
Setelah selesai dari pekerjaan kantor, Arslan segera pulang dengan keadaan yang tidak semangat apalagi jika bukan karena kemeja di pakainya.
Saat tiba di rumah dia pun segera pergi ke kamarnya. Dia pun segera melepas pakaiannya dan berjalan pergi ke kamar mandi kalo bukan karena permintaan momynya mana mungkin Arslan mau memakainya.
Setelah mandi dia pun segera memakai bajunya untuk turun ke bawah karena dia ingin berbicara pada Jasmin tentang penjemputan kedua orang tuanya.
Sampai di lantai bawah Arslan ketemu dengan momynya.
"Ars bagaimana dengan pekerjaan kantor"
"Baik mom ,aku harap momy terakhir kali membelikan Arslan baju dengan warna seperti itu"
" Justru momy ingin membelikan kamu baju dengan warna seperti itu tiap hari"
"mom..."
Momy pun pergi menertawakan Arslan .
Arslan pun segera mencari Jasmin dia pun menanyakan kepada bibik tentang keberadaan Jasmin.
__ADS_1
" Bik kenapa non Jasmin"
" Ada di taman belakang bersama tuan Arbeto"
" Terima kasih bik"
Arslan pun berjalan ke taman belakang. Di taman belakang terlihat sepasang dua insan yang duduk bersama sambil menikmati matahari sore. Terlihat Jasmin yang bersandar di bahu Arbeto mereka menghabiskan waktu bersama menunggu malam tiba.
" Bee hanya bersamamu aku bisa mendapatkan kebahagian"
" Ya honey ,sejak aku pertama kali bertemu dengan mu aku yakin bahwa kamu adalah takdir hidupku"
Arslan yang mendengarkan percekapan kakaknya dengan kekasihnya merasa sedih dia pun membiarkan mereka untuk bicara dari hati ke hati munking nanti dia akan menanyakan pada waktu makan malam saja. Karena Arslan tidak mau menganggu kebersamaan mereka,Arslan tahu dengan kehadiran Jasmin bisa membuat Arbeto bangun dari komanya. Andai aku bisa memberikan sisa umurku untukmu kak maka aku ingin melihat mu bahagia dengan kekasihmu.
Arbeto dan Jasmin masih melanjutkan obrolan mereka walaupun Jasmin merasa sedih tapi di depan Arbeto dia berusaha untuk tersenyum bahagia. Dia senang bisa bersama kekasihnya tapi apakah dia sangup bila suatu hari nanti dia tidak bersama kekasihnya paling tidak dia mulai menata hatinya mempersiapkan jika takdir membawa Arbeto.
Hari sudah semakin gelap Jasmin pun mengajak Arbeto masuk ke dalam rumah.Sampai di dalam rumah mereka berdua sudah di tunggu untuk makan malam.
Arslan yang ingin bicara pada Jasmin begitu selesai makan dia pun mulai bertanya pada Jasmin.
__ADS_1
" Jas jam berapa orang tuamu bisa tiba di bandara"
" Sekitar jam sembilan Ars"
" Baiklah klo begitu nanti aku akan suruh anak buahku menjemput kedua orang tuamu"
" makasih Ars sudah merepotkanmu"
"tidak apa -apa Jas"
" Ohya Ars kamu bisa mengunakan pesawat pribadi untuk menjemput kedua orang tua Jasmin"
" mom tidak perlu mereka bisa naik pesawat biasa saja"
" tidak apa - apa Jas "
" Baiklah mom makasih "
Setelah selesai makan mereka kembali ke kamar masing -masing . Malam ini Arbeto pergi ke kamarnya sendiri karena dia merasa kepalanya agak pusing .Dia pun tidak ingin sampai melihat keadaanya yang kesakitan dia lebih baik menyimpannya sendiri.
__ADS_1
Jasmin kembali ke kamar tamu tanpa ada Arbeto yang menemaninya dia merasa ada yang hilang. Dia pun segera menelfom maminya memberitahukan bahwa pada akhir pekan ada orang yang menjemputnya ke bandara dia akan mengenalkan kedua orang tuanya dengan keluarga kekasihnya.