Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama
Bab 64: Kecelakaan


__ADS_3

...🌸 Selamat membaca, dan sehat selalu 🌸...



''Jika aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan maka kau pun juga tidak akan mendapatkannya. Bukankah lebih bagus jika kita mati bersama Ren? Hahahaha....,'' ucap Yao yao tertawa seperti orang gila.


''Kau gila ya! Jangan menarik tanganku...'' Namun belum selesai Iren berbicara.....


BRAAAAK.....


''Lagi? Aku sudah merasakan tertabrak mobil untuk kedua kalinya. Tapi kenapa kali ini rasanya jauh lebih sakit dari yang dulu. Rasanya tulangku seperti patah-patah dan menusuk jantungku,'' batin Irena lalu ia pun tak sadarkan diri akibat terluka parah karena tertabrak sebuah mobil.


Tubuh Iren terpental jauh hingga beberapa meter dari mobil yang menabraknya. Semua orang terkejut melihatnya. Karena kejadiannya sangat cepat sekali. Yao yao kebingungan karena ini bukanlah rencananya.


''Gawat! Seharusnya aku yang tertabrak, dengan begitu Iren yang akan di penjara dan nama baiknya akan hancur. Tapi kenapa malah dia yang tertabrak? Aku harus segera pergi dari sini...aku harus pergi! Hahahahaaha'' Ucap Yao yao sambil tertawa dan mondar-mandir seperti orang gila. Terlihat ia juga menjambaki rambutnya sendiri.


''Hahahaha... Iren mati sekarang, dia ketabrak. Hahahaha Dia tidak boleh hidup bahagia!'' Teriak Yao yao, lalu ia pun berlari kencang hendak meninggalkan tempat kejadian. Namun dengan segera beberapa warga langsung menangkapnya.


''Mbak Danish kenapa mbak tidak mau menolong mbak Iren, dan malah memvidionya?'' Ucap mbak Widia dari arah belakang Danisha.


Ternyata sedari tadi pertengkaran Iren dan Yao yao dilihat oleh Danisha. Namun Danisha malah diam saja dan malah memvidionya. Tapi dari arah belakangnya tanpa Danisha sadari, mbak Widia lewat dan tanpa sengaja melihatnya dirinya. Mendengar ucapan dari arah belakang, Danisha langsung terkejut dan tanpa sengaja ponselnya jatuh dari genggaman tangannya.


Awalnya Danisha berpikir ia akan mengunggah vidio pertengkaran Irena dan perempuan itu, dan akan ia viralkan supaya nama Irena tercemar nantinya. Ia sendiri juga tidak menyangka, jika perempuan yang ia anggap gila itu malah menarik tangannya Iren hingga ke tengah jalan raya, dan tanpa diduga malah membuat Irena tertabrak mobil.


Bahkan tangannya Danisha masih gemetaran setelah melihat Iren tertabrak, ditambah lagi saat tiba-tiba ada yang mengetahui kelakuannya saat memvidio Irena. Mbak Widia benar-benar heran dengan kelakuan Danisha yang masih berdiam saja. Mbak Widia pun segera berlari untuk ikut menolong Irena.


Semua orang yang ada di tempat itu pun langsung berlari menolong Irena dan segera menghubungi ambulans, untuk membawa Iren ke rumah sakit. Mbak Widia juga ikut mengantarkan Iren, namun Danisha langsung berlari pergi begitu saja. Mbak Widia menggelengkan kepalanya dan lebih memilih diam dan membiarkannya saat melihat tingkah Danisha. Di perjalanan mbak Widia berusaha menghubungi ponsel Alif, namun nomernya Alif sedang tidak aktif. Mbak Widia merasa sangat kebingungan harus menghubungi siapa lagi keluarga Iren, sebab ia hanya memiliki nomer ponsel Irena dan Alif saja. Ia pun kemudian menelfon nomer suaminya Wahyu.


''Halo Mas?'' Ucap mbak Widia.


''Iya dek? Kok Mas nyariin kamu di toko nggak ada ya? Kamu sebenarnya ada dimana sih dek?'' Ucap Wahyu. Tadinya setelah membeli pupuk dan obat-obatan tanaman di toko Iren, mbak Widia dan suaminya kemudian pergi untuk membeli makanan. Tapi mbak Widia hendak membeli dawet untuk oleh-oleh anaknya dan menyuruh suaminya untuk menunggunya di parkiran saja. Tapi karena ia tak sengaja melihat Iren kecelakaan, ia pun lupa mengabari suaminya.

__ADS_1


Mbak Widia pun meminta maaf pada suaminya karena lupa tidak bilang dan ia pun menceritakan semua kejadian yang menimpa Iren, hingga ia ikut mengantarkan Iren ke rumah sakit. Mbak Widia meminta tolong kepada suaminya untuk mencari Alif dan memberitahunya kalau calon istrinya mengalami kecelakaan. Setelah selesai menelfon, Wahyu pun segera bergegas menstarter motornya untuk mencari keberadaan Alif.


Setelah sampai di rumah sakit, Iren pun segera dibawa ke UGD untuk mendapatkan pertolongan dari Dokter.


Di tempat lain, saat ini Alif baru kembali dari mengantar pesanan pelanggan Nadia. Ia pun kemudian berjalan menuju rumah Iren. Namun saat ia memanggil-manggil Iren, tidak ada sahutan apapun dari sang pemilik rumah.


''Mungkin dia belum pulang dari toko,'' pikir Alif.


''Loh, kak Alif, kok nggak jadi masuk kenapa?'' Tanya Kenzo yang kebetulan baru kembali juga setelah mengantarkan pupuk pesanan mbak Widia.


''Kok kamu pulang sendiri? Lah kakakmu mana Ken?'' Tanya Alif yang mencari-cari keberadaan calon istrinya itu.


''Loh, memangnya kakak belum pulang kah? Soalnya tadi sudah dari tadi ia menutup toko. Aku mengajaknya untuk pulang bareng, tapi dia menolak karena masih ada urusan sebentar. Ku kira sudah kembali malahan,'' jawab Kenzo.


''Yang benar saja kamu Ken? Memangnya dari jam berapa kakakmu menutup tokonya?'' Tanya Alif.


''Sekitar jam empat kak, dan sekarang sudah hampir jam enam, bukankah seharusnya kakak perginya tidak lama ya?'' Kenzo berpikir jarak toko kakaknya dan toko tempat kakaknya membeli hadiah tidaklah jauh. Tidak mungkin kan sampai dua jam lamanya.


''Halo kak Mira?'' Kenzo menghubungi nomer ponsel Mira.


''Ada apa Ken? Tumben-tumbenan kau menelfonku,'' ucap Mira dari sebrang sana.


''Kak, Ken mau tanya, apa kak Iren lagi di rumah kakak? Soalnya dari tadi belum pulang,'' ucap Kenzo yang berusaha menanyakan keberadaan Iren.


''Tidak, dia tidak ada di rumahku Ken. Mungkin masih di toko kali,'' jawab Mira.


''Enggak kak, soalnya tadi kak Iren sudah menutup tokonya dari jam empat,'' Kenzo dan Alif semakin panik karena ternyata Iren tidak ada di rumah Mira.


''Kau yang benar saja. Atau mungkin dia sedang ada keperluan. Kau jangan menakutiku ya Ken,'' Mira ikut panik saat mendengar kalau Iren juga tidak ada di tokonya.


''Aku akan mencarinya dulu, kau tetaplah di rumah. Siapa tahu kakakmu Iren nanti pulang ke rumah. Jadi kau bisa langsung mengabariku ya Ken?'' Ucap Alif.

__ADS_1


''Hei kabari juga aku ya? Jika salah satu dari kalian sudah bertemu Iren dahulu,'' ucap Mira juga.


''Iya kak, kakak juga ya? Jika kak Alif duluan yang bertemu kak Iren, kakak juga harus langsung menghubungiku,'' pinta Kenzo.


''Baiklah,'' Alif pun akan kembali pulang ke rumahnya untuk mengambil motornya. Namun langkahnya terhenti saat sebuah motor yang dikendarai oleh Wahyu berhenti di halaman rumah Iren.


''Loh, Mas Wahyu ada perlu apa datang ke sini?'' Kenzo bertanya pada Wahyu. Wahyu telihat pucat wajahnya dan terlihat hendak menyampaikan sesuatu.


''Itu Mas Alif, mbak Iren kecelakaan!'' Ucap Wahyu.


''Apa! Kecelakaan?'' Alif dan Kenzo terkejut mendengarnya.


''Dimana? Dan sekarang Iren dibawa ke rumah sakit mana Mas?'' Tanya Alif dengan panik.


''Tenangkan dulu pikiran kak Alif, berdoa saja semoga kakak baik-baik saja,'' Kenzo menepuk-nepuk pundak Alif.


''Mbak Iren di bawa ke rumah sakit Pelita Harapan Mas, dan soal keadaannya saya belum mendapat kabar dari istri saya. Soalnya istri saya yang ikut mengantarkan mbak Iren ke rumah sakit,'' jawab Wahyu. Alif dan Kenzo pun bergegas untuk pergi ke rumah sakit.


-


-


Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa


👍like


❤ pavorit


dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2