
...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...
''Papa! Papa bangun pah bangun! Kumohon......'' Tangisan Iren menggema di seisi ruangan. Sambil memeluk papanya yang kini sudah terbaring kaku menjadi mayat.
''Papaaaaaa!.....'' Alif memeluk erat tubuh istrinya yang kini histeris atas meninggalnya papanya.
''Tenanglah sayang.... tanang ya.''
Alif mengelus-elus puncak kepala Irena. Namun karena syok dan tak kuasa menahan kesedihannya yang teramat dalam. Membuat Irena tak sadarkan diri di pelukan Alif.
''Ya Allah Irena!''
''Cepat bawa ke ruangan sebelah!'' Ucap suster.
''Iya Lif, cepat kamu bopong istrimu untuk beristirahat di ruangan sebelah!''
''Baik pah,''
Alif segera membopong tubuh Iren dan membawanya ke ruangan sebelah agar segera mendapatkan perawatan. Setelah itu ia pun kembali ke ruangan ayah mertuanya.
''Apa yang sebenarnya terjadi pa? Bagaimana bisa tiba-tiba papa Dani meninggal?''
''Kamu juga harus menenangkan pikiranmu Lif. Jika pikiranmu ikut semprawut, nanti siapa yang akan menjadi penguat untuk Iren? Kalau soal Almarhum ayah mertuamu, nanti kita bisa bicarakan lagi setelah mengurus pemakamannya.''
''Baiklah pah, Alif serahkan semua sama papa. Alif akan lebih fokus merawat dan menenangkan hati Irena.''
''Papa harus mengurusi dulu kepulangan papa mertuamu. Kamu tolong hubungi Kenzo dan Arsen. Suruh mereka segera kemari untuk membantu menenangkan adiknya. Dan jangan lupa Mira, suruh Mira untuk mengajak Mura. Siapa tahu dengan kehadiran Mura, Irena bisa bangkit dari keterpurukannya.''
''Baik pah,'' ucap Alif.
Namun saat Akif akan melangkahkan kakinya Bayu kembali memanggilnya.
''Tunggu Lif,''
Alif menoleh kembali setalah mendengar namanya kembali di sebut oleh papanya.
''Iya pah?''
''Sebaiknya Mira jangan membawa Mura ke rumah sakit. Karena tidak baik untuk anak kecil berada di tempat seperti ini. Biarlah kamu dan kakak serta adikmu saja yang datang kemari,''
''Baiklah pah, Alif permisi dulu,'' pamit Alif sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
Alif segera menghubungi Arsen dan Kenzo dan juga Mira dan suaminya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan kabar, Kenzo dan Dimas segera ke rumah sakit. Sedangkan Arsen, ia masih dalam perjalanan dari kota untuk menuju desanya dulu. Mira dan Mura sudah menunggu di rumah Iren.
Banyak orang mulai berdatangan di rumah Iren. Mereka bahu membahu untuk membantu proses pemakaman Dani.
Badan Irena terasa lemas. Bahkan ia harus di papah oleh Alif dan Kenzo saat pulang membawa jenasah papanya.
Para pria mendapat bagian untuk mengurus pemakaman Dani. Sedangkan Mira, ia di minta Bayu untuk menemani Irena.
''Aku benar-benar sudah tidak mempunya orang tua lagi Mir,'' ucap Irena di sela-sela tangisannya.
''Jangan berkata seperti itu Ren. Kau tidak sendirian. Ada Alif yang kini sudah menjadi suamimu, ada paman Bayu yang selalu menyayangi dan ada aku juga putriku. Aku tahu kesedihanmu itu tidak akan hilang begitu saja. Namun kau harus bangkit Ren, paman Dani dan bibi Sri pasti sedih jika melihatmu seperti ini,''
Mira memeluk erat tubuh sahabatnya yang kini masih menangis sesenggukan meratapi kepergian orang tuanya. Setidaknya hanya ini yang bisa ia lakukan sebagai sahabat Irena.
''Ren, apa kau mau melihat paman Dani untuk yang terakhir kalinya, sebelum ia di makamkan?''
Iren mengangguk pelan. Ia juga ingin melihat papanya untuk terakhir kalinya. Ia tidak ingin menyesal karena kesedihannya, ia malah tidak bisa mengantarkan papanya ke tempat peristirahatan terakhirnya.
...Papa.......
...Tak terasa waktu cepat berlalu...
...masa-masa waktu kecil bersamamu...
...Kini hanya bisa ku kenang di dalam hati...
...Saat ini, kita tidak lagi berada di dunia yang sama...
...Kita terpisah dengan ruang dan waktu yang berbeda...
...Kita tidak lagi bisa bertatap muka...
...Dan kini hanya dari foto saja aku bisa menatapmu...
...Papa.......
...Sejauh apapun engkau pergi...
...Sosokmu akan selalu terukir di hati...
...Dan akan selalu menjadi cahaya di hati...
...Papa.......
__ADS_1
...Masih terasa goresan luka kepergianmu...
...Masih membayang kenangan indah saat bersamamu...
...Kini semua benar - benar telah berlalu...
...Sedih ini bercampur pilu...
...Tangis ini bercampur rindu...
...Sesungguhnya aku ......
...Masih butuh kasih sayangmu...
...Masih ingin dipelukanmu...
...Namun... apalah dayaku...
...Kini ku hanya bisa memandang nisanmu...
...Mengenang jasa dan kebaikanmu...
...Menuruti semua nasihatmu...
...papa...
...Do'a ku ini mengiringi perjalananmu...
...Semoga Tuhan mengampuni dosa - dosamu...
...Semoga Tuhan menerima amal ibadahmu...
...Dan semoga tempat yang layak ditujukan untukmu...
...Aku... slalu menyayangimu....
^^^_Irena_^^^
...Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa...
...👍like...
...❤ pavorit...
__ADS_1
...dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala...
...Terimakasih...