
Sementara Siska yang masih di kantor mendapatkan pesan dari bosnya Arslan merasa heran.Bagaimana dulu dia mencari begitu banyak alasan agar wanita tak banyak mengangunya tetapi kini malah dia seakan welcome kepada wanita.Tapi Siska merasa bersyukur tugasnya berkurang jadi dia tidak perlu lagi mencari alasan ke para wanita saat mendatanginya ke mana bosnya .
Siska pun yang merasa sudah jam pulang dia segera membereskan mejanya mematikan komputer yang menyala. Setelah di rasa beres dia pun segera pulang mengendarai kendaraannya menuju apertemen.
******
Pagi hari telah tiba Siska yang seperti biasanya menjalankan aktifitasnya pergi ke kantor di perusahaan Nico.
Dia pun segera bangun mandi berganti pakaian setelah itu sarapan dengan memangang roti di olesin sebuah selesai tidak lupa dengan segelas susu. Bagi dia itu merupakan sarapan yang paling mudah yang dia buat tetapi hari ini dia merasa paling bahagia karena satu tugas untuk menyingkarkan para pengemar bosnya tuan Arslan tidak dia lakukan.
Dia berharap bosnya tidak berubah fikiran dengan apa yang dia beritahu lewat pesan.
Setelah selesai sarapan Siska segera turun dari apertemen menuju tempat parkiran mengendarai mobilnya menuju kantor tempatnya bekerja. Siska merasa memiliki energi double untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor .
Tiba di kantor dia pun segera menuju tempat kerjanya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menumpuk.
__ADS_1
Tak berapa lama bosnya pun datang dengan terdengar derap langkah kaki .Siska pun menyapa bosnya seperti biasa sebelum bosnya pergi ke ruangannya.
" selamat pagi pak"
"pagi juga"
bosnya pun membalas sapaan Siska dan segera masuk ke dalam ruangan.
Tidak terasa kurang satu jam lagi waktu istirahat tiba. Siska pun mendapat telofon dari bagian resepsionis kalo ada seorang wanita yang bernama Gisel ingin menemui tuan Arslan.Siska pun menyuruh resepsionis agar membiarkan wanita tersebut menunggu terlebih dulu.
Tok ....tok....tok....
Terdengar suara pintu di ketuk .Arslan yang masih sibuk dengan pekerjaannya pun terpaksa berhenti menyuruh seseorang yang mengetuk pintu untuk masuk.
Siska pun masuk ke dalam ruangan bosnya diapun menyampaikan bahwa ada seorang wanita bernama Gisel ingin menemui pak Arslan.
__ADS_1
"Maaf pak di bawah ada wanita yang bernama Gisel ingin bertemu pak Arslan"
" Baiklah suruh dia naik ke atas tidak apa apa ,ada yang lainnya"
" Tidak hanya nanti jam tiga ada jadwal bertemu clien di restoran Itali"
" Baik nanti kamu tolong ingatkan kembali sekaran kamu bisa pergi"
" Baik pak saya permisi"
Siska pun berjalan kembali ke ruangannya setelah menutup pintu ruangan bosnya. Dia pun menghubungi bagian resepsionis agar menyuruh wanita bernama Gisel naik ke atas tempat ruangan tuan Arslan berada.
Akhirya bosnya itu benar bahwa apa yang di sampaikan kemarin ternyata di lakukan . Siska pun bersyukur dia sudah lepas dari semua kebohongan kepada wanita yang ingin menemui bosnya tanpa mengarang sebuah alasan mudah -mudahan bosnya seperti ini. Tapi dia juga merasa aneh apakah kemarin bosnya terbentur kepalanya sudah satu bulan dia anti dengan para wanita tetapi sekaran seperti menerima kehadiran. Kenapa aku harus memifirkan bosnya aku harus kembali bekerja mumpung masih ada waktu sebelum jam istirahat tiba.
Dibawah resepsionis pun menyampaikan bahwa dia bisa naik ke lantai atas untuk menemui tuan Arslan di ruangannya.
__ADS_1