
...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...
☆
''Ren, kapan kamu mau bangun? Aku benar-benar tidak suka saat melihatmu seperti ini Ren, aku sudah tiga kali lo lihat kamu seperti ini! Bisa nggak, kalau kamu main-mainnya jangan kayak gini? Buka matamu Ren, aku janji jika kamu mau membuka matamu sekarang, aku akan membelikanmu bakso sekalian segerobak-gerobaknya, '' Mira memegang erat tangan Iren. Setelah Kenzo dan Alif ikut pergi bersama Dokter, Mira menemui perawat yang sedang merawat Iren untuk meminta izin agar diperbolehkan untuk masuk kedalam kamar tempat Iren di rawat.
Mira mengelap tangan, leher dan wajah Iren, sambil sesekali mengajaknya berbicara, meskipun belum ada respon apapun dari Iren. Namun Mira terus berharap Iren mau menjawabnya.
Dari arah pintu terdengar suara pintu terbuka, Mira pun menoleh ke arah pintu tersebut. Ternyata Alif dan Kenzo yang datang.
''Apa kata Dokter tentang keadaan Iren, Lif? Iren tidak mengalami hal yang fatal kan? Soalnya dari tadi aku sudah mengajaknya berbicara tapi tidak ada respon apapun,'' Mira berdiri menghampiri Alif dan langsung membrodonginya dengan pertanyaan.
''Iren mengalami gegar otak, dan ada beberapa tulang rusuknya yang patah. Jadi Iren butuh perawatandulu, namun kata Dokter, kita harus menunggu hasil pemeriksaan keseluruhannya terlebih dahulu. Mengingat sampai sekarang Iren saja belum juga sadarkan diri. Kita harus banyak-banyak berdoa supaya Iren lekas sadar kembali,'' Alif berjalan menghampiri Irena yang saat ini masih terbaring tak sadarkan diri.
''Kata Dokter, kemungkinan Iren mengalami koma sementara. Tapi Dokter juga belum bisa memastikan kapan Iren bisa segera terbangun,'' Alif menyibakkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Iren, lalu mengusap kepalanya dengan penuh kelembutan. Lalu ia pun membenarkan selimut yang menyelimuti Iren. Alif tiba-tiba teringat dengan sebuah vidio yang tadi sempat mbak Widia kirim kepadanya.
''Oh iya Mir, apa kau mengenal perempuan ini?'' Alif menunjukkan sebuah vidio yang berisi pertengkaran Iren dan perempuan itu.
''Yao yao?'' ucap Mira terkejut dan langsung bisa mengenali sosok perempuan yang ada didalam vidio tersebut.
''Dari mana kau mendapatkan vidio ini Lif?'' Mira bertanya pada Alif sambil menyerahkan ponsel milik Alif kembali.
''Tadi mbak Widia sempat menceritakan kejadian yang sebenarnya. Saat itu mbak Widia hanya sedang lewat saat akan membeli dawet pesanan anaknya. Tapi ia tidak sengaja melihat Danisha merekam pertengkaran Iren dan perempuan itu, hingga sampai terjadi kecelakaan,'' ucap Alif.
''Dainsha?'' Alif dan Kenzo mengangguk mengiyakan ucapan Mira. Kenzo juga tidak mengenali perempuan itu, sebab saat kejadian Iren waktu pacaran itu, ia tengah sekolah di luar kota.
''Bagaimana bisa perempuan brengsek itu sampai di desa ini? Dan lagi, dasar Danisha sialan! Bukannya menolong Iren malah merekam! Mereka berdua itu tidak ada bedanya sama sekali. Sama-sama brengsek dan sialan,'' ucap Mira dengan penuh emosi.
''Yao yao? Apa dia perempuan selingkuhan mantan pacarnya Iren yang kamu ceritakan dulu itu Mir?'' Alif baru teringat soal Yao yao setelah Mira menyebut namanya.
__ADS_1
''Iya! Dia itu perempuan ******, jadi-jadian, dan pokoknya perempuan menyebalkan. Dulu sudah menjadi pelakor, di dalam hubungan Iren dan Dafa, sekarang ngapain coba dia datang ke desa ini? Sepertinya perempuan itu benar-benar minta ku mutilasi!'' Ucap Mira. Ia pun hendak berdiri, namun tangannya langsung ditahan oleh Alif.
''Jangan terbawa emosi Mir, kata mbak Widia, perempuan itu sudah diamankan oleh beberapa warga yang ada di lokasi kejadian,'' ucap Alif.
''Aku ingin melihatnya kak, aku akan memberi pelajaran pada perempuan itu!'' Kenzo tiba-tiba berucap, ikut emosi.
''Ken, lebih baik kamu telefon papa Bayu dan papa Dani. Kamu belum mengabari mereka tentang kejadian yang menimpa Iren kan?'' Alif berucap sambil menahan salah satu tangannya Kenzo.
''Astaga! Aku lupa belum menghubungi mereka kak!'' Ucap Kenzo.
''Hubungilah dulu, tapi jangan mengatakan soal Yao yao dulu. Biar nanti papa Bayu dan papa Dani tidak terlalu panik dan khawatir,'' ucap Alif.
''Yang dikatakan Alif benar Kenz, kamu bilang saja dulu, kalau Iren kecelakaan. Nanti setalah sampai disini, terserah kau mau bercerita atau bagaimana? Terserah kamu,'' Mira ikut menimpali perkataan Alif. Kenzo mengangguk paham, ia pun kemudian mencari ponselnya di sakunya, lalu pergi mencari tempat yang nyaman untuk menelfon keluarganya.
''Lif, kamu disini dulu menjaga Iren. Aku akan pulang dulu mengabari kakakmu Nadia dan suamiku. Takutnya mereka nanti khawatirin kita. Nanti malam aku akan kesini lagi, kita bisa bergantian menjaga Iren,'' ucap Mira menepuk bahu Alif, lalu berpamitan untuk pulang.
''Kita akan menikah seminggu lagi kan Sayang? Kenapa rasanya selalu saja ada yang menghalangi cinta kita. Apakah Tuhan belum mengizinkan sepenuhnya untuk kita bisa bersatu?'' Alif menundukkan kepalanya, tanpa sadar air matanya sudah membasahi pipinya.
....................~<♡>~................
Disisi lain...
Mira saat ini tengah mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang. Ternyata mobilnya tidak mengarah ke arah jalan menuju rumahnya, namun arah sebaliknya. Dengan gerakan cepat ia segera memutar arah kemudinya.
''Yao yao! Kau kira, dengan melukai Iren kau bisa hidup dan bernafas bebas!'' Ucap Mira penuh penekanan. Rupanya Mira pamit bukan untuk pulang ke rumahnya, namun pergi ke balai desa tempat Yao yao ditahan para warga.
SREEEEEEEEEET...... ( Mobil yang dikendarai Mira melesat dan berhenti tepat di depan tempat Yao yao diikat.)
''Aaaaaaakh...'' Yao yao berteriak karena hampir saja mobil yang di kendarai oleh Mira menabrak dirinya. Hanya tinggal beberapa senti saja, Mira bisa langsung mengirim Yao yao kehadapan Tuhan.
__ADS_1
''Kau gila ya! Mengemudi mobil dengan asal-asalan dan hampir menabrakku!'' Teriak Yao yao penuh emosi.
Mira turun dari mobilnya dan langsung membanting pintu mobilnya. Mira melihat ke kanan, ke kiri. Hingga netranya terpatri oleh benda yang saat ini sedang digunakan oleh seorang warga untuk memberi makan ternak sapinya. Mira kemudian menghampiri warga tersebut.
''Pak,'' Mira memberikan uang 50 ribu kepada warga tersebut kemudian mengambil ember yang sedang warga itu pegang.
''Tapi mbak, itu untuk makan sapi saya,'' ucap warga itu.
''Bapak buat lagi ya? Saya mau pinjam dulu embernya,'' ucap Mira, kemudian berjalan kembali ke arah Yao yao dengan membawa ember yang berisi pakan sapi. Setelah sampai di depan Yao yao...
''Wei! Apa yang akan kau lakukan?'' Yao yao berteriak setelah melihat Mira yang hampir menabraknya tadi datang kembali menghampirinya. Tanpa berkata dan.....
...Byuuuuuuur........
( Mira langsung melempar isi ember tersebut ke arah Yao yao, hingga membuat Yao yao menjadi kotor semua.)
''What are you doing! Have you gone crazy?'' Yao yao berteriak histeris saat dirinya menjadi kotor akibat perbuatan Mira.
-
-Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa
👍like
❤ pavorit
dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala
Terimakasih
__ADS_1