Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 90 : Morning sickness


__ADS_3

🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸


Melihat cara makan Iren yang berbeda dari biasanya membuat pak Bayu termenung. Ada seperti perasaan familiyar.


''Kenapa aku jadi teringat Sri yana. Dulu saat Sri sempat hamil anak kami, ia juga mengalami peningkatan dalam hal makan. Walaupun pada akhirnya anak kami harus keguguran, tapi keadannya mirip sekali dengan Irena saat ini,'' batin Bayu.


''Ren, nanti minta Alif untuk menemanimu ke Dokter ya?''


''Ke dokter? Irena kan baik-baik saja pah.'' Iren merasa heran dengan perkataan papanya yang tiba-tiba menyuruhnya ke dokter.


''Kapan terakhir kali kamu datang bulan Ren?''


( Note : Jangan heran dengan sikap pak Bayu. Author menggambarkan Pak Bayu sebagai sosok ayah yang baik dan bertanggung jawab. Ia selalu memperhatikan setiap hal sekecil apapun pada anak-anaknya. Seperti sosok ayah kandung authornya πŸ˜†πŸ˜†. I miss you pak )


''Iren juga lupa pah. Tapi sepertinya bulan ini Iren belum datang bulan.''


''Tunggu dulu! Maksud papa Iren harus cek kandungan gitu pah?''


Bayu mengangguk pelan


''Apa menurut papa Iren sedang hamil? Tapi kok Iren merasa tidak ada perubahan apapun pada badan Iren pah,''

__ADS_1


''Papa juga belum tahu pastinya Ren, tapi menurut papa lebih baik kamu dan Alif coba cek kandungan supaya bisa mengetahui bagaimana pastinya,'' Bayu mengelus-elus puncak kepala Irena.


Apa yang dipikirkan oleh papanya memang tidak ada salahnya. Tapi ia merasa tidak ada hal aneh yang terjadi pada dirinya baru-baru ini. Bukankah jika ada wanita hamil ia akan mual-mual atau nyidam atau apa misalnya. Namun demi agar tidak membuat papanya khawatir, Iren pun menyetujui permintaan papanya.


Beberapa hari kemudian Alif sudah kembali ke kota lagi. Terkadang 3 hari sekali ia pulang, tapi kalau lagi musim tanam, bisa satu minggu bahkan lebih, Alif baru kembali ke kota. Toko yang dirintis Iren dari nol, kini sudah mulai berkembang. Bahkan sudah mengadakan pembangunan untuk memperbesar gudang belakangnya untuk penyimpanan pupuk-pupuk.


Banyak para petani merasa bersyukur atas berdirinya toko milik Irena itu. Sebab jika tidak ada toko itu, pastilah mereka harus berjalan lebih jauh lagi kepasar, bahkan jika menggunakan kendaraan umum ongkosnya juga lumayan mahal.


''Hueekh.....''


Sedari pagi buta Iren sudah menjadi penunggu di kamar mandi. Perutnya terasa tidak nyaman. Rasanya mual ingin muntah tapi tidak bisa muntah. Bahkan ia kini terduduk lemas di dalam kamar mandi.


''Sayang! Kau sedang apa?'' Alif yang baru bangun pun tidak mengetahui jika istrinya sedari tadi sudah bangun dan berada di kamar mandi dalam waktu yang cukup lama.


''Sayang!'' Alif pun langsung membuka pintu kamar mandinya.


Iren terlihat cukup memprihatinkan. Badannya luruh di lantai sambil berpegangan ujung kloset. Alif segera membopong istrinya kini wajahnya terlihat pucat.


''Ren susu....'' Ucapan Bayu menggantung tak kala melihat putrinya terlihat pucat pasi. Ia segera menaruh gelasnya di nakas dan menghampiri Iren.


''Apa yang terjadi dengan Iran, Lif?'' Tanya Pak Bayu.

__ADS_1


'' Alif juga kurang tahu pah. Soalnya saat Alif bangun Irene sudah berada di kamar mandi dan muntah-muntah. Alif segera membuka pintu kamar mandinya karena saat Alif panggil Iren menjawab dengan suara yang terdengar lemah. Dan saat Alif masuk, Alif sudah melihat Iren dalam kondisi seperti ini,''


''Alif, cepat segera telepon dokter. Suruh datang kemari untuk memeriksa kondisi Iren. Papa tidak mau terjadi apa-apa dengan Irene,'' Ucap pak Bayu. Alif pun segera menelpon seorang dokter untuk memeriksa kondisi Iren.


-


-


-


πŸ’– Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya


πŸ’– Like


πŸ’– Vote


πŸ’– Gift


πŸ’– Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


Sehat selalu semuanyaπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2