
Tengah malam Jasmin yang tertidur bangun setelah merasakan perutnya merasa lapar, dia pun segera turun ke bawah mencari camilan atau buah agar bisa mengurangi rasa laparnya.
Setelah mendapat sebuah roti dan mengambil air minum dia pun segera kembali ke kamarnya. Roti yang baru di gigit sebentar mengingat peristiwa tadi sore dia pun segera meneteskan air mata.Padahal dia sudah tidak ingin menangisin mantan kekasihnya tetapi begitu sulit untuk melenyapkan , bayang -bayangnya.
Dengan masih sedikit demi sedikit memakan roti sambil terus menangis setelah di rasa cukup dia pun segera menghapus air matanya.
Pagi yang cerah tapi tidak secerah hati Jasmin ,dia pun mulai memandang koper yang bentar lagi meninggalkan negara A . Negara yang memberikan luka yang begitu dalam, selamat tinggal bee ,aku akan merelakan mu dengan wanita lain asal kamu merasa bahagia.
Siang hari Jasmin keluar dari asrama untuk pergi menuju bandara .Diam -diam Arbeto mengunjungi asrama Jasmin melihat dari kejauhan wajah orang yang cintainya hingga sampai di bandara pandangannya tidak terlepas dari sosok Jasmin.
__ADS_1
Jasmin yang merasa turun menuju ke bandara ada yang mengikuti tapi waktu di melihat ke belakang tidak ada siapa - siapa. Munkin ini hanya kekeliruan tapi kenapa jantung ku berdetak apakah benar bee kamu berada di sekitarku, kenapa dirimu sangat sulit untuk ku singkirkan dari hatimu walaupun kamu telah menorehkan luka.
Setelah di rasa pesawat Jasmin take off Arbeto segera meninggalkan bandara. Dia pergi menuju ke mobilnya melajukan mobilnya menuju ke tempat saat bersama Jasmin mengenang beberapa hari lalu yang lalu betapa bahagianya dirinya bersama Jasmin. Sambil merogoh saku Jasnya sebuah kalung yang hanya di persembahkan untuk kekasihnya. Apakah kamu bisa melupakan aku honey dimanapun
kamu berada hati ini hanya untukmu sampai jiwa ini terlepas dari raganya.
Sementara Jasmin di pesawat masih memikirkan Arbeto munkin ini terbaik bagi kita bee bahkan kamu tidak ada niatan untuk menjelaskan semua ini, apalagi permintaan maaf darimu tak pernah terucap. Kamu adalah lelaki pengecut aku tidak ingin melihat mu lagi. Jasmin menghirup nafas dalam-dalam menghembuskannya perlahan seolah -olah membuang segala beban pikirannya.Setelah di rasa cukup pun mulai terlelap tidur di dalam pesawat.
"Gimana studi kamu di sana menyenangkan "
__ADS_1
"Ya mi disana sangat menyenangkan ada banyak hal yang bisa kupelajari"
"Ayo mi , pap kita pulang hari ini sangat melelahkan".
"Baiklah ayo kita pulang"
Jasmin dan kedua orang tuanya segera pulang meninggalkan bandara segera mereka menuju mobil . Papi Jasmin segera memasukkan koper ke dalam bagasi mobil. Kedua orang tua Jasmin duduk di depan sementara Jasmin duduk di belakang.
Jasmin memandang kaca jendela mobil kenangan itu masih begitu membengkas padahal jauh di lubuk hatinya itu begitu menyakitkan . Andai aku tak pernah bertemu dengan mu bee munkin tak pernah aku merasakan sakit seperti ini. Harusnya kamu tidak pernah memberikan aku perhatian seperti ini klo kamu sudah punya calon istri. Kenapa kamu mesti memberikan cinta semu.
__ADS_1
Jasmin terus saja memandang keluar kaca jendela mobilnya sampai tidak sadar sudah sampai depan rumahnya.