
Dokter David yang mengetahui keadaan sahabatnya setelah selesai dari pekerjaan segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit Arbeto di rawat.
Setelah sampai di depan resepsionis dia pun menanyakan ruangan tuan Arbeto Nicolas di rawat, setelah tahu ruang berapa Arbeto di pun berjalan menuju ruangan Arbeto.Di lihatnya momy Arbeto sedang menemani, dia pun melangkah masuk ke dalam ruangan.
Mendengar suara pintu di buka momy Arbeto melihat orang yang masuk .
Setelah tahu bahwa yang datang sahabatnya momy Arbeto berpamitan untuk keluar.
David pun menghampiri Arbeto yang masih berbaring , dia pun duduk di samping ranjang Arbeto.
"Ar kenapa kamu begitu keras kepala seandainya dulu kamu mau menjalani operasi munking keadaan kamu tidak sampai begini, apa kamu tahu begitu banyak orang yang sayang ke padamu. Apakah kamu tidak ingin bangun agar bisa melihat momy mu bahagia, aku juga merasa kecewa padamu kenapa kamu tidak memberitahuku keadaan kamu akhir akhir ini apakah kamu tidak menganggapku sahabat lagi. Katakan Ar jangan diam saja."
Tetap saja Arbeto tidak mau bangung David yang melihat keadaan Arbeto seperti ini merasa sedih ,walaupun dia dokter tapi tidak bisa melakukan apapun hanya ke ajaiban tuhan saja yang mampu membuat Arbeto bangun.
Setelah di rasa cukup dia pun keluar untuk menemui momy Arbeto.
__ADS_1
David yang melihat keadaan momy Arbeto semakin bersalah seandainya dulu dia tidak janji pada Arbeto untuk merahasiakan penyakitnya munking Arbeto tidak sampai seperti ini.
"Mom maaf tidak memberitahukan penyakit Ar dari dulu"
"Mom tahu pasti anak mom yang keras kepala itu yang membuat kamu tidak bisa jujur"
"Tidak apa apa Dav munking ini sebuah takdir yang harus mom jalani"
Dav yang melihat sosok momy Arbeto yang berusaha tegar namun jauh di lubuk hatinya merasa sedih, dia pun segera memeluk momy Arbeto. Bagaimanapun David sudah menganggap momy Arbeto seperti momynya karena mereka sudah berteman sejak yunior skull.
Momy yang merasa sahabat anaknya merasa bersalah. Mulai mengalihkan perhatian David.
"Ya mom"
"Bagaimana dengan keadaan orang tuamu"
__ADS_1
"Mereka baik mom ,apakah kamu tahu bahwa Arbeto memiliki kekasih".
"Tidak mom"
"Anak itu benar benar hebat saat menyimpan rahasia"
"Apakah itu benar"
"Ya Dav ,Arbeto sudah punya kekasih tapi tidak ada niatan untuk memperkenalkan pada momy"
David yang melihat raut wajah momy Arbeto yang nampak sedikit bahagia setelah membicarakan kekasih Arbeto. Dia pun juga merasa bahagia setelah melihat sudah jam enam dia pun pamit pada mamy Arbeto, dia pun berjanji akan sering sering datang.
David pun meninggalkan mamy Arbeto dia pun berjalan menuju lift ,setelah lift terbuka dia pun masuk di dalam lift David melihat seorang perawat yang membawa dokumen pasien. Karena di lihatnya perawat yang membawa dokumen merasa kesusahan . Dia pun menawarkan bantuan untuk membawa dokumen tersebut, tapi reaksi dari perawat tersebut membuat David hanya tersenyum sedikit.
"Maaf tidak perlu saya bisa membawa ini lagian anda bisa tidak jangan dekat dekat saya"
__ADS_1
"Modus para plaboy "perawat tersebut bergumang kecil.
"Baik saya akan menjauh" David pun mendengar gumanan perawat tersebut walaupun dia berbicara pelan. David pun melihat identitas nama perawat tersebut, mengingat nama perawat tersebut nama yang indah semoga bisa bertemu kembali.