Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 52: Perasaan Alif


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...



Pagi-pagi sekali Mira sudah pulang ke rumahnya sendiri. Karena Iren masih tidur, jadinya ia pergi tanpa pamit.


Setelah sampai di rumah, ia melihat suaminya sedang memasak.


''Yang, tolong jagain Mura ya, aku mau tidur, ngantuk,'' ucap Mira dengan ekpresi seperti orang menangis.


''Aku lagi masak yang, nanti juga mau langsung kerja aku. Kenapa nggak di ajak tidur sekalian?'' Ucap Dimas. Bahkan tangannya masih memegang spatula dan penyaringan minyak.


''Putrimu semalam gak mau tidur, aku baru tidur 2 jam, putrimu minta dianterin buang harta karun, dan aku nungguin sampai pagi buta Yang, lihat mataku sudah seperti panda kelaparan,'' Mira merengek pada suaminya.


Benar juga, ia melihat istrinya kelelahan. Meskipun mereka baru mempunyai anak satu, tapi Mura adalah anak yang aktif. Dan lebih parahnya Mura sering gak bisa tidur kalau malam. Maka dari itu, Dimas tidak pernah meminta istrinya untuk memasak atau mengerjakan tugas rumah lainnya. Ibaratnya Mira mau ngerjain ya syukur kalau tidak ya tidak apa-apa.


''Papa, apa mama marah sama Mura?'' Tanya si kecil Mura.


''Enggak sayang, mama cuma sedang mengantuk saja. Mama mau tidur dulu, jadi Mura mainnya sama papa dulu ya,'' Dimas menaruh spatula dan mematikan kompornya. Ia lalu menggendong putrinya dan mengajaknya bermain.


Sejak Mura berumur dua tahun Mura di diagnosis oleh dokter menderita Insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat penderitanya sulit untuk tidur, sehingga membuat waktu tidur berkurang. Padahal, anak-anak membutuhkan waktu tidur yang panjang, yakni 11–13 jam untuk anak usia 2–6 tahun dan 10–11 jam untuk anak usia 6−10 tahun.


Sudah berbagai cara dilakukan untuk membuat Insomnia Mura berkurang, dari mulai merubah dekor kamarnya, menemani tidur sambil menepuk-nepuk pelan badannya, ataupun di dongengin. Tapi belum ada perubahan sampai sekarang. Terpaksa Mira pun ikut begadang menemani putrinya. Dan terkadang juga gantian dengan Dimas.


''Papa, katanya mau berangkat bekerja?'' Ucap Mura sambil memakan kue stroberry kesukaannya dan buatan papanya sendiri.


''Tunggu mama bangun dulu saja, baru papa berangkat. Papa mau menemani putri papa tersayang ini bermain, naaah ayooo..'' Dimas mulai menggelitiki badan putrinya sehingga membuat Mura tertawa terbahak-bahak.


''Papa sudah....hahahahahaha....papa ampun Mura mau pipis jadinya!'' Teriak Mura disela-sela tawanya.


''Haaah....haaah..,'' Dimas dan putrinya mengatur nafasnya kembali setelah lelah tertawa.

__ADS_1


''Nggak jadi pipis papa, pipisnya sudah hilang,'' Bayangin sendiri ya bagaimana gemasnya Mura saat mengatakannya sambil mengangkat kedua tangannya.


''Kok bisa hilang? Jangan-jangan Mura mengompol ya,'' Dimas menggelitiki Mura lagi.


''Hahahaha sudah papa, Mura capek tertawa. Hahaha...'' Ucap Mura melarikan diri dari gelitikan papanya. Hingga saat berlari, tanpa sengaja menabrak seseorang yang baru datang.


''Braaaak,'' ( Seluruh barang-barang yang dibawa seseorang itu jatuh berserakan di lantai. untungnya makanannya tidak ada yang tumpah, karena masing-masing ditaruh didalam plastik lalu ditaruh didalam kotak.


''Aaaah, maaf maaf paman ganteng, Mura tidak sengaja,'' si kecil Mura berkata sambil membantu mengambili barang-barang tersebut. Ekpresi bocah itu terlihat merasa bersalah sekali.


Lalu Alif berjongkok untuk menyamakan tingginya bocah kecil itu.


''Tidak apa-apa sayang, paman juga kurang hati-hati tadi,'' ucap Alif sambil mengelus-elus puncak kepala Mura.


''Oh, Alif.'' Dimas langsung berlari saat mendengar suara barang yang jatuh. Ia takut jika putrinya menabrak sesuatu dan terluka.


''Kamu enggak apa-apa kan nak?'' Ucap Dimas sambil memeriksa badan putrinya. Alif yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


''Ooo....'' Sayang...sayang, sudah sudah jangan menangis lagi. Lihatlah! Semua barang-barang paman gantengmu sudah di ambili semua dan sudah tertata kembali. Yang penting Mura tidak apa-apa dan sudah meminta maaf kan sama paman ganteng?'' Dimas berkata sambil menggendong dan menenangkan putrinya.


Mura masih terisak dipundak papanya, namun lama-kelamaan bocah itu tertidur sendiri dipundak papanya.


''Duduk dulu Lif, aku mau menaruh Mura dulu di kamar,'' Dimas berucap sambil membantu mengambil beberapa barang yang masih di lantai dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi memegang erat putrinya.


''Iya Dim, siniin barangnya. Lebih baik kamu tidurkan putrimu di kamar dulu, nanti takutnya jatuh malahan,'' Alif mengambil kotak yang berisi makanan yang sedang dipegang oleh Dimas.


Namun saat Dimas hendak berjalan, Mura terbangun lagi. Lalu menangis.


''Mura nggak mau tidur di kamar papa, Mura mau tidur di pundak papa,'' ucap Mura.


''Ya sudah,'' Dimas menghela nafasnya lalu kembali menghampiri Alif.

__ADS_1


''Looh, nggak jadi ditidurin di kamar Dim?'' Tanya Alif yang saat ini sedang duduk di Sofa. Dimas pun ikut duduk di sofa menyandarkan badannya sambil memangku putrinya yang sedang tidur.


''Nggak mau di kamar katanya,'' ucap Dimas.


''Oh iya Lif, lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di kota? Aku lihat semenjak kamu bercerai, kamu lebih sering bantu-bantu kakakmu disini?'' Dimas berkata sambil membuka kotak-kotak makanan yang tadi Alif bawa untuk diperiksanya. Sebab makanan-makanan itu akan ia taruh di rumah makannya.


''Entahlah Dim, aku juga bingung sendiri dengan diriku. Dulu aku berusaha kerja mati-matian agar bisa membangun rumah sendiri untuk aku tempati dengan Danisha. Tapi saat aku tahu alasan dia berselingkuh, aku jadi tidak berniat lagi untuk bekerja di kota. Disini aku juga sama bekerja dirumah kakakku, sekalian bisa bantu-bantu kakakku juga kan? Aku tidak ingin karena pekerjaanku nanti, akan menjadi alasan istriku kelak untuk berselingkuh lagi,'' ucap Alif.


''Itu bukan salahmu Lif, lagi pula Danisha sering berbuat seperti itu juga sudah dari dulu. Bukankah aku pernah memberitahumu saat dia hendak berciuman dengan Guru olahraga waktu SMA dulu? Dan sewaktu kalian sudah menikah pun dia sering jalan dengan pria lain. Aku sering menasehatimu dan memberitahu foto-fotonya, kamu sih yang nggak percaya denganku,'' Dimas berucap sambil memukul pundak sahabatnya itu.


''Bukan aku tidak percaya, hanya saja Danisha waktu itu sudah menjadi istriku Dim, biar bagaimana pun aku harus menjaga aibnya dan perasaan keluarga besarnya,'' Alif kembali terbayang sewaktu ia tak sengaja memergoki istrinya sedang mengobrol mesra lewat telefon. Alif sempat membicarakannya dengan mamanya dan dengan orang tua Danisha. Namun mereka selalu berkata kalau Alif hanya salah paham. Jadinya Alif pun tetap percaya pada Danisha. Hingga semuanya terbongkar dan melihat langsung buktinya dengan mata kepalanya sendiri.


''Lalu bagaimana perasaanmu dengan Iren Lif? Apakah kau masih benar-benar mencintainya?'' Tanya Dimas. Alif pun termenung menundukkan kepalanya. Ia memejamkan kedua matanya, kedua tangannya pun saling bertautan.


''Aku masih mencintainya Dim, bahkan dari kami masih SMA. Perasaanku dan cintaku sampai sekarang, masih sama besarnya. Meskipun aku sempat hendak mengubur dalam-dalam perasaanku itu, namun rasanya malah semakin tumbuh subur dihatiku. Tapi aku takut Dim, dengan statusku ini, apakah Irena masih mau menerimaku. Aku juga tidak tahu bagaimana perasaannya kepadaku. Dulu sebelum aku menikah, aku masih meyakini kalau kami saling mencintai. Tapi saat melihat bagaimana orang tuaku menyakiti hatinya, aku takut dan tidak berani berharap lagi. Aku hanya bisa melihatnya tersenyum dan mencintainya dalam diam,'' ucap Alif dengan wajah yang sendu.


Dan tanpa mereka sadari, pembicaraan mereka Terdengar langsung oleh Irena yang saat itu, ia sedang datang ke rumah Mira untuk mengembalikan ponselnya Mira yang tertinggal di rumahnya Irena. Iren mendengar semua yang telah diucapkan oleh Alif. Kini hatinya berdegup kencang. Ada perasaan bahagia, namun juga ada perasaan takut dan tidak percaya.


-


-


Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa


👍like


❤ pavorit


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2