendiri. Mobilnya pun sudah sampai di halaman depan rumah Dani.
Kali ini Bayu hanya datang sendirian tidak ditemani putra-putranya.
Tok...tok...tok...
Namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam, Bayu hendak berbalik untuk pergi namun tiba-tiba terdengar suara barang yang jatuh.
Pyaaar...
Bayu merasa ada yang tidak beres. Ia pun mengetuk kembali pintunya. Hingga sekitar lima menitan, pintu baru terbuka.
''Dani?''
Bayu merasa aneh saat melihat tampang Dani yang berantakan. Dipergelangan tangannya terlihat seperti bekas ikatan tali. Bayu memegang lengan Dani, namun dengan segera Dani menepisnya.
''Aku tidak apa-apa, ini hanya luka bekas kabel karena aku sedang membuat kerajian untuk kado putriku,'' ucapnya.
Bayu menelisik setiap gerak-gerik Dani. Seperti ada yang di sembunyikan, namun Bayu lebih memilih untuk diam dan tidak ingin ikut campur.
''Apa aku tidak dipersilahkan untuk masuk Dan?'' Ucap Bayu.
''Yaah, rumahku sedang berantakan. Lebih baik seperti ini saja,'' ucap Dani. Badannya pun masih di tengah-tengah pintu dan satu tangannya memegangi daun pintu.
''Ada apa sebenarnya denganmu Dan? kau terlihat aneh sekali,'' ucap Bayu.
__ADS_1
''Aku tidak apa-apa Bay, aku hanya kelelahan saja. Dan rumahku sedikit berantakan, karena istriku sedang pergi.'' Dani pun menutup pintunya lalu mempersilahkan Bayu untuk duduk di bangku yang ada di teras rumahnya.
''Aku yakin kau tahu maksud kedatanganku kesini bukan Dan? Aku ingin bertanya langsung padamu. Kenapa kamu tidak jadi hadir di pernikahan putrimu? Kemarin kau jelas-jelas sudah berjanji padaku untuk datang dan menjadi walinya Irene. Tapi kenapa malah tidak jadi hadir? Apa kau tahu Iren sangat sedih saat mengetahui kalau Papa kandungnya malah tidak bisa hadir di pernikahannya. Ia bahkan menunggumu sampai malam, ia menangis dan mengatakan padaku kalau kamu tidak pernah menyayanginya. Apa kamu sama sekali tidak memikirkan itu Dan?'' Bayu membuang nafasnya dengan kasar. Ia sungguh sangat kecewa dengan Dani.
Namun Bayu melihat mata Dani seperti melihat sesuatu dari arah belakangnya, Bayu pun langsung menoleh ke belakang, namun ia tidak melihat siapapun.
''Aku kemaren ada urusan penting Bay, jadi aku tidak bisa menghadiri pernikahan putriku. Lagi pula kan masih ada dirimu. Ada atau tidaknya aku, aku rasa tidak akan ada pengaruhnya. Aku masih ada kesibukan. Lebih baik kau pulanglah!'' Ucap Dani.
Bayu yang mendengar perkataan Dani pun merasa kecewa. Bagaimana bisa Dani berpikiran seperti itu. Namun entah mengapa bayu merasa aneh dengan gelagat Dani. Selain dari badannya yang penuh luka, dari sorot matanya juga seperti melihat sesuatu. Namun saat Bayu hendak melihatnya juga tidak melihat apapun.
''Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dani?'' batin Bayu.
Dengan perasaan kecewa, Bayu pun pergi meninggalkan rumah Dani, tanpa ia ketahui dari balik tembok belakang tempat Bayu berdiri tadi. Lidiya sedang memegang telepon dan telepon itu bersambung dengan seseorang yang saat ini sedang mengikuti Irena.
Setelah kepergian Bayu, Dani pun hendak masuk ke dalam rumah. Lidiya pun keluar dari tempat persembunyiannya.
''Apa sekarang kau sudah puas Di?'' Ucap Dani.
''Kau sudah gila Di! Aku bahkan sudah menjauhi putriku, tapi kenapa kamu masih mengancam nyawanya!'' Teriak Dani.
''Jika kamu benar-benar melupakan putrimu dan memutuskan seluruh hubunganmu, maka aku tidak akan pernah mengganggu Irena. Tapi apa? bukankah kau masih diam-diam menghubunginya! menghubungi mereka, dan masih saja mengirimkan uang kepada Irena!'' Ucap Lidiya.
''Kau benar-benar sudah gila Di! Aku sungguh sangat menyesal telah menikahimu,'' ucap Dani.
''Haahaha...'' Lidya pun tertawa hingga tawanya serasa menggema.
''Penyesalanmu sudah terlambat Mas! Seharusnya kamu sudah mengetahui sejak awal, kalau aku bukanlah orang yang baik. Kau sendiri yang memohon-mohon padaku untuk menikah denganmu! Jadi jangan pernah berpikir ini salahku!'' Ucap Lidiya.
''Jika bukan karena kau yang mendonorkan darah untuk putriku, aku juga tidak akan sudi untuk memohon-mohon padamu dan menceraikan istri Ku!'' Ucap Dani. Tanpa peduli Lidiya pun melenggang pergi masuk ke dalam rumahnya.
... flashback on ...
__ADS_1
Saat Irena mengetahui perselingkuhan Dani dengan Eva, Irena berlari Pergi dari kantornya hingga Irena mengalami kecelakaan yang hebat. Bahkan nyawanya hampir saja tidak tertolong karena Irena banyak kehilangan darah. Dalam kebingungan itu, seorang suster menawarkan diri untuk menjadi pendonor darah untuk Irena. Namun dengan sebuah persyaratan, yaitu Dani harus menikahinya. Karena saat itu, Suster itu sedang hamil dengan pacarnya. Namun pacarnya pergi meninggalkannya dan tidak mau bertanggung jawab.
Sehingga Suster itu diusir dari keluarganya dan suster itu adalah Lidiya. Awalnya Dani hendak menolak, namun Sriyana, mamanya Irena memohon kepada Dani. Demi putrinya, Dani mau menikah dengan Lidiya. Namun pada akhirnya Sriyana pun meminta bercerai juga. Selain karena tidak sanggup dimadu, Ia juga memiliki penyakit waktu itu. Ia pun memilih mengalah untuk bercerai dengan Dani dan berpura-pura berselingkuh dengan Bayu.
...Flashback off...
Hari demi hari pun berganti. Setelah melakukan perawatan untuk memulihkan badannya di rumah sakit Irena pun kini sudah mulai membaik. Rencananya, siang ini ia sudah diperbolehkan oleh Dokter untuk pulang.
Iren sangat bahagia mendengarnya. Sebab, ia sungguh sudah sangat tidak betah berada lama-lama di rumah sakit. Setelah mengemasi barang-barangnya, Alif dan Irena pun pulang ke rumah.
Namun saat membuka pintu....
KEJUTAN......
Ucap semua orang yang ada di balik pintu.
Mira Dimas dan sikecil Mura. Papanya dan juga Arsen dan Kenzo nyambut mereka penuh dengan kegembiraan.
''Selamat datang kembali ke rumah Irena, semoga kedepannya selalu sehat ya, jangan kembali lagi ke rumah sakit itu. Kau itu senang sekali sepertinya menginap di sana ya? Sampai-sampai berhari-hari tidak pulang,'' ucap Mira.
''Haiiis kau ini,''
Irena pun memeluk sahabatnya dan semua orang pun tersenyum bahagia dengan kembalinya Irena.
...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...
...👍like...
...❤ pavorit...
...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...
__ADS_1
...Terimakasih...