Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 59: Acara lamaran


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...


β˜†


Sudah satu minggu ini Iren tidak pernah melihat Alif lagi, sejak pengungkapan cintanya waktu itu. Namun Iren tetap terlihat biasa saja. Ia berpikir mungkin bibi Ranty tidak akan merestui hubungan mereka lagi. Pak Bayu juga sudah kembali ke kota bersama Arsen. Tinggal Kenzo saja yang masih sibuk bantu-bantu di toko Iren.


Menjelang sore hari, Iren sudah membereskan barang-barangnya dan mulai menutup tokonya.


''Ayo kak,'' Kenzo sudah siap menstater motornya, tinggal menunggu Iren selesai menutup tokonya.


''Iya..iya. Sebentar,'' Iren masih sibuk dengan kuncinya yang sedikit rewel itu.


''Kakak harus membeli kunci gembok yang baru kak, sepertinya kunci itu sudah rusak,'' Kenzo menghampiri kakaknya untuk membantunya mengunci pintu. Dan benar saja, baru juga diputar, tapi kuncinya sudah patah menjadi dua.


''Nah kan! Patah deh kak,'' Kenzo menunjukkan kunci yang patah menjadi dua yang ada ditangannya.


''Kau ini memang payah, cuma memutar kunci saja harus dipatahin segala,'' ucap Iren sambil mencari-cari kunci cadangannya yang lain.


''Aku tidak sengaja mematahkannya kak, itu bukan salahku, kuncinya saja yang sudah tua dan karatan,'' Kenzo menggerutu tidak terima saat disalahkan oleh kakaknya.


Kleeek....


''Akhirnya...'' Iren senang karena berhasil mengunci pintu tokonya.


''Ayo Ken, nanti keburu hujan,'' ucap Iren. Kenzo pun mengangguk dan mulai melajukan motornya untuk pulang ke rumah.


Saat sudah sampai di halaman rumahnya, Irena merasa heran karena pintu rumahnya terlihat terbuka, dan juga terdengar suara cukup ramai dari dalam rumah. Iren pun menaruh helmnya di kursi lalu masuk untuk melihatnya.


''Papa!''


Iren terkejut karena di dalam rumah sudah ada Dani papa kandungnya, pak Bayu, Arsen dan Dimas. Namun matanya tertuju pada sosok perempuan yang saat ini tengah menyajikan minuman hangat untuk para pria yang saat ini tengah mengobrol di ruang tamu. Dan saat sosok perempuan itu menoleh Iren benar-benar dibuat tambah terkejut.


''Bibi Ranty!'' Ucap Iren sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


''Waah nak Iren sudah pulang. Ayo duduk dulu, biar bibi buatkan minuman untukmu,'' Ranty menghampiri Irena dan menyuruhnya untuk duduk disebelah papanya. Iren masih bengong tidak tahu harus berkata apa saat melihat semua orang berkumpul di rumahnya. Dan yang lebih membuatnya bingung adalah sikap Ranty yang berubah padanya.

__ADS_1


''Loo, kok papa ada disini? Bukannya bulan depan papa baru akan ke rumah kakak lagi ya?'' Kenzo bertanya pada papanya, karena ia juga kebingungan saat melihat papanya sudah ada di rumah kakaknya.


''Sebenarnya ada apa ini pah? Dan kenapa semua orang berkumpul di rumah Iren?'' Iren sudah tidak tahan dengan kebingungannya akhirnya ia pun berdiri dan bertanya pada papanya.


''Nanti malam, Alif dan kedua papanya juga kakaknya akan datang melamarmu sayang, jadi bibi meminta tolong pada kedua papamu untuk datang ke mari, dan bibi juga akan bantu-bantu disini sebagai wakil dari pihak perempuan,'' tiba-tiba Ranty datang menjawab pertanyaan Iren sambil menuangkan segelas jus mangga kesukaan Irena.


''Haaaaa...? Melamarku?'' Ia semakin terkejut setelah mendengar penjelasan Ranty.


''Seharusnya saat ini kamu yang berada disini Sri, menemani putrimu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya Alif,''


Bayu menarik nafasnya dalam-dalam, mengingat kembali obrolannya dengan mendiang istrinya yang ingin menemani putrinya saat kelak akan menikah. Namun semua itu hanya tinggal kenangan saja. Bayu tersenyum melihat putrinya yang kini tumbuh menjadi perempuan yang hebat, dengan sikap yang bijak dan dewasa dalam cara berpikir.


"Maafkan aku Sri, seharusnya Lidiya yang mewakilimu sebagai mama sambungnya, tapi mengingat sifat Lidiya, sepertinya tidak mungkin membuatku berharap lebih padanya,"


Dani pun juga mendesah mengingat sifat istrinya yang sekarang.


''Tapi pah, Ken belum menyetujuinya! Kenapa papa sudah mengambil keputusannya?'' Ken pun menyuarakan rasa keberatannya.


''Papa tahu bagaimana perasaanmu Ken, tapi apa kamu tidak ingin melihat kakakmu hidup bahagia dengan laki-laki yang dicintainya?'' Bayu pun memberi pengertian kepada Kenzo, supaya Kenzo mau memberikan restunya juga.


Akhirnya Kenzo pun terpaksa memberikan restunya, dan semuanya pun tertawa senang mendengar gerutuan Kenzo.


Tamat....😝😝


.................~>β™‘<~...............


β˜†.


β˜†


Malam harinya semua orang sudah berkumpul dan bersiap-siap untuk menyambut kedatangan rombongan keluarga Alif. Sedangkan Irena, ia saat ini tengah sibuk didandani oleh calon mertuanya yaitu Ranty.


Sejak sore, Ranty sudah sibuk menyiapkan baju yang akan dikenakan Iren, dan perlengkapan make up lainnya. Entah kenapa Mira tidak hadir di acara malam ini. Terlihat hanya Dimas dan putrinya Mura saja yang ikut hadir. Irena merasa sedikit sedih dan kehilangan sosok sahabatnya itu.


''Kamu jangan sedih dong sayang, bibi yakin, eh kok bibi ya? Harusnya sekarang kamu manggil bibi dengan sebutan mama dong,'' ucap Ranty sambil mengusap rambut Irena.

__ADS_1


Irena pun tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya itu. Meskipun hatinya merasa sedih karena sahabatnya tidak ada di saat momen istimewanya, namun disisi lain ia juga sangat bersyukur dan bahagia, karena calon mertunya sudah mau menerimanya dengan senang hati.


''Mama percaya, Mira pasti punya alasan tersendiri mengapa ia tidak bisa hadir di acara lamaranmu. Jadi kamu jangan sedih-sedih lagi, kamu harus bahagia, karena sebentar lagi calon suamimu akan datang meminangmu, jika Alif sampai melihatmu sedih, pasti ia juga akan merasa sedih nantinya,'' Ranty mencoba menghibur calon menantunya itu.


''Kak, rombongan calon suamimu sudah datang,'' Kenzo datang ke kamar Iren untuk memberitahu kedatangan Alif.


'' Wah cepat sekali mereka sampainya, Ya sudah, ayo sayang kita rapikan dulu bedakmu lalu kita sambut kedatangan mereka," ucap Ranty sambil merapikan kembali make up Irena.


Dari bawah sudah terdengar obrolan antar orang tua yang akan meminta izin dan restu ke seluruh keluarga, baik dari pihak keluarga Irena maupun dari pihak keluarga Alif. Seserahan pun diberikan kepada pihak perempuan. Hingga tiba saatnya kedatangan Irena untuk menyambut kedatangan calon suaminya itu.


Irena menuruni tangga dengan anggun, ditemani oleh Ranty. Semua orang pun terpaku terpana oleh kedatangannya, Irena tampil cantik bak seorang putri yang manis menyambut sang pangerannya. Alif saja sampai dibuatnya tak berkedip saat melihat calon istrinya yang tampil sangat memukau.


Dengan langkah perlahan Irena sampai dihadapan Alif, lalu duduk disamping Alif.


''Nak Irena, maksud kedatangan keluarga kami kesini yaitu, ingin melamarmu untuk menjadi pendamping hidup putraku Alif, apakah nak Irena bersedia menerimanya?'' ucap pak Ihsan, papa kandung Alif.


Iren pun tersenyum malu, bahkan pipinya kini sudah merah merekah seperti tomat yang siap dipanen. Ia pun hanya bisa tersenyum mengangguk sebagai jawabannya.


Alhamdulillah....( Semua yang hadir mengucap syukur dan senang atas jawaban yang diberikan oleh Irena )


Hingga....


''Irena....!'' Panggil seseorang pria dari arah pintu.


Hayooo...Kira-kira siapa ya tamu yang datang tiba-tiba itu


Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa


πŸ‘like


❀ pavorit


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2