
Arslan yang sudah masuk ke ruang Arbeto segera menyuruh momynya untuk pulang kerumah dia juga bilang bahwa supirnya menunggu di parkiran.
Dia pun segera duduk di samping Arbeto terlihat kakaknya masih sama matanya masih terpejam hanya terdengar suara dari alat yang menungjang hidup kakaknya.
"Kak apakah kamu tidak mau bangun aku sudah berhasil membawa belahan jiwamu ,apakah kakak tidak ingin menyambut kedatanganya." Arslan mengajak kakaknya untuk bicara tapi kakaknya masih terus tidak mau membuka matanya.
Di dalam rumah kediaman keluarga Nico momy Arbeto dan Arslan sudah sampai dari rumah sakit dia segera menemui Jasmin. Kala itu Jasmin yang sedang di taman menikmati angin malam mendengar ada yang memanggil dia pun segera menoleh.
"Jasmin "
"Tante" Jasmin segera menghampiri momy Arbeto untuk berjabat tangan dia pun langsung di peluk oleh momy Arbeto.
"Ayo nak kita masuk "
__ADS_1
" Ya tan"
Mereka berdua segera masuk ke dalam rumah sekarang berada di ruang tenggah . Momy Jasmin memanggil pelayan untuk menyediakan makanan ringan dan minuman.
"Bagaimana nak betah tinggal disini ?"
"Ya tan"
" nak Jasmin jangan panggil tante panggil momy aja"
Momy Arbeto menanyakan bagaimana awal bisa bertemu dengan anaknya.
Jasmin pun menceritakan awal bertemu Arbeto sampai menjalin hubungan jarak jauh hingga minggu kemarin dia yang pernah ke negara ini di saat mau pulang menemukan kenyataan bahwa Arbeto sudah memiliki calon istri.
__ADS_1
Momy Arbeto tidak begitu terkejut bahwa Arbeto memiliki calon istri karena Arslan sudah menjelaskan bahwa itu sandiwara kakaknya.
" Nak Jasmin tidak perlu kuatir karena tidak pernah Arbeto membaw wanita untuk di kenalkan momy ,dia selalu menghindari pertayaan klo momy menyuruhnya membawa calon istri"
" Ya mom Arslan sudah menjelaskan semuanya"
Mereka berdua saling bercerita momy Arbeto menggangap Jasmin layaknya anak sendiri karena dia tidak mempunyai anak perempuan. Jasmin pun merasa nyaman terhadap momy Arbeto dia tidak merasa jauh dari keluarganya seolah merasa momy Arbeto seperti maminya sendiri.
" Oh ya nak Jasmin udah malam ,nak Jasmin bisa istirahat dulu anggap seperti rumah sendiri"
" Baik mom"
Jasmin pun melangkah menuju kamar tamu.
__ADS_1
Sedankan momy Arbeto segera masuk ke dalam kamarnya dia tidak meyangka bahwa Arbeto memilih wanita yang tepat andai kamu bisa segera bangun nak momy pasti merestui hubungan kalian asal kamu bahagia. Karena momy Arbeto tidak memandang dari status sosial tapi melihat dari ketulusan cinta wanita terhadap anaknya. Momy Arbeto yang sudah berhari hari menunggu Arbeto di rumah sakit segera mengistirahkan badannya dia pun segera cepat tertidur mungkin karena efek kelelahan.
Sedangkan di kamar Jasmin mengirim pesan kepada orang tuannya bahwa dia baik baik saja dan memberitahukan bahwa keluarga Arbeto menerimanya dengan tangan terbuka. Setelah di rasa cukup Jasmin segera meletakkan hpnya di atas meja dia pun berjalan menuju jendela kamar membuka jendela merasakan hembusan angin malam. Bee apakah kamu bisa merasakan keberadaanku bee aku harap kamu bisa cepat sadar apapun yang ingin kamu lakukan aku akan memenuhi permintaanmu asal kamu tidak menyuruhku untuk pergi jauh darimu. Maaf bee seandainya aku tahu bahwa kamu benar benar mencintaiku mungkin aku tak akan berhenti untuk melupakanmu walaupun melupakanmu tak pernah bisa aku lakukan.