
Saat jam makan siang tiba Arslan yang sudah selesai mengurus pekerjaannya kantor segera dia memakai jasnya kembali. Bangkit dari tempat duduknya dia pun berjalan keluar dari ruangannya. Sebelum meninggalkan kantor Arslan menemui sekretarisnya Siska.Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk ke ruangan tersebut.Terlihat Siska yang duduk masih menghadap komputer.
" Sis aku pulang dulu,jadwal selanjutnya kamu rubah soalnya nanti sudah aku tidak kembali lagi"
" Baik pak"
Setelah memberitahukan Arslan segera pergi meninggalkan ruangan Siska tanpa mengucapkan kata -kata lagi.
Siska yang sudah melihat bosnya pergi sekarang harus merubah jadwal yang sudah di susunnya. Dia mesti menelfon membatalkan pertemuan dengan klien tidak lupa harus mencari kata -kata yang tepat karena pembatalan secara mendadak. Ya sekaran Siska ingin rasanya mengumpat bosnya kenapa merubah jadwal seenaknya sendiri kenapa tidak dari kemarin dia bilang kalo ke kantor sampai siang. Padahal jadwal yang sudah di susun nanti sore ada ketemu klien. Kayaknya Siska harus menyiapkan obat darah tinggi untuk menghadapi bosnya sekaran. Siska kadang juga heran padahal dulu saat tuan Arbeto masih ada sikap tuan Arslan masih ramah selalu mempertanyakan apa -apa sebelum mengambil keputusan. Tetapi sekarang egois apapun yang menjadi keputusannya tidak bisa di bantah tidak ada lagi sopan santun seperti orang yang berkuasa saja jangan lupa segala keputusannya harus di laksanakan tanpa ada bantahan.
Siska yang seharusnya makan siang terpaksa dia menundanya . Sekarang dia harus menelfon klien untuk membatalkan pertemuan.Dia pun meraih telfon memencet no telfon untuk menghubungi klien tersebut.Karena kalo dia sampai menundanya takut klien tersebut sudah berangkat ke tempat pertemuan.
Tak berapa lama telfon tersambung Siska pun segera berbicara
__ADS_1
" Selamat siang mbk bisa berbicara dengan Mr.Dava "
" Maaf ini dengan siapa"
" Saya Siska sekretaris dari Mr.Arslan dari perusahaan Nico."
" Oh baik mbk tunggu sebentar akan saya hubungkan"
Tak berapa lama telfon tersambung dengan Mr.Dava
Terdengar suara telfon yang berganti suara laki-laki
" Hallo pak maaf apa benar ini dengan Mr.Dava"
__ADS_1
" Ya saya sendiri ada apa"
" Maaf Mr. Dava saya Siska sekretaris dari tuan Arbeto mau memberitahukan bahwa pertemuan nanti sore tidak bisa di laksanakan"
" Oh tidak apa -apa kamu bisa membuat jadwal ulang nanti kalo Mr.Arslan sudah bisa kamu bisa memberitahukan pada sekretaris saya"
" Terima kasih Mr.Dava atas pengertiannya sekali lagi saya minta maaf atas pembatalan pertemuannya"
" Sudah kamu tidak perlu minta maaf no problem, masih banyak hari esok saya tahu Mr.Arslan orang yang sibuk"
" Terima kasih Mr.Dava selamat siang"
" Selamat siang juga"
__ADS_1
Siska pun mengakhiri telfonnya kepada Mr.Dava dia harus menentukan jadwal pertemuan dengan Mr.Dava .Untung Mr.Dava orangnya ramah anda ini klien sifatnya kayak tuan Arslan udah habis dia di caci maki bisa -bisa tidak ada pertemuan . Siska berdoa agar hanya ada satu saja orang yang sifatnya kayak tuan Arslan di dunia ini. Atau paling tidak cukup satu saja Siska bertemu dengan sifat kayak tuan Arslan dia tidak tahu kalo ada orang satu lagi yang sifatnya seperti Arslan bisa membuat dia double sakit kepala.
Siska pun melihat jam tangannya bahwa sudah pukul satu siang .Dia pun segera berdiri berjalan menuju lift untuk pergi ke tempat parkiran. Waktu makan siang sudah hampir berakhir tetapi Siska harus segera mendapatkan makanan jadi dia akan mencari tempat makan yang dekat saja biar cepat selesai.