
Dokter pun segera ke ruangan Arbeto melihat dokter masuk ke ruangan Arbeto momy begitu cemas. Dokter pun memeriksa tubuh Arbeto setelah mendengar penjelasan Jasmin bahwa jari Arbeto mulai bergerak.
Arbeto yang semula jari tangannya mulai bergerak sekaran dia pelan pelan membuka matanya dokter dan Jasmin yang melihat semua itu merasa bahagia . Dokter pun segera melepas alat pernafasan hidung melihat Arbeto mulai sadar dia pun segera memberi minum Arbeto. Dia pun menanyakan apakah Arbeto mendengarnya ,Arbeto pun mulai bisa bicara pada dokter . Setelah di rasa keadaan Arbeto sudah baik baik saja dokter pun keluar dari ruangan Arbeto.
Melihat dokter keluar momy Arbeto segera menanyakan keadaan putranya apakah ada masalah serius.
Dokter pun tersenyum memberitahukan bahwa Arbeto sudah sadar. Mendengar penjelasan dokter momy pun menanggis bahagia dia tidak meyangka bahwa putranya sudah sadar kembali.
Momy pun segera masuk ke ruangan Arbeto. Melihat Arbeto sudah membuka matanya momy segera memeluk putranya . Arbeto pun merasa bahagia melihat dua wanita yang di cintainya ada untuknya.
"Ar apakah terasa sakit nak"
" Tidak mom"
" Kamu tidak boleh seperti ini lagi momy akan menjagamu"
" Ya mom" momy pun menyuruh Jasmin mendekat .
"Terima kasih Jas berkat kamu Arbeto bisa sadar"
__ADS_1
" Tidak mom ini berkat doa kita semua"
Momy pun meninggalkan ruangan Arbeto dia mengerti anaknya perlu ruang untuk berdua dengan kekasihnya.
Setelah momy keluar Jasmin segera memeluk Arbeto dari tadi dia ingin memeluk kekasihnya tapi malu masih ada momy Arbeto. Setelah puas memeluk Arbeto Jasmin melepaskan pelukannya kepada Arbeto tapi Arbeto malah mencium bibir Jasmin dengan lembut.
"Honey I love you forever"
Jasmin yang mendengar kata tersebut kata yang sudah lama tidak dia dengar merasa begitu senang. Arbeto yang melihat Jasmin menanggis segera menghapus air mata Jasmin dia tidak ingin melihat kekasihnya menanggis lagi.
" love you too bee"
" Maaf untuk membuat mu menanggis "
Jasmin pun tidak ingin meninggalkan Arbeto dia pun duduk melihat wajah kekasihnya . Arbeto yang dilihat seperti itu mulai mengoda Jasmin.
" Apakah aku begitu tampan honey sampai kamu melihatku seperti itu"
" Pede kamu bee ,aku hanya tidak menyangka bahwa kamu sudah sadar"
__ADS_1
" Kamu mau makan apa bee biar aku ambilkan"
" Apapun yang kamu berikan pasti aku makan sekalipun itu racun"
" Kamu itunya bee"
Tidak lama para perawat masuk ke ruangan Arbeto mereka bersiap memindahkan Arbeto ke ruang perawatan. Jasmin pun mengikuti Arbeto ke ruang perawatan dia sudah tidak lagi memakai baju steril. Momy pun masuk memberitahukan Jasmin bahwa dia mau membeli makanan ,.
" Biar Jasmin saja mom yang membelinya,momy yang temani Arbeto"
" Tidak Jas ,biar momy saja kamu temani Arbeto,bukan begitu Ar"
" Ya mom,momy tau saja keinginan Arbeto yang ingin selalu dekat dengan wanita yang Arbeto cintai"
Mendengar pernyataan Arbeto kepada momynya mumbuat Jasmin tersipu malu.
" Baiklah Ar momy tinggal dulu"
" Ya mom"
__ADS_1
Jasmin pun mulai membuka makanan yang telah di siapkan untuk pasien.
Dia pun membantu Arbeto untuk duduk bersandar. Setelah duduk Jasmin pun mulai menyuapi Arbeto. Arbeto mulai memakan makanan yang di suapin Jasmin. Arbeto mulai membelai wajah Jasmin dia tidak meyangka bahwa wanita yang sudah di sakitinnya masih peduli terhadapnya.